OJK Pastikan Perbankan Aman, Layanan dan Likuiditas Tetap Stabil Pasca Demonstrasi

Date:

DCNews, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa stabilitas sistem perbankan nasional tetap terjaga meski sempat dilanda gejolak sosial akibat aksi demonstrasi pekan lalu. OJK memastikan layanan perbankan berjalan normal tanpa gangguan signifikan, baik dari sisi operasional maupun kepercayaan nasabah.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan perbankan mampu menjaga keberlangsungan layanan melalui jaringan ATM, mobile banking, hingga operasional kantor cabang. Meski demikian, beberapa kantor cabang yang berdekatan dengan lokasi unjuk rasa sempat melakukan penyesuaian jam operasional atau penutupan sementara.

“Dampak unjuk rasa terhadap operasional perbankan relatif minimal. Tidak ada indikasi penarikan dana besar-besaran, sementara pergerakan dana pihak ketiga masih berada dalam batas normal sesuai siklus akhir dan awal bulan,” ujar Dian dalam RDK OJK secara daring, Jumat (5/9/2025).

OJK juga meminta perbankan memperkuat komunikasi dengan nasabah untuk mencegah potensi penarikan dana dalam jumlah besar, sekaligus memperkuat mitigasi risiko konsentrasi. Di sisi lain, tren penggunaan layanan digital terus meningkat, mencerminkan pergeseran masyarakat yang semakin mengandalkan transaksi online.

Sedangkan dari sisi kinerja, lanjut Dian, OJK mencatat penyaluran kredit pada Juli 2025 tumbuh 7,03% secara tahunan menjadi Rp8.043 triliun. Pertumbuhan tersebut melambat dibanding Juni 2025 yang mencapai 7,77% (yoy). Kredit investasi menjadi motor utama dengan pertumbuhan 12,42%, diikuti kredit konsumsi 8,11% dan kredit modal kerja 3,08%.

Berdasarkan kepemilikan, kredit dari kantor cabang bank asing tumbuh paling tinggi sebesar 9,9% (yoy). Sementara dari kategori debitur, kredit korporasi naik 9,59%, sedangkan kredit UMKM hanya tumbuh 1,82% di tengah upaya pemulihan kualitas kredit sektor tersebut.

Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Juli 2025 tercatat naik 7% (yoy) menjadi Rp9.294 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Juni 2025 sebesar 6,96% (yoy). Giro tumbuh 10,72%, tabungan 5,91%, dan deposito 4,84%.

Likuiditas perbankan juga tetap kuat dengan rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) di level 119,43% dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 27,08%, jauh di atas ambang batas masing-masing 50% dan 10%. Sementara itu, Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat mencapai 205,26%, menegaskan daya tahan likuiditas industri perbankan tetap solid. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

THR ASN 2026 Mulai Cair: Rp11,16 Triliun Sudah Disalurkan, Kemenkeu Tunggu Pengajuan Kementerian dan Daerah

DCNews, Jakarta — Pemerintah mulai menyalurkan Tunjangan Hari Raya...

KPK Tangkap Bupati Rejang Lebong dalam OTT Dugaan Suap Proyek, 9 Orang Dibawa ke Jakarta

DCNews, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Rejang...

Seleksi Dewan Komisioner OJK Dipercepat, Purbaya: Gejolak Perang Timur Tengah Guncang Pasar

DCNews, Jakarta — Pemerintah mempercepat proses seleksi anggota Dewan...

OJK Prediksi Pinjol Naik 30 Persen Saat Ramadan–Lebaran 2026, Kebutuhan Konsumsi dan UMKM Jadi Pemicu

DCNews, Jakarta — Penyaluran pinjaman online atau fintech peer-to-peer (P2P)...