OVO Finansial Beri Keringanan Cicilan bagi Peminjam Terdampak Banjir Sumatra

Date:

DCNews, Jakarta — OVO dan Grab Indonesia akan merelaksasi tagihan pendanaan mereka bagi pelanggan yang terdampak oleh bencana di Sumatra bagian barat dan utara. Pendanaan itu diberikan oleh OVO Finansial kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Chief Operating Officer OVO Eddie Martono menyatakan kebijakan relaksasi tersebut dilakukan untuk membantu para penerima dana yang terdampak agar lebih fokus pada hal-hal yang lebih penting saat ini.

“Di sini, bekerja sama dengan Grab juga, kita memberikan program relaksasi untuk memastikan bahwa they focus on where it matters,” ujar Eddie dalam pertemuan dengan awak media di Jakarta, Rabu kemarin (3/12/2025).

Eddie menambahkan bahwa program pemberian dana OVO Finansial akan dilanjutkan kembali sesuai dengan observasi situasi dan kondisi di lapangan. Eddie tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai detail dari situasi dan kondisi yang dapat membuat program tersebut dimulai kembali.

Sebagai informasi, OVO Finansial atau PT Indonusa Bara Sejahtera merupakan entitas yang terpisah dari OVO (PT Visionet Internasional) yang menjadi Penyedia Jasa Pembayaran (PJP). OVO Finansial merupakan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) yang menyalurkan pinjaman melalui GrabModal.

OVO Finansial melaporkan telah menyalurkan pendanaan lebih dari Rp6 triliun melalui GrabModal kepada lebih dari 445.000 mitra pengemudi dan pengusaha UMKM.

“Ketika kita bicara inklusi finansial, itu tidak semata-mata metode pembayaran atau transfer, tetapi bagaimana kita bisa membantu segmen yang kurang dilayani ketika kita bicara terkait pendanaan dan pengembangan UMKM di Indonesia,” ucap Eddie menjelaskan tujuan dari OVO Finansial.

Sebelumnya, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyatakan bahwa pihaknya sedang membuat gugus tugas untuk meriset daerah yang terkena bencana di wilayah Sumatra. Ketua Umum AFPI Entjik S. Djafar mengatakan kepada Bisnis bahwa hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan non-performing loan (NPL) yang naik.

Entjik menyebut bahwa rencana mitigasi kredit macet akan didiskusikan dengan penyelenggara pinjaman daring (pindar) atau LPBBTI. Rencana mitigasi tersebut dapat berupa penjadwalan ulang program.

Berdasarkan data Rekapitulasi Terdampak Bencana yang ada dalam Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat Tahun 2025 BNPB pada Rabu (3/12/2025) sore, tercatat jumlah korban meninggal mencapai 810 orang, 612 orang dinyatakan hilang, serta 2.600 orang mengalami luka-luka. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Diduga Debt Collector Leasing Rampas Mobil Warga di Gorontalo, Polisi Amankan Satu Unit Kendaraan

DCNews, Gorontalo — Aparat Polsek Mananggu, Kabupaten Pohuwato, mengamankan satu...

Aria Bima Tegaskan Pilkada Langsung Amanat Konstitusi yang Tak Bisa Ditawar

DCNews, Jakarta — Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari...

Gugatan ke MK: Celah Persetujuan Data Pribadi Dinilai Picu Penyalahgunaan Pinjol

DCNews, Jakarta— Ketika negara berupaya membangun perlindungan data pribadi...

Desa Pondasi Bangsa, Habib Aboe: Harus Jadi Subjek Pembangunan

DCNews, Jakarta — Anggota DPR RI dari Fraksi Partai...