Home Blog

Charles Meikyansah Ingatkan UMKM Jember Hindari Pinjol

0

DCNews, Jember — Anggota Komisi XI DPR RI Charles Meikyansah mengingatkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar tidak terjebak dalam praktik pinjaman online (pinjol) yang berisiko membebani keuangan usaha. Pesan itu disampaikan di tengah tingginya kebutuhan modal usaha yang kerap mendorong sebagian pelaku UMKM mencari akses pembiayaan cepat tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang.

Peringatan tersebut disampaikan Charles saat menghadiri kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai peran serta fungsi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang diikuti ratusan pelaku UMKM di Rumah Perjuangan HCM Jember, Selasa (16/6/2026).

Dalam forum tersebut, Charles menekankan bahwa pertumbuhan usaha yang sehat harus dibangun secara bertahap, terukur, dan didukung sumber pembiayaan yang legal. Menurut dia, penggunaan pinjaman online yang tidak dikelola dengan baik justru dapat menambah beban pelaku usaha dan menghambat perkembangan bisnis.

“Pengembangan usaha harus dilakukan secara bertahap. Jangan sampai karena ingin berkembang cepat, pelaku usaha justru terjerat pembiayaan yang memberatkan,” ujarnya.

Charles mengungkapkan Kabupaten Jember merupakan salah satu daerah dengan jumlah pelaku UMKM terbesar di Jawa Timur. Berdasarkan data yang dipaparkannya, terdapat lebih dari 600 ribu pelaku UMKM di Jember, dengan sekitar 500 ribu di antaranya berada pada kategori usaha ultra mikro.

Besarnya jumlah tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa sektor UMKM menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat sekaligus memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Karena itu, Charles meminta pemerintah daerah terus memberikan perhatian serius melalui program pendampingan, pembinaan, serta kemudahan akses pembiayaan yang aman dan terjangkau.

Ia juga menitipkan pesan kepada Bupati Jember agar keberlangsungan dan penguatan UMKM menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, semakin kuat sektor UMKM, semakin besar pula kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan upaya pengentasan kemiskinan.

“UMKM bukan hanya penggerak ekonomi daerah, tetapi juga instrumen penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan,” kata Legislator dari Fraksi Partai NasDem itu.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Perwakilan LPS II Jawa Timur Bambang S. Hidayat menjelaskan fungsi utama LPS sebagai lembaga yang menjamin simpanan nasabah perbankan sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional melalui mekanisme penanganan bank gagal.

Bambang mengatakan simpanan nasabah yang memenuhi ketentuan penjaminan LPS akan mendapatkan perlindungan hingga maksimal Rp2 miliar per nasabah untuk setiap bank.

Ia mengingatkan masyarakat agar memahami syarat penjaminan simpanan yang dikenal dengan istilah 3T. Pertama, simpanan harus tercatat dalam pembukuan bank. Kedua, tingkat bunga yang diterima nasabah tidak boleh melebihi tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Ketiga, nasabah tidak melakukan tindakan yang merugikan bank, termasuk memiliki kredit macet.

Menurut Bambang, pemahaman terhadap ketentuan tersebut penting agar masyarakat memperoleh hak penjaminan secara penuh apabila terjadi permasalahan pada bank tempat mereka menyimpan dana.

“Selama memenuhi syarat penjaminan, masyarakat tidak perlu khawatir menyimpan dana di perbankan karena simpanan mereka terlindungi oleh LPS,” ujarnya.

Bambang menambahkan, hingga saat ini sedikitnya 154 bank atau lembaga keuangan telah dicabut izin usahanya dan ditangani melalui mekanisme yang berlaku. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk terus memanfaatkan layanan perbankan formal sekaligus memahami aturan penjaminan simpanan sebagai bentuk perlindungan terhadap aset keuangan mereka. ***

Ketua Komisi I DPRA Desak Polisi Usut Dugaan Penganiayaan Perempuan oleh Debt Collector di Aceh Utara

0

DCNews, Banda Aceh — Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk. Muharuddin, mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas dugaan penganiayaan terhadap seorang perempuan di Kabupaten Aceh Utara yang diduga dilakukan oleh oknum debt collector. Kasus ini menjadi perhatian publik setelah video kondisi korban yang mengalami luka dan pendarahan beredar luas di media sosial.

Korban diketahui bernama Nurmajidah (32), warga Gampong Matang Panyang, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara. Dalam video yang viral, tampak korban mengalami luka di bagian wajah, terutama pada hidung yang mengeluarkan darah. Dugaan sementara, insiden tersebut berkaitan dengan persoalan penagihan utang atau kredit.

Muharuddin menegaskan bahwa persoalan utang-piutang tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap siapa pun. Ia meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan menyeluruh guna mengungkap kronologi kejadian dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.

“Saya belum mengetahui kronologi secara utuh. Namun informasi yang kami terima menyebutkan korban diduga mengalami penganiayaan oleh oknum debt collector terkait persoalan kredit. Apapun masalahnya, tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan, terlebih korbannya seorang perempuan,” kata Muharuddin, Selasa (16/6/2026).

