DCNews, Jakarta — PT Pegadaian (Persero) kembali merilis perkembangan harga emas batangan yang diperdagangkan melalui layanannya. Namun hingga Rabu (11/2/2026), harga emas Antam belum juga tercantum di situs resmi Sahabat Pegadaian, memperpanjang absennya produk logam mulia paling populer di Tanah Air dari etalase penjualan perusahaan pelat merah tersebut.
Pantauan di laman Sahabat Pegadaian menunjukkan, daftar harga emas Antam—mulai dari ukuran terkecil 0,5 gram hingga terbesar 1.000 gram—belum tersedia. Situasi ini bukan kali pertama terjadi. Pada pertengahan 2025 lalu, emas Antam sempat menghilang dari Pegadaian selama lebih dari dua bulan, tepatnya sejak 26 Mei hingga kembali tersedia pada 1 Agustus 2025.
Meski demikian, Pegadaian tetap menawarkan alternatif emas batangan dari produsen lain. Untuk emas cetakan PT Untung Bersama Sejahtera (UBS) ukuran 0,5 gram, harga hari ini dipatok sebesar Rp 1.623.000, naik Rp 5.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya. Sementara ukuran 1 gram dijual Rp 3.002.000, menguat Rp 9.000 dari posisi kemarin.
Kenaikan juga tercatat pada emas batangan Galeri 24. Untuk ukuran 0,5 gram, Pegadaian membanderol harga Rp 1.567.000, naik Rp 4.000 dalam sehari. Sedangkan emas Galeri 24 ukuran 1 gram dijual seharga Rp 2.987.000, atau naik Rp 8.000 dibandingkan harga sebelumnya.
Pegadaian sendiri merupakan anak usaha dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan menjadi salah satu kanal utama masyarakat dalam mengakses investasi emas ritel di Indonesia. Berikut daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian sebagaimana tercantum di situs Sahabat Pegadaian:

Analisis pasar: Penguatan Harga, Solidnya Perkintaan
Penguatan harga emas UBS dan Galeri 24 di tengah absennya emas Antam mencerminkan tetap solidnya permintaan investor ritel terhadap aset lindung nilai. Ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi nilai tukar rupiah, serta ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga global masih menjadi faktor utama yang menopang harga emas domestik.
Dalam jangka pendek, tren penguatan berpeluang berlanjut, terutama jika tekanan geopolitik dan volatilitas pasar keuangan global belum mereda, menjadikan emas tetap relevan sebagai instrumen perlindungan nilai. ***

