Trump Tunda Serangan ke Iran Setelah Tekanan Negara Teluk, Peluang Kesepakatan Damai Menguat

Date:

DCNews, Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda rencana dimulainya kembali serangan terhadap Iran setelah sejumlah negara di kawasan Teluk menyampaikan keyakinan bahwa peluang tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik secara penuh semakin terbuka.

Dalam pernyataannya di Gedung Putih pada Senin (19/5), Trump mengatakan keputusan itu diambil setelah menerima permintaan langsung dari para pemimpin Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, serta sejumlah negara lain di Timur Tengah agar Washington memberi ruang bagi proses diplomasi yang sedang berlangsung.

“Mereka meminta saya menunda serangan karena mereka percaya kesepakatan sudah sangat dekat tercapai,” kata Trump kepada wartawan, seperti dikutip Anadolu.

Trump menegaskan, pemerintahannya masih membuka peluang penyelesaian damai selama Iran dipastikan tidak memiliki akses terhadap senjata nuklir.

“Jika kita bisa mencapai itu tanpa harus membombardir mereka habis-habisan, saya akan sangat senang,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal terbaru bahwa Gedung Putih tengah menimbang jalur diplomasi di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Washington, Tel Aviv, dan Teheran dalam beberapa bulan terakhir.

Trump juga mengungkapkan bahwa keputusan penundaan serangan telah disampaikan kepada Israel dan sejumlah mitra strategis Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Sehari sebelumnya, Trump sempat melontarkan peringatan keras kepada Iran. Dalam pernyataannya pada Minggu (18/5), ia mengatakan “waktu terus berjalan” bagi Teheran untuk mengambil langkah sebelum “tidak ada yang tersisa dari mereka.”

Konflik di kawasan meningkat tajam sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Pemerintah Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan ke wilayah Israel serta pangkalan sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Situasi semakin memburuk setelah Iran menutup Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia yang selama ini menjadi salah satu titik paling strategis di Timur Tengah.

Upaya meredakan konflik sempat dilakukan melalui gencatan senjata dua pekan yang dimediasi Pakistan dan mulai berlaku pada 8 April. Namun, perundingan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan permanen.

Meski demikian, Trump kemudian memutuskan memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu menjelang berakhirnya masa penghentian konflik sebelumnya, sebagai bagian dari upaya membuka ruang negosiasi baru di kawasan. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

DPR Setujui RUU SDI Jadi Usul Inisiatif, Targetkan Tata Kelola Data Nasional yang Terintegrasi

DCNews, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, resmi...

OJK Siapkan Tiga Fokus Strategis untuk Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah 2026

DCNews, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan tiga...

Rumah Ruben Onsu Dikabarkan Akan Dilelang Bank, Ketua RT Buka Suara soal Kondisi Sebenarnya

DCNews, Jakarta — Kabar yang menyebut rumah milik presenter Ruben...

Istana Minta Kasus Febrie Adriansyah Tak Dikaitkan dengan Presiden Prabowo

DCNews, Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa proses hukum yang...