Politikus Partai Aceh itu juga meminta Kepolisian Resor Aceh Utara menurunkan tim untuk mengumpulkan bukti, memeriksa saksi-saksi, dan mengusut pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Menurutnya, negara harus hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat dari praktik penagihan yang melanggar hukum dan mengedepankan intimidasi maupun kekerasan.

Selain proses pidana terhadap pelaku, Muharuddin menekankan pentingnya pertanggungjawaban dari perusahaan tempat oknum debt collector tersebut bekerja apabila keterlibatan pelaku terbukti secara hukum.

“Perusahaan harus bertanggung jawab. Jika terbukti, pelaku harus diberikan sanksi tegas hingga pemecatan. Selain itu, perusahaan juga harus menanggung biaya pengobatan serta memberikan ganti rugi kepada korban atas kerugian yang dialaminya,” ujarnya.

Kasus ini kembali memunculkan sorotan terhadap praktik penagihan utang yang dilakukan secara intimidatif dan berpotensi melanggar hukum. Sejumlah pihak mendesak agar penegakan aturan terhadap aktivitas debt collector dilakukan lebih ketat untuk mencegah terulangnya tindakan serupa di masa mendatang.

Hingga Selasa malam, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan maupun status hukum dalam kasus dugaan penganiayaan tersebut. ***

OJK Ungkap Perkembangan Kasus DSI, Ribuan Lender Ajukan Restitusi untuk Pengembalian Dana

0

DCNews, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan proses pengembalian dana bagi para pemberi pinjaman (lender) yang terdampak kasus gagal bayar Dana Syariah Indonesia (DSI) masih terus berlangsung melalui mekanisme restitusi. Hingga pertengahan 2026, ribuan korban telah mengajukan permohonan pengembalian dana seiring berjalannya proses hukum terhadap kasus tersebut.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, mengatakan bahwa penyelesaian hak para lender saat ini dilakukan melalui mekanisme restitusi yang difasilitasi oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Menurutnya, langkah tersebut menjadi jalur yang ditempuh untuk memberikan kepastian hukum sekaligus membuka peluang pengembalian dana kepada para korban yang terdampak kasus gagal bayar platform pendanaan syariah tersebut.

“Mengingat saat ini kasus DSI dalam proses penegakan hukum, upaya pengembalian dana lender dilakukan melalui mekanisme permohonan restitusi yang difasilitasi oleh LPSK sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Agusman dalam keterangan tertulis, Selasa (16/6/2026).

Sebagai bagian dari proses tersebut, LPSK sebelumnya membuka pendaftaran permohonan restitusi bagi para lender Dana Syariah Indonesia mulai 2 April hingga 1 Mei 2026. Untuk mengakomodasi tingginya minat korban, masa pendaftaran kemudian diperpanjang hingga 15 Mei 2026.

OJK menyatakan terus menjalin koordinasi intensif dengan LPSK guna memastikan seluruh tahapan penyelesaian hak korban berjalan sesuai prosedur. Koordinasi itu mencakup dukungan terhadap proses verifikasi dan validasi permohonan restitusi yang diajukan para lender.

Data yang dihimpun OJK menunjukkan sebanyak 5.832 orang telah mendaftarkan diri sebagai pemohon restitusi. Jumlah tersebut mencerminkan besarnya dampak yang ditimbulkan kasus gagal bayar Dana Syariah Indonesia terhadap para investor maupun pemberi pinjaman yang menempatkan dananya pada platform tersebut.

Agusman menegaskan bahwa tahapan berikutnya akan mengikuti mekanisme hukum yang berlaku, termasuk ketentuan mengenai perlindungan saksi dan korban dalam proses penegakan hukum.

“OJK bersama LPSK akan terus mengawal proses pengembalian dana lender Dana Syariah Indonesia agar berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku dan memberikan kepastian bagi para korban kasus gagal bayar DSI,” ujarnya.

Kasus Dana Syariah Indonesia menjadi salah satu perkara yang mendapat perhatian luas dari masyarakat karena melibatkan ribuan lender yang menunggu kepastian pengembalian dana mereka. Proses restitusi yang tengah berlangsung diharapkan dapat menjadi jalan bagi para korban untuk memperoleh kembali sebagian atau seluruh haknya sesuai hasil proses hukum yang berjalan. ***

APJII: Pengguna Pinjol Didominasi Milenial, Kebutuhan Mendesak Jadi Alasan Utama Masyarakat Berutang Secara Digital

0

DCNews, Jakarta — Ketergantungan masyarakat terhadap layanan pinjaman online (pinjol) masih menunjukkan tren tinggi di Indonesia. Survei terbaru Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengungkap bahwa generasi milenial menjadi kelompok pengguna pinjaman online terbesar pada 2026, sementara kebutuhan mendesak menjadi alasan utama masyarakat mengakses pembiayaan digital tersebut.

Temuan tersebut tercantum dalam Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia 2026 yang dirilis APJII. Hasil survei menunjukkan bahwa pinjaman online tidak lagi sekadar digunakan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga menjadi solusi cepat bagi masyarakat yang menghadapi tekanan keuangan jangka pendek.

