Nvidia Optimistis Pasar AI China Akan Terbuka Meski Ekspor Chip AS Masih Tertahan

Date:

DCNews, Beijing — Chief Executive Officer Jensen Huang menyatakan keyakinannya bahwa pasar kecerdasan buatan (AI) China pada akhirnya akan kembali terbuka bagi perusahaan teknologi Amerika Serikat, meski pembicaraan tingkat tinggi antara Washington dan Beijing belum menghasilkan terobosan konkret terkait ekspor chip canggih.

Pernyataan itu disampaikan Huang usai menghadiri rangkaian kunjungan Presiden Amerika Serikat ke Beijing pada 14–15 Mei, yang mempertemukan pemimpin kedua negara untuk membahas isu perdagangan, teknologi, dan geopolitik. Namun, pertemuan tersebut belum membuka jalan bagi NVIDIA Corporation untuk kembali menjual chip AI H200 ke pasar China.

Dalam wawancara dengan Bloomberg, Huang mengatakan pembatasan ekspor yang berkepanjangan justru berpotensi mempercepat upaya China membangun industri semikonduktor domestik yang sepenuhnya mandiri. Menurut dia, langkah tersebut dapat melemahkan dominasi teknologi Amerika Serikat dalam jangka panjang. “Mengusir perusahaan Amerika dari pasar asing bukanlah solusi,” kata Huang.

Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya telah memberikan lisensi ekspor kepada puluhan perusahaan China, termasuk Alibaba Group, Tencent, ByteDance, dan JD.com. Lisensi juga diberikan kepada sejumlah distributor teknologi seperti Lenovo dan Foxconn.

Meski demikian, hingga kini belum ada satu pun chip H200 yang dikirim ke China karena otoritas Beijing belum memberikan persetujuan impor domestik. Pemerintah China masih memprioritaskan pengembangan chip AI lokal guna mengurangi ketergantungan pada teknologi Amerika.

Huang memperkirakan nilai pasar chip AI China mencapai sekitar US$50 miliar per tahun, menjadikannya pasar komputasi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Ia menilai kehilangan akses ke pasar tersebut menjadi pukulan besar bagi Nvidia, yang pendapatannya dari China dilaporkan anjlok drastis sejak Washington memperketat pembatasan ekspor semikonduktor canggih.

Departemen Perdagangan AS sejauh ini telah menyetujui pembelian hingga 75.000 unit chip H200 per perusahaan untuk sekitar 10 perusahaan China. Secara total, lisensi yang diterbitkan mencakup sekitar 750.000 chip. Namun, tanpa persetujuan dari pemerintah China, pengiriman dan transaksi komersial masih tertahan.

Ketidakpastian itu kini menjadi perhatian utama investor global yang menunggu laporan kinerja kuartal pertama Nvidia pada Rabu mendatang. Pelaku pasar akan mencermati apakah ketegangan geopolitik antara Washington dan Beijing mulai memengaruhi prospek pertumbuhan perusahaan AI terbesar di dunia tersebut. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

DPR, OJK, dan Direksi Baru BEI Sepakat Benahi Tata Kelola Bursa, Fokus pada Transparansi dan Integritas Pasar Modal

DCNews, Jakarta — Pimpinan DPR RI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK),...

Satgas PASTI Tindak Tegas Finfluencer Promosikan Investasi Bodong

DCNews, Jakarta — Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas...

Rekap Harian, Piala Dunia 2026: Inggris Taklukkan Kroasia, Portugal Ditahan Kongo, Ghana Menang Dramatis

DCNews, Jakarta — Inggris mengawali kampanye mereka di Piala Dunia...

OJK Batasi Layanan Paylater Hanya untuk Bank dan Perusahaan Pembiayaan, Masa Transisi hingga Akhir 2027

DCNews, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat pengaturan industri...