Dorong Transaksi Batu Bara Pakai Rupiah, DPR Nilai Bisa Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Date:

DCNews, Jakarta — Di tengah gejolak harga energi global dan tekanan fluktuasi nilai tukar, wacana penggunaan rupiah dalam transaksi batu bara domestik kembali menguat. Usulan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menekan ketergantungan pada mekanisme pasar internasional sekaligus memperkuat fondasi ketahanan energi nasional.

Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Demokrat, Sartono Hutomo, mendorong pemerintah mempertimbangkan penggunaan mata uang rupiah dalam transaksi batu bara untuk kebutuhan dalam negeri. Ia menilai kebijakan tersebut dapat meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi eksposur terhadap dinamika eksternal yang selama ini memengaruhi sektor energi.

“Penggunaan mata uang rupiah dalam transaksi batu bara dapat dipertimbangkan sebagai strategi jangka pendek untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap faktor eksternal. Hal tersebut perlu diperhitungkan secara bijaksana,” ujar Sartono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Ia menjelaskan, skema tersebut lebih realistis diterapkan pada komoditas batu bara, terutama dalam konteks pemenuhan kebutuhan listrik nasional melalui kebijakan Domestic Market Obligation (DMO). Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan dari sisi cadangan dan kapasitas produksi batu bara yang relatif melimpah dibandingkan komoditas energi lainnya.

Dalam kerangka itu, stabilitas pasokan domestik menjadi prasyarat utama bagi penerapan transaksi berbasis mata uang lokal. Batu bara dinilai memenuhi kriteria tersebut, sehingga membuka peluang optimalisasi penggunaan rupiah dalam rantai pasok energi nasional.

“Batu bara lebih memungkinkan diterapkan karena Indonesia memiliki pasokan dalam negeri yang kuat, sehingga penggunaan rupiah menjadi lebih efisien,” kata Sartono.

Lebih jauh, ia menilai kebijakan ini dapat menjadi pintu masuk menuju penguatan kedaulatan energi nasional secara bertahap. Namun, untuk sektor minyak dan gas, penerapan serupa dinilai masih menghadapi tantangan besar karena tingginya keterkaitan dengan harga dan mekanisme pasar global.

“Penggunaan rupiah dalam transaksi batu bara bisa menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional secara berkelanjutan,” ujarnya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Habib Aboe Desak Polres Balangan Perkuat Pemberantasan Narkoba dan Bongkar Jaringan Peredaran

DCNews, Balangan — Anggota Komisi III DPR RI, Habib...

TPG Guru Non-ASN Mulai Cair, P2G Ungkap Dampak Keterlambatan hingga Jeratan Pinjol

DCNews, Jakarta — Sejumlah guru non-Aparatur Sipil Negara (non-ASN)...

Cegah Pinjol Ilegal dan Judul, Pemkab Kulon Progo Sasar Pelajar Lewat Program Goes to School

DCNews, Kulon Progo — Pemerintah Kabupaten Kulon Progo memperkuat...

OJK Siapkan Strategi Cegah Rekening Rp50.000 Jadi Dormant, Pelajar hingga Dewasa Jadi Sasaran

DCNews, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan langkah...