Sebanyak 22,8 persen responden mengaku menggunakan pinjaman online untuk memenuhi kebutuhan mendesak, mulai dari biaya kesehatan, menutup utang, hingga kebutuhan tak terduga lainnya. Angka ini menjadi alasan terbesar masyarakat memanfaatkan layanan pinjaman digital.

Alasan berikutnya adalah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan porsi 18,3 persen. Sementara itu, sebanyak 17,6 persen responden memanfaatkan pinjol untuk membeli barang melalui fasilitas cicilan tanpa kartu kredit.

Kemudahan akses juga menjadi faktor penting yang mendorong penggunaan layanan tersebut. Sebanyak 15,9 persen pengguna memilih pinjaman online karena proses pengajuan yang dinilai lebih cepat dan sederhana dibandingkan pembiayaan melalui lembaga keuangan konvensional.

Di sisi lain, promosi dan potongan harga yang ditawarkan penyedia layanan turut menarik minat masyarakat. Sebanyak 10,3 persen responden mengaku menggunakan pinjol karena adanya berbagai insentif tersebut.

APJII juga mencatat bahwa 8,4 persen pengguna memanfaatkan pinjaman online untuk membayar berbagai tagihan rutin seperti listrik dan air. Sementara itu, masing-masing 2,3 persen responden menggunakan pinjol karena tidak memiliki akses terhadap pinjaman perbankan dan untuk kebutuhan modal usaha.

Adapun penggunaan pinjaman online untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup, hiburan, dan rekreasi tercatat sebesar 2 persen. Penggunaan untuk membeli pulsa menjadi alasan paling rendah, hanya 0,1 persen.

Milenial Jadi Pengguna Terbesar

Berdasarkan kelompok usia, generasi milenial berusia 29 hingga 44 tahun masih mendominasi pengguna pinjaman online di Indonesia. APJII mencatat kelompok ini menyumbang 45,6 persen dari total pengguna pinjol nasional.

Posisi kedua ditempati Generasi Z yang berusia 13 hingga 28 tahun dengan kontribusi 35,7 persen. Meski demikian, angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan survei tahun sebelumnya yang mencapai 41,5 persen.

Sementara itu, proporsi pengguna dari Generasi X berusia 45 hingga 60 tahun meningkat menjadi 16,7 persen dari sebelumnya 11,8 persen pada 2025.

Kelompok Baby Boomers berusia 61 hingga 79 tahun menyumbang 2 persen pengguna pinjaman online. Adapun generasi Pra Boomers yang berusia di atas 80 tahun hampir tidak tercatat menggunakan layanan tersebut.

Didominasi Kelompok Berpendapatan Menengah

Survei APJII juga menunjukkan bahwa mayoritas pengguna pinjaman online berasal dari kelompok masyarakat berpenghasilan menengah.

Kelompok dengan pendapatan Rp2,5 juta hingga Rp5 juta per bulan menjadi pengguna terbesar dengan kontribusi 53,5 persen. Angka ini melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 16,9 persen.

Kelompok berpenghasilan Rp1 juta hingga Rp2,5 juta berada di posisi kedua dengan porsi 24,7 persen. Disusul kelompok pendapatan Rp7,5 juta hingga Rp10 juta sebesar 20 persen dan kelompok Rp5 juta hingga Rp7,5 juta sebesar 13,6 persen.

Sebaliknya, penggunaan pinjaman online relatif rendah pada kelompok berpenghasilan tinggi. Pengguna dengan pendapatan Rp10 juta hingga Rp15 juta hanya mencapai 0,7 persen, sementara kelompok dengan penghasilan di atas Rp15 juta hanya 0,2 persen.

Motif Penggunaan Berbeda Antar Generasi

APJII menemukan adanya perbedaan pola penggunaan pinjaman online di setiap kelompok usia, meski kebutuhan mendesak tetap menjadi alasan dominan.

Pada Generasi Z, kebutuhan mendesak menjadi alasan utama dengan porsi 21,2 persen, diikuti belanja kebutuhan sehari-hari sebesar 19,4 persen dan pembelian barang melalui cicilan tanpa kartu kredit sebesar 18,1 persen.

Di kalangan milenial, kebutuhan mendesak juga menempati posisi pertama dengan porsi 22,1 persen. Selanjutnya diikuti pembelian barang melalui cicilan tanpa kartu kredit sebesar 18,6 persen dan kebutuhan sehari-hari sebesar 16,6 persen.

Sementara itu, Generasi X menunjukkan tingkat ketergantungan yang lebih tinggi terhadap pinjol untuk kebutuhan mendesak, yakni mencapai 28,7 persen. Belanja kebutuhan sehari-hari menyumbang 20,7 persen dan pembelian barang secara cicilan tanpa kartu kredit sebesar 13,8 persen.

Berbeda dengan kelompok usia lainnya, Baby Boomers memperlihatkan pola penggunaan yang lebih beragam. Selain kebutuhan mendesak yang mencapai 19 persen, alasan utama lainnya adalah pembelian barang dengan cicilan tanpa kartu kredit serta kemudahan proses pengajuan, yang masing-masing juga tercatat sebesar 19 persen.

