DCNews, Gresik — Peringatan puncak Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 Kabupaten Gresik, Selasa (22/10), tidak sekadar menjadi ajang seremonial. Di hadapan para pengurus PKK, kepala OPD, camat, dan kepala desa, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengingatkan bahaya dua fenomena sosial yang tengah marak: pinjaman online (pinjol) dan judi daring.
“Pinjol di tengah masyarakat kita ini sangat marak sekali. Ada kemudahan sistem, proses administrasi yang dipangkas, tapi kalau sudah terjerat, bunganya bisa mengalahkan pinjaman,” ujar Bupati Yani saat memberikan sambutan di Kantor Bupati Gresik, Jawa Timur, Rabu (22/10/2025).
Ia menilai, maraknya pinjol dan judi daring kini menjadi ancaman nyata bagi ketahanan keluarga. Bahkan, kata Yani, banyak kasus perceraian di Gresik yang berakar dari dua masalah tersebut. Karena itu, ia menekankan pentingnya peran perempuan sebagai benteng utama keluarga.
“Perempuan harus punya kecerdasan dan kemandirian. Kalau mandiri dan berilmu, mereka tidak akan mudah tergoda oleh iming-iming kemudahan finansial semu seperti pinjol,” tegasnya.
Lebih jauh, Bupati Yani meminta Tim Penggerak PKK menjadi ujung tombak dalam mendampingi masyarakat menghadapi tantangan era digital. Ia menilai PKK memiliki peran strategis dalam membangun literasi keuangan, memperkuat ketahanan keluarga, dan meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat akar rumput.
Selain menyoroti persoalan sosial, Bupati Yani juga menegaskan pentingnya pendidikan sebagai kunci kesejahteraan. Ia menyinggung program Jaketku (Kejar Paketku), pendidikan nonformal gratis yang digagas Pemkab Gresik untuk menekan angka putus sekolah.
“Tanpa memperbaiki kualitas pendidikan masyarakat kita, kesejahteraan akan sulit tercapai,” ujarnya.
Yani menginstruksikan para camat dan ketua PKK di tingkat desa agar aktif mendata anak-anak yang putus sekolah. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) harus menjadi prioritas utama pembangunan.
“Singapura tidak punya sumber daya alam, tapi menjadikan SDM sebagai kekuatan utama. Maka tidak boleh ada anak putus sekolah yang dibiarkan. Program Jaketku harus menjadi solusi,” pungkasnya.
Puncak HKG PKK ke-53 ini menjadi momentum refleksi bagi gerakan PKK Gresik untuk memperluas kiprahnya — dari penggerak kesejahteraan keluarga menjadi garda literasi sosial dan pendidikan di tengah era disrupsi digital. ***

