OJK: Jawa Barat Jadi Provinsi dengan Pangsa Kredit Terbesar Kedua Nasional

Date:

DCNews, Bandung — Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi serta dinamika perekonomian nasional yang terus bergerak, sektor jasa keuangan di Jawa Barat menunjukkan ketahanan yang solid. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat mencatat kinerja industri keuangan daerah tersebut tetap tumbuh positif sepanjang triwulan I 2026, ditopang oleh stabilitas perbankan dan tingginya kepercayaan masyarakat.

Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman mengatakan berbagai indikator utama perbankan masih mencatat pertumbuhan yang sehat hingga Maret 2026. Kondisi tersebut tercermin dari kenaikan aset, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), serta penyaluran kredit yang tetap berada di jalur positif meskipun menghadapi tekanan ekonomi dari dalam maupun luar negeri.

“Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan masih tetap kuat,” ujar Darwisman dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).

Data OJK menunjukkan total aset perbankan di Jawa Barat tumbuh 5,93 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga meningkat 9,17 persen dan penyaluran kredit tumbuh 1,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi kualitas pembiayaan, tingkat risiko kredit masih berada dalam batas aman. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tercatat sebesar 3,44 persen, yang dinilai masih terjaga dan berada dalam ambang batas yang dapat dikendalikan industri perbankan.

Pada saat yang sama, fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan agresif. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) mencapai 135,27 persen, menunjukkan bahwa nilai kredit yang disalurkan kepada masyarakat lebih besar dibandingkan dana yang berhasil dihimpun dari nasabah.

Hingga Maret 2026, total kredit yang disalurkan berdasarkan lokasi proyek di Jawa Barat mencapai Rp1.047 triliun. Angka tersebut menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi dengan pangsa kredit terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta, dengan kontribusi mencapai 11,85 persen terhadap total kredit nasional.

Sejumlah sektor ekonomi menjadi motor utama pertumbuhan kredit dengan tingkat risiko yang relatif rendah. Kredit untuk sektor rumah tangga tercatat sebesar Rp438,16 triliun atau tumbuh 4,82 persen secara tahunan dengan NPL gross 3,18 persen.

Sektor industri pengolahan juga menunjukkan performa positif dengan nilai kredit mencapai Rp170,72 triliun atau meningkat 6,50 persen secara tahunan dan memiliki rasio NPL gross sebesar 2,62 persen.

Pertumbuhan yang lebih tinggi bahkan terjadi pada sektor real estate. Kredit pada sektor ini mencapai Rp38,31 triliun atau melonjak 12,79 persen secara tahunan, dengan tingkat kredit bermasalah yang sangat rendah, yakni 0,75 persen.

Selain itu, kredit pada sektor non-usaha lainnya tercatat sebesar Rp43,24 triliun atau tumbuh 5,42 persen dengan NPL gross 1,64 persen. Sementara sektor transportasi dan pergudangan membukukan kredit sebesar Rp30,54 triliun atau meningkat 0,62 persen secara tahunan dengan NPL gross hanya 0,62 persen.

Meski demikian, OJK mencatat perlambatan pertumbuhan kredit masih terjadi pada beberapa sektor unggulan. Penurunan penyaluran kredit tercatat pada sektor perdagangan besar dan eceran sebesar Rp4,30 triliun, sektor konstruksi Rp2,09 triliun, serta sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar Rp3,67 triliun.

Menurut Darwisman, perlambatan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya risiko kredit pada sejumlah sektor tersebut sehingga mendorong perbankan untuk lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan.

OJK Jawa Barat, lanjutnya, akan terus mendorong industri perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit ke sektor-sektor produktif yang memiliki prospek pertumbuhan dan risiko yang terukur.

“Upaya ini penting agar pertumbuhan ekonomi daerah dapat berlangsung secara berkelanjutan sekaligus menjaga stabilitas sektor jasa keuangan di Jawa Barat,” kata Darwisman. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Polisi Gagalkan Dugaan Penarikan Motor oleh Debt Collector di RSUD Ahmad Yani Metro, Warga Lapor via Call Center 110

DCNews, Metro — Upaya dugaan penarikan sepeda motor oleh sejumlah...

Oknum TNI Jadi Tersangka Kasus Pembacokan Dua Anggota Brimob di Serang, Diduga Bekingi Debt Collector

DCNews, Serang — Penyidikan kasus pembacokan terhadap dua anggota...

Mahasiswa Papua Bentrok dengan Debt Collector di Makassar, Polisi Turun Tangan Amankan Situasi

DCNews, Makassar — Persoalan penarikan kendaraan oleh perusahaan pembiayaan...

Utang Pinjol Tembus Rp102 Triliun, OJK Sebut Kredit Macet Masih Terkendali

DCNews, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, pembiayaan...