Temuan APJII tersebut menunjukkan bahwa pinjaman online masih menjadi instrumen pembiayaan yang banyak digunakan masyarakat untuk mengatasi keterbatasan likuiditas jangka pendek. Namun, tingginya penggunaan oleh kelompok usia produktif dan masyarakat berpendapatan menengah juga menjadi sinyal penting perlunya peningkatan literasi keuangan agar akses pembiayaan digital tidak berujung pada risiko gagal bayar dan jebakan utang. ***

Tahun Baru Islam 1448 H: Asep Dahlan Ajak Masyarakat Hijrah dari Jeratan Pinjol dan Mulai Menata Keuangan

0

DCNews, Jakarta — Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan waktu dalam kalender Islam, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melakukan perubahan mendasar dalam kehidupan, termasuk dalam pengelolaan keuangan. Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, mengajak masyarakat menjadikan semangat hijrah sebagai langkah nyata keluar dari kebiasaan finansial yang merugikan.

Dalam pesan reflektif menyambut Tahun Baru Islam, pria yang akrab disapa Kang Dahlan itu, menekankan bahwa makna hijrah terbaik bukan sekadar berpindah tempat, melainkan berpindah dari kebiasaan yang buruk menuju kehidupan yang lebih baik dan penuh keberkahan.

Menurutnya, salah satu bentuk hijrah yang sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini adalah meninggalkan pola keuangan “gali lubang tutup lubang”, terutama yang melibatkan utang konsumtif dan pinjaman online (pinjol).

“Hijrah terbaik bukan hanya berpindah tempat, melainkan berpindah dari kebiasaan gali lubang tutup lubang hutang pinjaman online menjadi stop dan mulai menata keuangan dengan lebih baik,” ujar Kang Dahlan dalam pesannya memperingati 1 Muharram 1448 H.

Ia menilai banyak keluarga menghadapi tekanan ekonomi bukan semata karena pendapatan yang kurang, tetapi karena pengelolaan keuangan yang belum sehat. Ketergantungan pada utang jangka pendek, khususnya pinjaman online, kerap menimbulkan masalah baru yang semakin membebani kondisi finansial rumah tangga.

Karena itu, Kang Dahlan mengajak masyarakat memanfaatkan pergantian tahun hijriah sebagai titik awal membangun disiplin keuangan. Langkah tersebut dapat dimulai dari menyusun anggaran, mengendalikan pengeluaran konsumtif, menyiapkan dana darurat, serta menghindari utang yang tidak produktif.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pengelolaan keuangan yang baik tidak hanya bertujuan mencapai stabilitas ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meraih keberkahan hidup. Semangat hijrah, kata dia, harus diwujudkan melalui perubahan perilaku yang memberikan manfaat jangka panjang bagi diri sendiri dan keluarga.

“Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1449 H. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan dan kekuatan dalam setiap langkah kita. Bersama hijrah, menata finansial, mencari keberkahan,” tuturnya.

Pesan tersebut mendapat relevansi di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi keuangan. Dalam beberapa tahun terakhir, persoalan utang konsumtif dan penyalahgunaan layanan pinjaman online menjadi tantangan yang dihadapi banyak keluarga Indonesia.

Melalui semangat Tahun Baru Islam, Kang Dahlan berharap masyarakat tidak hanya melakukan introspeksi spiritual, tetapi juga evaluasi terhadap kondisi keuangan pribadi. Sebab, menurutnya, hijrah finansial adalah bagian dari ikhtiar untuk menciptakan kehidupan yang lebih tenang, mandiri, dan berkah.

Hijrah Bukan Hanya Simbol Spriritual

Pesan Kang Dahlan mengandung makna yang dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Di tengah kemudahan akses pinjaman digital, banyak orang terjebak dalam siklus utang yang sulit dihentikan. Momentum 1 Muharram dapat menjadi waktu yang tepat untuk memulai perubahan, mulai dari mencatat pemasukan dan pengeluaran, mengurangi utang konsumtif, hingga membangun kebiasaan menabung secara konsisten. Dengan demikian, hijrah tidak hanya menjadi simbol spiritual, tetapi juga transformasi nyata menuju kondisi keuangan yang lebih sehat dan berkelanjutan. ***

Tahun Baru Hijriah 1448 H, DMI Ajak Umat Islam Perkuat Muhasabah, Ukhuwah, dan Kepedulian Sosial

0

DCNews, Jakarta — Memasuki Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengajak umat Islam di seluruh Indonesia menjadikan momentum pergantian tahun sebagai sarana refleksi diri, memperkuat keimanan, serta mempererat persaudaraan dan kepedulian sosial di tengah berbagai tantangan kehidupan yang dihadapi masyarakat.

Dalam pesan menyambut Tahun Baru Hijriah, DMI menekankan bahwa semangat hijrah yang diwariskan Rasulullah SAW tidak sekadar dimaknai sebagai perpindahan fisik, melainkan sebagai dorongan untuk melakukan transformasi menuju kehidupan yang lebih baik. Nilai-nilai hijrah dinilai relevan untuk membangun pribadi yang lebih berkualitas, keluarga yang lebih harmonis, serta masyarakat yang lebih peduli dan berdaya.

