DCNews, Jakarta — Di tengah pesatnya pertumbuhan aset kripto di Indonesia, upaya peningkatan literasi keuangan digital di kalangan generasi muda semakin menjadi perhatian utama. Bursa Kripto Indonesia, PT Central Finansial X (CFX), bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menggandeng mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) untuk memperkuat pemahaman terkait risiko dan peluang dalam ekosistem aset digital.
Program edukasi bertajuk CFX Connect ini digelar sebagai bagian dari kolaborasi lintas sektor guna memastikan pertumbuhan industri kripto tidak hanya cepat, tetapi juga sehat dan berkelanjutan.
Direktur Utama Bursa Kripto CFX, Subani, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam membangun pemahaman yang komprehensif di kalangan mahasiswa, yang dinilai sebagai motor utama adopsi teknologi keuangan digital di masa depan.
“Edukasi menjadi hal yang krusial untuk membangun ekosistem yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aman, terpercaya, dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Subani dalam keterangan tertulis, Jumat.
Ia menambahkan, di balik potensi besar yang dimiliki aset kripto, terdapat dinamika dan risiko yang perlu dikelola secara bijak agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi investor, khususnya pemula.
Senada dengan itu, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menegaskan bahwa tanggung jawab regulator, pelaku industri, dan akademisi tidak hanya mendorong adopsi, tetapi juga memastikan perlindungan konsumen.
Menurut Adi, fenomena fear of missing out (FOMO) masih menjadi tantangan utama dalam investasi aset kripto, di mana masyarakat cenderung mengikuti tren tanpa memahami risiko.
“Kami tidak ingin pasar ini menjadi arena spekulasi semata, di mana masyarakat hanya tergiur narasi ‘cepat kaya’ tanpa memahami risiko yang menyertainya,” kata Adi.
Berdasarkan kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI tahun 2025, mayoritas pemilik aset keuangan digital di Indonesia berasal dari kelompok usia di bawah 35 tahun. Kondisi ini menempatkan generasi muda sebagai aktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekosistem keuangan digital nasional.
Namun demikian, tingginya partisipasi generasi muda juga menuntut peningkatan literasi agar pertumbuhan industri tetap sejalan dengan prinsip kehati-hatian, keamanan, dan perlindungan konsumen.
Manajer Kemahasiswaan FEB UI, Anna Amalyah Agus, menyatakan pihak kampus mendukung penuh inisiatif tersebut dan berkomitmen mendampingi mahasiswa dalam memahami investasi secara tepat.
“Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan regulator maupun pelaku industri agar pengembangan ini tetap berada dalam koridor yang tepat, terawasi, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ke depan, FEB UI juga berharap inisiatif ini dapat menjadi langkah awal dalam pembentukan pusat investasi berbasis kripto di lingkungan kampus, yang tidak hanya mendorong literasi tetapi juga eksperimen dan implementasi nyata di bidang keuangan digital.
Pada edisi perdana tahun 2026, CFX Connect mengangkat tema “Membangun Kepercayaan dalam Ekonomi Aset Keuangan Digital: Peran Regulasi, Infrastruktur Pasar, dan Literasi melalui Generasi Muda.”
Selain sesi edukasi, kegiatan ini juga menghadirkan kompetisi CFX Lab, di mana mahasiswa berperan sebagai analis strategi pasar keuangan digital. Peserta diminta menyusun kajian strategis untuk pengembangan Bursa Kripto CFX sebagai bursa aset digital yang teregulasi di Indonesia.
Acara ini melibatkan panelis dari regulator, akademisi, dan pelaku industri, serta diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas di UI. Diskusi terbuka tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif dan mendorong transparansi dalam perkembangan industri kripto.
Sebagai bentuk apresiasi, kelompok terbaik dalam kompetisi tersebut akan mendapatkan hadiah dalam bentuk aset kripto serta kesempatan mengikuti program magang di ekosistem Bursa Kripto CFX. ***

