DCNews, Jakarta — Harga emas batangan yang diperdagangkan melalui Pegadaian kembali mencatat kenaikan signifikan pada Sabtu (6/6/2026). Tiga produk emas utama yang dipasarkan, yakni Antam, UBS, dan Galeri24, kompak menguat dibandingkan posisi perdagangan sehari sebelumnya, mencerminkan masih kuatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi berbasis logam mulia.
Lonjakan harga tersebut terjadi ketika pasar keuangan global masih dibayangi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang mendorong investor mencari aset yang dianggap lebih aman (safe haven), termasuk emas.
Berdasarkan data resmi dari laman Sahabat Pegadaian yang diakses pada pukul 07.30 WIB, harga emas Antam naik Rp11.000 menjadi Rp2.881.000 per gram dari sebelumnya Rp2.870.000 per gram.
Sementara itu, emas UBS mencatat kenaikan lebih tinggi sebesar Rp20.000 menjadi Rp2.836.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp2.816.000 per gram.
Adapun emas Galeri24 naik Rp17.000 menjadi Rp2.773.000 per gram, dibandingkan harga sehari sebelumnya yang berada di level Rp2.756.000 per gram.
Harga Emas Pegadaian Hari Ini
Emas Antam
- 0,5 gram: Rp1.493.000
- 1 gram: Rp2.881.000
- 2 gram: Rp5.700.000
- 3 gram: Rp8.523.000
- 5 gram: Rp14.170.000
- 10 gram: Rp28.283.000
- 25 gram: Rp70.577.000
- 50 gram: Rp141.071.000
- 100 gram: Rp282.061.000
Emas UBS
- 0,5 gram: Rp1.533.000
- 1 gram: Rp2.836.000
- 2 gram: Rp5.627.000
- 5 gram: Rp13.905.000
- 10 gram: Rp27.662.000
- 25 gram: Rp69.019.000
- 50 gram: Rp137.754.000
- 100 gram: Rp275.400.000
- 250 gram: Rp688.295.000
- 500 gram: Rp1.374.973.000
Emas Galeri24
- 0,5 gram: Rp1.455.000
- 1 gram: Rp2.773.000
- 2 gram: Rp5.480.000
- 5 gram: Rp13.599.000
- 10 gram: Rp27.125.000
- 25 gram: Rp67.449.000
- 50 gram: Rp134.789.000
- 100 gram: Rp269.445.000
- 250 gram: Rp671.960.000
- 500 gram: Rp1.343.918.000
- 1.000 gram: Rp2.687.834.000
Analisis Dahlan Consultant. Prospek Harga Emas Masih Positif
Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, yang akrab disapa Kang Dahlan, menilai penguatan harga emas saat ini menunjukkan bahwa logam mulia masih menjadi pilihan utama investor untuk menjaga nilai aset di tengah tingginya volatilitas pasar keuangan global.
Menurutnya, kombinasi ketidakpastian arah suku bunga global, tensi geopolitik di sejumlah kawasan, serta kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi dunia menjadi faktor yang menopang harga emas tetap berada dalam tren bullish.
“Ketika pasar saham dan instrumen berisiko bergerak fluktuatif, investor cenderung mengalihkan sebagian portofolionya ke emas sebagai aset lindung nilai. Karena itu, kenaikan harga yang terjadi saat ini masih memiliki ruang untuk berlanjut dalam jangka menengah,” kata Kang Dahlan.
Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak membeli emas semata-mata karena faktor kenaikan harga harian. Investor perlu mempertimbangkan tujuan investasi, jangka waktu kepemilikan, serta kemampuan keuangan masing-masing.
“Emas paling ideal dijadikan instrumen penyimpan nilai untuk jangka panjang. Bagi investor ritel, strategi akumulasi bertahap atau dollar cost averaging tetap lebih bijak dibandingkan membeli dalam jumlah besar ketika harga sedang berada di level tinggi,” ujar Kang Dahlan. ***