Ketua Umum DMI, M. Jusuf Kalla, menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Hijriah 1448 H kepada seluruh umat Islam. Ia berharap tahun baru Islam menjadi momentum untuk memperkuat optimisme, memperbanyak amal kebajikan, serta mempererat persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

“Semoga tahun yang baru ini membawa keberkahan, kedamaian, dan kemajuan bagi bangsa Indonesia, serta semakin memakmurkan masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pemberdayaan umat,” ujar Jusuf Kalla, Selasa (16/62026).

Menurut DMI, masjid memiliki peran strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter, pendidikan keagamaan, penguatan ekonomi umat, serta ruang pemberdayaan sosial yang mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.

DMI juga mengajak umat Islam untuk menjadikan semangat hijrah sebagai inspirasi dalam membangun kehidupan yang lebih produktif dan bermanfaat bagi sesama. Dengan memperkuat nilai-nilai keislaman, kebersamaan, dan gotong royong, masyarakat diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, maupun kemanusiaan dengan lebih baik.

Momentum 1 Muharram 1448 H, lanjut DMI, hendaknya menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus melakukan perbaikan diri secara berkelanjutan, memperkuat solidaritas sosial, serta berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju, damai, dan maslahat bagi seluruh rakyat.

“Hijrah menuju pribadi yang lebih baik, masyarakat yang lebih kuat, dan Indonesia yang lebih maslahat,” demikian pesan yang disampaikan DMI dalam menyambut Tahun Baru Hijriah 1448 H. ***

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Serentak, Antam Tembus Rp2,839 Juta per Gram

0

DCNews, Jakarta – Harga emas yang dipasarkan melalui Pegadaian kembali menguat pada perdagangan Selasa (16/6/2026). Tiga produk logam mulia yang tersedia, yakni Antam, UBS, dan Galeri24, kompak mencatat kenaikan harga dibandingkan hari sebelumnya, mencerminkan masih tingginya minat investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Berdasarkan data dari aplikasi Sahabat Pegadaian pada pukul 07.29 WIB, harga emas Antam naik menjadi Rp2.839.000 per gram dari sebelumnya Rp2.820.000 per gram. Sementara emas UBS meningkat menjadi Rp2.737.000 per gram dari Rp2.709.000 per gram, dan emas Galeri24 naik menjadi Rp2.718.000 per gram dari Rp2.696.000 per gram.

Kenaikan tersebut memperpanjang tren positif harga emas yang dalam beberapa pekan terakhir bergerak fluktuatif namun cenderung menguat seiring meningkatnya permintaan investor terhadap instrumen lindung nilai.

Berikut daftar lengkap harga emas masing-masing produk.

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp1.425.000
  • 1 gram: Rp2.718.000.
  • ‎2 gram: Rp5.369.000
  • ‎5 gram: Rp13.325.000
  • ‎10 gram: Rp26.580.000
  • ‎25 gram: Rp66.090.000
  • ‎50 gram: Rp133.077.000
  • ‎100 gram: Rp264.023.000
  • ‎250 gram: Rp658.437.000
  • ‎500 gram: Rp1.316.872.000
  • ‎1.000 gram: Rp2.633.743.000

Antam

  • 0,5 gram: Rp1.472.000
  • ‎1 gram: Rp2.839.000
  • ‎2 gram: Rp5.614.000
  • 3 gram: Rp8.395.000
  • ‎5 gram: Rp13.957.000
  • 10 gram: Rp27.857.000
  • ‎25 gram: Rp69.511.000
  • ‎50 gram: Rp138.939.000
  • ‎100 gram: Rp277.797.000

UBS

  • 0,5 gram: Rp1.480.000
  • ‎1 gram: Rp2.737.000
  • ‎2 gram: Rp5.432.000
  • ‎5 gram: Rp13.422.000
  • 10 gram: Rp26.702.000
  • ‎25 gram: Rp66.623.000
  • ‎50 gram: Rp132.973.000
  • ‎100 gram: Rp265.841.000
  • 250 gram: Rp664.407.000
  • ‎500 gram: Rp1.327.254.000

Untuk produk Antam, Pegadaian menyediakan ukuran mulai 0,5 gram hingga 100 gram. Sementara emas UBS tersedia dari ukuran 0,5 gram hingga 500 gram, sedangkan Galeri24 menawarkan pilihan paling lengkap mulai 0,5 gram hingga 1 kilogram.

Harga emas Galeri24 ukuran 0,5 gram dibanderol Rp1.425.000, sedangkan ukuran 1 gram mencapai Rp2.718.000. Untuk ukuran terbesar 1 kilogram, harganya menembus Rp2,63 miliar.

Pada produk Antam, ukuran 0,5 gram dijual Rp1.472.000 dan ukuran 1 gram sebesar Rp2.839.000. Adapun emas UBS ukuran 0,5 gram dipasarkan Rp1.480.000 dan ukuran 1 gram Rp2.737.000.

