Microsoft Hentikan Sementara Pembelian Kredit Karbon, Industri Penghilangan CO2 Global Terguncang

Date:

DCNews, Jakarta — Industri penghilangan karbon global menghadapi ketidakpastian baru setelah Microsoft Corporation dilaporkan menghentikan sementara pembelian kredit karbon dalam beberapa hari terakhir. Informasi tersebut, yang pertama kali diungkap oleh Heatmap News, telah disampaikan kepada sejumlah pemasok dan mitra, memicu kegelisahan di sektor yang sangat bergantung pada perusahaan teknologi tersebut.

Dominasi Microsoft dalam pasar ini tidak tertandingi. Hingga kini, perusahaan telah membeli sekitar 45 juta ton penghilangan karbon—jauh melampaui pembeli terbesar kedua, Frontier, yang hanya mencapai sekitar 1,8 juta ton. Data BloombergNEF menunjukkan bahwa pada 2025, Microsoft menguasai sekitar 93 persen pembelian global kredit penghilangan CO2.

Ketergantungan ekstrem ini membuat pasar sangat rentan terhadap perubahan strategi satu perusahaan.

Langkah penghentian sementara ini juga mengejutkan karena terjadi tak lama setelah Microsoft mengumumkan sejumlah kesepakatan besar. Di antaranya adalah pembelian 626.000 ton dari proyek bioenergi di Saskatchewan, Kanada, serta kesepakatan biochar senilai 1 juta ton dengan Liferaft pada Maret. Bahkan, pada Januari 2026, perusahaan masih menambah hampir 5 juta ton kredit baru.

Microsoft sebelumnya berkomitmen menjadi perusahaan karbon negatif pada 2030 dan menghapus seluruh jejak emisi sejak berdiri pada 1975 paling lambat 2050. Namun, ekspansi besar-besaran pusat data untuk mendukung teknologi kecerdasan buatan disebut-sebut mulai menekan alokasi anggaran perusahaan, termasuk untuk pembelian kredit karbon.

Situasi ini diperparah oleh perubahan arah kebijakan di Amerika Serikat. Pemerintahan Donald Trump dilaporkan mengalihkan lebih dari 500 juta dolar AS dana federal untuk mendukung pembangkit listrik batu bara tua, meskipun Kongres tetap mengalokasikan 116 juta dolar AS untuk riset dan program pembelian karbon pada 2026.

Tanpa peran dominan Microsoft, analis memperkirakan akan terjadi kekosongan besar dalam permintaan pasar. Laporan Carbon Pulse menyebutkan bahwa pembeli korporasi lain kini dituntut untuk mengambil peran lebih besar guna menjaga keberlangsungan industri.

Pihak Microsoft menegaskan bahwa langkah ini bukan penghentian permanen. Dalam pernyataan resminya, juru bicara perusahaan menyebut bahwa Microsoft “terus meninjau portofolio penghilangan karbon dan kondisi pasar untuk mencapai keseimbangan optimal dalam perjalanan menuju target karbon negatif.”

Meski demikian, ketidakpastian tetap membayangi. Industri kini menunggu arah kebijakan selanjutnya dari perusahaan yang selama ini menjadi tulang punggung pasar penghilangan karbon global. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Habib Aboe Bakar Silaturahmi dengan 18 Ulama di Madura

DCNews, Madura — Polemik yang sempat berkembang antara anggota...

Fakta Baru Pembunuhan di Lampung Selatan, Ternyata Pelaku Terjerat Pinjol dan Judi Online

DCNews, Lampung Selatan — Suara teriakan minta tolong yang...

Posisi Strategis Sekretaris Kabinet

Oleh: Fahri Hamzah (Wakil Menteri PKP, juga Wakil Ketua...

Akses Diskusi DPR Disebut Tertutup, TB Hasanuddin Soroti Minimnya Kehadiran Menhan dan Menlu

DCNews, Jakarta — Anggota Komisi I DPR RI dari...