Erupsi Anak Krakatau Ganggu 2.961 Penerbangan, OJK Dorong Masyarakat Lindungi Risiko Perjalanan

Date:

DCNews, Jakarta — Erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya mengganggu mobilitas ribuan penumpang, tetapi juga memperlihatkan besarnya risiko finansial yang dapat muncul ketika perjalanan terganggu bencana. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa perlindungan asuransi perjalanan masih relevan di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan bencana, termasuk kebakaran hutan dan erupsi gunung, dapat menimbulkan risiko finansial yang tidak selalu dapat diprediksi masyarakat saat melakukan perjalanan.

“Kondisi cuaca ekstrem menunjukkan bahwa perjalanan memiliki berbagai risiko yang dapat menimbulkan kerugian finansial bagi masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap perlindungan perjalanan tetap relevan,” kata Ogi dalam jawaban tertulis, Selasa (8/9/2026).

Menurut Ogi, rangkaian kejadian tersebut menjadi gambaran bahwa asuransi perjalanan tidak sekadar pelengkap, tetapi dapat menjadi instrumen perlindungan ketika perjalanan mengalami pembatalan, penundaan, atau gangguan akibat kondisi di luar kendali penumpang.

Prospek Asuransi Perjalanan Masih Terbuka

OJK melihat prospek industri asuransi perjalanan masih terbuka seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, baik untuk perjalanan domestik maupun internasional.

Namun, Ogi menilai pertumbuhan tersebut perlu didukung produk asuransi yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Produk juga harus mudah dipahami, terjangkau, dan dapat diakses secara praktis.

“Untuk mendorong pertumbuhannya, produk perlu semakin relevan, sederhana, terjangkau, dan mudah diakses oleh masyarakat, termasuk melalui kanal digital,” ujar Ogi.

Dorongan tersebut menjadi semakin penting karena risiko perjalanan dapat muncul secara tiba-tiba. Gangguan penerbangan akibat bencana, misalnya, berpotensi menimbulkan biaya tambahan bagi penumpang, mulai dari perubahan jadwal hingga kebutuhan akomodasi dan transportasi lanjutan.

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Ribuan Penerbangan

Erupsi Gunung Anak Krakatau sebelumnya berdampak pada operasional penerbangan di sejumlah wilayah Jawa dan Sumatra. Pemerintah menutup delapan bandara yang terdampak gangguan aktivitas vulkanik tersebut.

Delapan bandara itu meliputi Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Halim Perdanakusuma di Jakarta, Radin Inten II di Lampung, Husein Sastranegara di Bandung, Budiarto di Curug, Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Muhammad Taufiq Kiemas di Lampung, dan Atungbusu di Sumatra Selatan.

Dampaknya meluas ke ratusan ribu penumpang. Hingga kini, sekitar 341.000 penumpang tercatat terdampak akibat pembatalan, penundaan, maupun pengalihan penerbangan.

Secara keseluruhan, gangguan tersebut mencakup 2.961 penerbangan, terdiri atas 2.339 penerbangan domestik dan 622 penerbangan internasional.

Bagi OJK, skala gangguan tersebut menunjukkan bahwa risiko perjalanan dapat berkembang menjadi persoalan finansial yang signifikan. Karena itu, penguatan produk asuransi perjalanan yang sederhana, terjangkau, dan mudah diakses dinilai penting untuk memperluas perlindungan masyarakat. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pemerintah Bentuk Satgas Kopdes Merah Putih, Cicilan Rp40 Triliun Dijamin Tak Gagal Bayar

DCNews, Jakarta — Pemerintah memperketat pengawasan terhadap operasional Koperasi Desa/Kelurahan...

Inflasi China Mulai Memanas, Harga Energi dan Cip Jadi Ancaman Baru Ekonomi Global

DCNews, Guangzhou — Inflasi China kembali menunjukkan tanda-tanda menguat...

Nasabah Laporkan Dugaan Kebocoran Data ke Polda Jatim, 7 Bulan Masih Menanti Kepastian Hukum

DCNews, Surabaya — Ketika seorang penagih utang datang membawa...

Reshuffle Kabinet Prabowo, Pengamat Ingatkan Jangan Ganti Menteri Cuma karena Tak Loyal Politik

DCNews, Jakarta — Wacana reshuffle kabinet pemerintahan Presiden Prabowo...