Pelaku pasar saat ini masih mencermati berbagai perkembangan global, mulai dari arah kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia hingga dinamika geopolitik yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga komoditas, termasuk emas.

Analisis Dahlan Consultant: Momentum Emas Masih Menarik, Namun Investor Perlu Disiplin

Konsultan keuangan sekaligus Pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan atau yang akrab disapa Kang Dahlan, menilai kenaikan harga emas saat ini menunjukkan bahwa logam mulia tetap menjadi instrumen investasi yang diminati ketika ketidakpastian ekonomi global meningkat.

Menurutnya, penguatan harga emas tidak hanya dipengaruhi oleh sentimen geopolitik, tetapi juga ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga global yang berpotensi lebih longgar dalam beberapa bulan mendatang.

“Emas masih menjadi aset lindung nilai yang efektif ketika volatilitas pasar meningkat. Investor melihat emas sebagai tempat yang relatif aman untuk menjaga nilai kekayaan mereka,” kata Kang Dahlan.

Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru membeli emas hanya karena melihat tren kenaikan harga jangka pendek. Investor perlu mempertimbangkan tujuan keuangan, horizon investasi, serta kemampuan keuangan masing-masing.

“Kenaikan harga saat ini memang menarik, tetapi masyarakat sebaiknya menggunakan strategi pembelian bertahap atau dollar cost averaging agar tidak terjebak membeli di harga puncak. Emas idealnya menjadi bagian dari diversifikasi portofolio, bukan satu-satunya instrumen investasi,” ujarnya.

Kang Dahlan menambahkan, bagi investor jangka panjang, prospek emas masih cukup positif selama ketidakpastian global dan tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda. Namun, ia mengingatkan bahwa harga emas tetap berpotensi mengalami koreksi sewaktu-waktu sehingga disiplin investasi menjadi faktor yang sangat penting.

Kata Kunci SEO: harga emas Pegadaian hari ini, harga emas Antam, harga emas UBS, harga emas Galeri24, emas Pegadaian 16 Juni 2026, investasi emas, harga emas terbaru. ***

Perang AS-Iran Menuju Akhir? Kesepakatan Awal Picu Penurunan Harga Minyak Dunia

0

DCNews, Washington – Amerika Serikat dan Iran dikabarkan telah mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik bersenjata yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Kesepakatan tersebut mencakup penghentian operasi militer, pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur utama perdagangan energi dunia, serta dimulainya negosiasi lanjutan mengenai program nuklir Iran dan pencabutan sanksi ekonomi.

Pengumuman itu disampaikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui platform Truth Social pada Minggu sore waktu Washington. Tak lama kemudian, Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif, yang berperan sebagai mediator dalam perundingan, mengonfirmasi bahwa kedua pihak telah menyetujui sebuah kerangka perdamaian.

Memorandum of Understanding (MoU) yang menjadi dasar kesepakatan tersebut dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat mendatang.

Meski rincian lengkap perjanjian belum dipublikasikan, Sharif menyebut kesepakatan itu mencakup penghentian permanen seluruh operasi militer di berbagai front konflik, termasuk di Lebanon, yang selama ini menjadi salah satu titik paling rumit dalam negosiasi antara Washington dan Teheran.

Pemerintah Iran melalui Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi menyatakan seluruh operasi militer akan dihentikan secara permanen mulai Senin malam waktu setempat.

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran, Kazem Gharibabadi mengatakan kedua negara akan memanfaatkan masa gencatan senjata selama 60 hari untuk merundingkan kesepakatan yang lebih komprehensif. Agenda utama pembahasan meliputi pencabutan sanksi terhadap Iran dan masa depan program nuklir negara tersebut.

Selat Hormuz Dibuka Kembali

Dalam pernyataannya, Trump menyebut Selat Hormuz akan kembali dibuka untuk pelayaran internasional mulai Jumat mendatang. Pemerintah AS juga disebut akan mengakhiri blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran yang selama ini menjadi bagian dari tekanan ekonomi terhadap Teheran.

“Kapal-kapal dunia, hidupkan kembali mesin kalian. Biarkan minyak mengalir,” tulis Trump lagi.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Penutupan jalur tersebut selama beberapa bulan terakhir telah menyebabkan lonjakan harga energi global dan memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi internasional.

Pasar merespons positif kabar tersebut. Harga minyak mentah Brent turun sekitar 4 persen pada perdagangan awal Senin, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah lebih dari 4,6 persen. Bursa saham di sejumlah negara Asia juga mencatat penguatan signifikan.

Program Nuklir Iran Masih Menjadi Batu Sandungan

Meski kesepakatan awal telah dicapai, isu program nuklir Iran masih menjadi persoalan utama yang belum terselesaikan.

Sumber diplomatik sebelumnya menyebut pembahasan mengenai nasib cadangan uranium Iran akan menjadi salah satu agenda terpenting dalam perundingan lanjutan. Pemerintah AS menginginkan program nuklir Iran dibongkar secara menyeluruh, sementara Teheran menegaskan program tersebut hanya bertujuan untuk kepentingan sipil dan energi.

