DCNews, Jakarta – Konsultan keuangan Asep Dahlan, sekaligus pendiri Dahlan Consultant mengajak masyarakat untuk membangun pola hidup yang sehat, tenang, dan nyaman secara finansial tanpa harus bergantung pada pinjaman online (pinjol). Menurutnya, kemudahan akses pinjol sering kali menjerat masyarakat dalam siklus utang yang berujung pada tekanan psikologis dan menurunnya kualitas hidup.
“Dan bahkan, sampai yang harus mengakhiri hidupnya karena dikejar- kejar penagihan utang atau debt colector. Tragis memang. Tapi inilah fakta yang terjadi di masyarakat kita akibat tekanan ekonomi tentunya,” kata pria yang akrab disapa Kang Dahlan kepada DCNews, Rabu (24/12/2025).
Kang Dahlan menilai, maraknya penggunaan pinjol tidak lepas dari gaya hidup konsumtif serta minimnya perencanaan keuangan jangka panjang. Banyak orang, kata dia, mengambil pinjaman bukan untuk kebutuhan produktif, melainkan untuk menutup pengeluaran yang seharusnya bisa dikelola sejak awal.
“Hidup sehat dan tenang itu dimulai dari keuangan yang tertata. Ketika seseorang terus-menerus dikejar cicilan dan bunga pinjaman online, yang terganggu bukan hanya dompet, tetapi juga kesehatan mental dan hubungan sosial,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa ketenangan hidup tidak selalu identik dengan penghasilan besar, melainkan kemampuan mengelola pendapatan secara bijak. Langkah sederhana seperti membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun anggaran bulanan, serta menyiapkan dana darurat dinilai jauh lebih efektif dibandingkan mengandalkan pinjaman cepat berbunga tinggi.
Menurut Kang Dahlan, pinjaman online seharusnya menjadi pilihan terakhir dalam kondisi darurat yang benar-benar mendesak, bukan solusi rutin setiap kali keuangan menipis. Ia mengingatkan bahwa bunga dan denda pinjol dapat membengkak dalam waktu singkat, sehingga berpotensi menjerumuskan peminjam ke masalah keuangan yang lebih besar.
“Banyak klien datang dengan kondisi stres berat karena utang pinjol. Padahal, jika sejak awal disiplin menabung dan menyesuaikan gaya hidup dengan kemampuan, masalah itu bisa dihindari,” katanya.
Tingkatkan Literasi Keuangan
Selain pengelolaan anggaran, Kang Dahlan juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan literasi keuangan melalui edukasi berkelanjutan. Pemahaman tentang pengelolaan utang, investasi dasar, dan perencanaan keuangan keluarga dinilai penting agar masyarakat tidak mudah tergoda tawaran pinjaman instan.
Ia menambahkan, hidup nyaman secara finansial juga berdampak langsung pada kesehatan fisik dan mental. Dengan beban keuangan yang terkendali, seseorang dapat lebih fokus pada hal-hal produktif, menjaga kesehatan, serta membangun hubungan keluarga yang harmonis.
“Tujuan keuangan bukan sekadar kaya, tetapi hidup yang lebih berkualitas. Tanpa utang konsumtif dan tanpa pinjaman online yang membebani, masyarakat bisa menjalani hidup yang lebih sehat, tenang, dan bermartabat,” pungkas Asep Dahlan. ***

