DCNews, Jakarta — Harga emas batangan di pasar domestik pada Rabu pagi, 22 April 2026, menunjukkan pergerakan yang bervariasi antar produsen. Emas produksi Antam dan Galeri24 tercatat menguat, sementara emas UBS justru mengalami penurunan, mencerminkan dinamika permintaan dan sentimen pasar global terhadap logam mulia.
Harga emas Antam untuk pecahan satu gram hari ini dipatok di level Rp2.996.000, naik dibandingkan perdagangan sebelumnya. Kenaikan ini mempertegas tren penguatan emas di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar.
Di sisi lain, emas UBS untuk ukuran yang sama berada di level Rp2.902.000, mengalami koreksi. Sementara itu, emas Galeri24 justru ikut menguat dengan harga Rp2.873.000 per gram.
Perbedaan pergerakan harga ini menunjukkan adanya variasi strategi penyesuaian harga di masing-masing produsen, yang dipengaruhi oleh faktor biaya produksi, distribusi, serta permintaan pasar ritel.
Sebagai gambaran, emas Antam tersedia dalam ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 100 gram. Galeri24 menawarkan varian lebih luas hingga 1.000 gram, sementara UBS tersedia hingga ukuran 500 gram.
Daftar Harga Emas Hari Ini (22 April 2026):
Emas Antam:
- 0,5 gram: Rp1.550.000
- 1 gram: Rp2.996.000
- 2 gram: Rp5.928.000
- 3 gram: Rp8.866.000
- 5 gram: Rp14.742.000
- 10 gram: Rp29.427.000
- 25 gram: Rp73.437.000
- 50 gram: Rp146.791.000
- 100 gram: Rp293.501.000
Emas UBS:
- 0,5 gram: Rp1.569.000
- 1 gram: Rp2.902.000
- 2 gram: Rp5.759.000
- 5 gram: Rp14.232.000
- 10 gram: Rp28.313.000
- 25 gram: Rp70.643.000
- 50 gram: Rp140.996.000
- 100 gram: Rp281.882.000
- 250 gram: Rp704.495.000
- 500 gram: Rp1.407.336.000
Emas Galeri24:
- 0,5 gram: Rp1.507.000
- 1 gram: Rp2.873.000
- 2 gram: Rp5.676.000
- 5 gram: Rp14.086.000
- 10 gram: Rp28.098.000
- 25 gram: Rp69.866.000
- 50 gram: Rp139.620.000
- 100 gram: Rp279.101.000
- 250 gram: Rp696.039.000
- 500 gram: Rp1.392.077.000
- 1.000 gram: Rp2.784.153.000
Di tengah fluktuasi ini, konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, menilai pergerakan harga emas saat ini masih berada dalam fase konsolidasi setelah reli panjang beberapa waktu terakhir. Pria yang akrab disapa Kang Dahlan itu menyebut, kenaikan harga Antam mencerminkan tingginya minat investor ritel terhadap aset lindung nilai.
“Emas tetap menjadi instrumen safe haven, terutama ketika pasar saham dan mata uang bergerak tidak stabil. Namun investor perlu lebih selektif dalam menentukan waktu beli karena volatilitas jangka pendek masih cukup tinggi,” ujar Kang Dahlan.
Ia juga menyarankan agar investor tidak hanya terpaku pada harga harian, melainkan memperhatikan tren jangka panjang serta tujuan keuangan masing-masing. Diversifikasi aset, menurutnya, tetap menjadi kunci untuk menjaga stabilitas portofolio di tengah ketidakpastian ekonomi global. ***

