DCNews, Jakarta — Harga emas batangan di Pegadaian kompak turun pada Sabtu (14/2/2026) pagi, dengan produk UBS dibanderol Rp2.961.000 per gram dan Galeri24 Rp2.938.000 per gram, mencerminkan koreksi pasar setelah reli harga dalam beberapa hari terakhir.
Data yang dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian pada pukul 05.57 WIB menunjukkan, harga emas UBS melemah dari posisi sebelumnya Rp3.008.000 per gram. Sementara Galeri24 turun dari Rp2.992.000 menjadi Rp2.938.000 per gram.
Penurunan ini menandai koreksi masing-masing sebesar Rp47.000 per gram untuk UBS dan Rp54.000 per gram untuk Galeri24 dalam sehari.
Pegadaian menegaskan harga jual emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global dan nilai tukar rupiah.
Adapun emas Galeri24 tersedia dalam ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram). Sementara emas UBS dipasarkan mulai dari 0,5 gram hingga 500 gram.
Untuk emas produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam, pembaruan harga di laman resmi Logam Mulia biasanya dilakukan setelah pukul 08.30 WIB.
Rincian Harga Emas Galeri24
- 0,5 gram: Rp1.541.000
- 1 gram: Rp2.938.000
- 2 gram: Rp5.805.000
- 5 gram: Rp14.406.000
- 10 gram: Rp28.734.000
- 25 gram: Rp71.449.000
- 50 gram: Rp142.784.000
- 100 gram: Rp285.428.000
- 250 gram: Rp711.816.000
- 500 gram: Rp1.423.631.000
- 1.000 gram: Rp2.847.262.000
Rincian Harga Emas UBS
- 0,5 gram: Rp1.601.000
- 1 gram: Rp2.961.000
- 2 gram: Rp5.876.000
- 5 gram: Rp14.521.000
- 10 gram: Rp28.888.000
- 25 gram: Rp72.078.000
- 50 gram: Rp143.860.000
- 100 gram: Rp287.607.000
- 250 gram: Rp718.806.000
- 500 gram: Rp1.435.926.000
Analisis Pasar
Koreksi harga emas domestik terjadi di tengah volatilitas harga emas global yang sensitif terhadap pergerakan suku bunga Amerika Serikat, penguatan dolar AS, serta dinamika geopolitik. Ketika imbal hasil obligasi AS naik, daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil cenderung menurun, memicu aksi ambil untung (profit taking).
Di dalam negeri, pergerakan harga juga dipengaruhi fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pelemahan rupiah dapat menahan penurunan harga emas domestik, sementara penguatan rupiah berpotensi memperdalam koreksi.
Meski mengalami penurunan harian, tren jangka menengah emas masih relatif kuat seiring meningkatnya permintaan lindung nilai (safe haven) dan pembelian fisik menjelang Ramadan. Investor ritel umumnya memanfaatkan fase koreksi sebagai momentum akumulasi bertahap, terutama pada denominasi kecil 0,5 gram hingga 5 gram yang paling likuid di pasar. ***