Seorang pejabat Iran sebelumnya mengungkapkan bahwa rancangan kesepakatan mencakup kemungkinan pencairan aset Iran senilai US$25 miliar yang selama ini dibekukan. Namun pemerintah AS menegaskan pencairan dana hanya akan dilakukan apabila Iran memenuhi seluruh persyaratan dalam perjanjian perdamaian.

Dalam perkembangan lain, Inggris, Jerman, Prancis, dan Italia menyatakan kesiapan mereka untuk melonggarkan sanksi terhadap Iran apabila Teheran mengambil langkah yang dapat diverifikasi untuk membatasi aktivitas nuklirnya.

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer menegaskan kebebasan navigasi di Selat Hormuz harus segera dipulihkan dan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Israel Belum Memberikan Respons Resmi

Hingga pengumuman kesepakatan disampaikan, pemerintah Israel belum memberikan respons resmi.

Israel sebelumnya menyatakan tidak terlibat dalam pembicaraan langsung antara Amerika Serikat dan Iran. Namun laporan media Israel menyebut Trump telah menghubungi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk memberikan perkembangan terbaru mengenai proses perdamaian tersebut.

Hubungan Trump dan Netanyahu belakangan dilaporkan mengalami perbedaan pandangan terkait operasi militer Israel di Lebanon. Dalam wawancara dengan New York Times, Trump bahkan menyebut Netanyahu sebagai sosok yang “sulit” dalam proses diplomasi kawasan.

Israel selama ini menegaskan tetap mempertahankan kebebasan operasi militernya di Lebanon, sementara Iran menjadikan penghentian serangan di wilayah tersebut sebagai salah satu syarat utama menuju perdamaian.

Ribuan Korban dan Dampak Politik di dalam Negeri AS

Konflik yang dimulai sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu telah menewaskan ribuan orang, terutama di Iran dan Lebanon.

Iran membalas dengan melancarkan serangan ke Israel serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS. Teheran juga menerapkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz yang menyebabkan harga energi dunia melonjak tajam.

Di dalam negeri Amerika Serikat, perang tersebut menjadi beban politik bagi Trump dan Partai Republik. Survei menunjukkan banyak warga Amerika kecewa terhadap kenaikan harga bahan bakar menjelang pemilu sela Kongres pada November mendatang.

Meski demikian, sebagian kalangan Partai Republik tetap mendesak agar program nuklir Iran dihentikan sepenuhnya sebelum kesepakatan permanen disahkan.

Senator Republik Lindsey Graham menyambut baik kesepakatan tersebut, namun menegaskan Kongres akan mengawasi secara ketat setiap perjanjian terkait program nuklir Iran.

Kronologi Konflik hingga Kesepakatan Perdamaian

Konflik meningkat pada 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target-target strategis Iran. Teheran kemudian membalas dengan serangan ke Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS.

Situasi semakin memburuk ketika Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia. Sebagai respons, Washington memperketat blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Pakistan kemudian mengambil peran sebagai mediator dan memfasilitasi komunikasi antara kedua negara. Setelah serangkaian negosiasi intensif, AS dan Iran akhirnya menyepakati kerangka perdamaian yang mencakup penghentian operasi militer, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta perundingan lanjutan mengenai pencabutan sanksi dan program nuklir Iran.

Kesepakatan resmi dijadwalkan ditandatangani di Swiss pada Jumat mendatang, yang berpotensi menjadi titik balik penting bagi stabilitas Timur Tengah dan pasar energi global. ***

OJK Waspadai Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Debitur Valas, Perbankan Diminta Perkuat Manajemen Risiko

0

DCNews, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperingatkan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi meningkatkan tekanan terhadap debitur yang memiliki kewajiban dalam valuta asing (valas), terutama perusahaan yang bergantung pada impor atau memiliki pinjaman berdenominasi dolar AS. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kemampuan bayar debitur dan pada akhirnya berdampak pada kualitas kredit perbankan.

Meski demikian, regulator menegaskan stabilitas industri perbankan nasional hingga saat ini masih berada dalam kondisi terjaga. OJK menilai paparan langsung risiko nilai tukar yang dihadapi perbankan masih relatif rendah dan berada jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan regulator.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan industri perbankan di tengah dinamika ekonomi global yang memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah.

“Secara berkesinambungan, OJK terus melakukan monitoring intensif terhadap perkembangan kinerja industri perbankan,” kata Dian dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Mei 2026.

Menurut Dian, tekanan terhadap rupiah dapat berdampak pada sektor riil melalui kenaikan biaya impor, membengkaknya beban pembayaran utang luar negeri, hingga terganggunya arus kas perusahaan yang memiliki eksposur tinggi terhadap mata uang asing.

Dampak tersebut, kata dia, tidak dirasakan secara merata oleh seluruh sektor usaha. Risiko terbesar berada pada perusahaan yang bergantung pada bahan baku impor atau memiliki struktur pembiayaan yang didominasi pinjaman valas tanpa lindung nilai (hedging) yang memadai.

Di sisi lain, OJK menilai ketahanan industri perbankan terhadap gejolak nilai tukar masih cukup kuat. Hal itu tercermin dari rasio Posisi Devisa Neto (PDN) perbankan yang secara konsisten berada jauh di bawah ambang batas maksimal sebesar 20 persen dari modal bank.

Hingga April 2026, rasio PDN perbankan tercatat sebesar 1,63 persen dengan posisi long. Angka tersebut menunjukkan eksposur langsung industri perbankan terhadap risiko fluktuasi nilai tukar masih berada pada level yang aman.

Namun, OJK mengingatkan bahwa risiko dapat meningkat apabila pelemahan rupiah berlangsung dalam jangka waktu yang lebih panjang. Dalam kondisi tersebut, tekanan terhadap kinerja keuangan debitur berpotensi meningkat dan dapat berdampak pada kualitas aset perbankan.

“Dampak langsung pelemahan rupiah terhadap stabilitas perbankan relatif masih terbatas. Namun apabila pelemahan rupiah berlanjut, tentu akan berpotensi memengaruhi debitur yang memiliki eksposur rentan terhadap pergerakan valuta asing,” ujar Dian.

Pengamat menilai kewaspadaan terhadap risiko nilai tukar menjadi semakin penting di tengah ketidakpastian ekonomi global, termasuk kebijakan suku bunga negara maju, ketegangan geopolitik, dan perlambatan perdagangan internasional. Dalam situasi tersebut, perbankan dituntut memperkuat manajemen risiko serta memastikan debitur memiliki strategi mitigasi terhadap gejolak kurs agar kualitas kredit tetap terjaga. ***

Swedia Hancurkan Tunisia 5-1 di Piala Dunia 2026, Yasin Ayari Cetak Dua Gol

0

DCNews, Jakarta — Tim nasional Swedia membuka kiprahnya di Grup F Piala Dunia 2026 dengan kemenangan telak 5-1 atas Tunisia di Stadion BBVA, Monterrey, Meksiko, Senin (15/6/2026) waktu setempat. Hasil tersebut menjadi modal berharga bagi tim asuhan Graham Potter dalam persaingan menuju babak gugur.

Gelandang serang Yasin Ayari tampil sebagai bintang lapangan setelah memborong dua gol untuk Swedia. Tiga gol lainnya masing-masing dicetak Alexander Isak, Viktor Gyokeres, dan Mattias Svanberg. Sementara Tunisia hanya mampu membalas melalui Omar Rekik, berdasarkan catatan resmi FIFA.

Swedia langsung mengambil kendali permainan sejak menit awal. Tekanan yang mereka bangun membuahkan hasil cepat ketika Ayari mencetak gol pembuka pada menit ketujuh. Gol tersebut membuat tim asal Skandinavia itu semakin percaya diri dalam menguasai jalannya pertandingan.

Keunggulan Swedia bertambah pada menit ke-30. Berawal dari kerja sama apik di lini depan, Viktor Gyokeres mengirimkan umpan yang berhasil diselesaikan dengan baik oleh Alexander Isak untuk mengubah skor menjadi 2-0.

Tunisia sempat memberi perlawanan menjelang turun minum. Omar Rekik memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 pada menit ke-43 setelah memanfaatkan umpan Hannibal Mejbri. Gol itu menjaga asa Tunisia untuk bangkit pada babak kedua.

Namun setelah jeda, Swedia kembali menunjukkan efektivitas serangan mereka. Pada menit ke-59, kombinasi Isak dan Gyokeres kembali menghasilkan gol. Kali ini Isak bertindak sebagai kreator sebelum Gyokeres menuntaskan peluang untuk membawa Swedia unggul 3-1.

Tunisia yang dipimpin pelatih Sabri Lamouchi berupaya meningkatkan intensitas serangan guna mengejar ketertinggalan. Akan tetapi, pertahanan Swedia tampil disiplin dan mampu mematahkan berbagai peluang yang dibangun lawannya.

Saat Tunisia berusaha menekan, Swedia justru semakin menjauh. Mattias Svanberg yang baru masuk menggantikan Jesper Karlstrom langsung memberikan dampak instan dengan mencetak gol keempat pada menit ke-84.

Pesta gol Swedia akhirnya ditutup oleh Ayari pada masa injury time. Memanfaatkan umpan Lucas Bergvall pada menit ke-90+6, gelandang muda tersebut mencetak gol keduanya dalam pertandingan sekaligus memastikan kemenangan telak 5-1.

Selain unggul dalam skor, Swedia juga tampil dominan dalam statistik pertandingan. Tim berjuluk Blågult itu mampu mencatatkan 13 tembakan mengarah ke gawang, sementara Tunisia hanya menghasilkan enam percobaan. Tunisia juga menjadi satu-satunya tim yang menerima kartu kuning dalam laga tersebut. Sepanjang pertandingan, kedua tim tercatat melakukan total 18 pelanggaran.

Kemenangan ini menempatkan Swedia dalam posisi yang kuat di Grup F sekaligus mengirim pesan kepada para pesaingnya bahwa mereka layak diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan yang berpotensi melangkah jauh di Piala Dunia 2026.***