DCNews, Jakarta — Harga emas batangan di jaringan Pegadaian terpantau stabil pada perdagangan Senin pagi (16/2/2026). Berdasarkan laman resmi Sahabat Pegadaian yang diakses pukul 06.31 WIB, harga emas UBS bertahan di level Rp2.998.000 per gram, sementara Galeri24 tetap di posisi Rp2.981.000 per gram.
Posisi tersebut tidak berubah dibandingkan harga yang tercatat pada Minggu pagi sebelumnya. Meski demikian, manajemen Pegadaian mengingatkan bahwa harga jual emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global dan nilai tukar rupiah.
Produk emas Galeri24 tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram). Sementara emas UBS dipasarkan dengan pilihan berat 0,5 gram hingga 500 gram.
Adapun untuk harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam di laman resmi Logam Mulia, pembaruan harga biasanya dilakukan setelah pukul 08.30 WIB.
Daftar Harga Emas Galeri24
- 0,5 gram: Rp1.564.000
- 1 gram: Rp2.981.000
- 2 gram: Rp5.890.000
- 5 gram: Rp14.618.000
- 10 gram: Rp29.159.000
- 25 gram: Rp72.505.000
- 50 gram: Rp144.894.000
- 100 gram: Rp289.645.000
- 250 gram: Rp722.334.000
- 500 gram: Rp1.444.667.000
- 1.000 gram: Rp2.889.334.000
Daftar Harga Emas UBS
- 0,5 gram: Rp1.620.000
- 1 gram: Rp2.998.000
- 2 gram: Rp5.949.000
- 5 gram: Rp14.698.000
- 10 gram: Rp29.242.000
- 25 gram: Rp72.960.000
- 50 gram: Rp145.620.000
- 100 gram: Rp291.125.000
- 250 gram: Rp727.598.000
- 500 gram: Rp1.453.487.000
Analisis Pasar
Stabilnya harga emas domestik pada awal pekan ini mencerminkan fase konsolidasi pasar setelah volatilitas yang terjadi sepanjang awal tahun 2026. Pergerakan emas global umumnya dipengaruhi oleh arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, ketegangan geopolitik, serta fluktuasi indeks dolar AS.
Di dalam negeri, faktor nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut menentukan harga emas ritel. Ketika rupiah melemah, harga emas dalam negeri cenderung terdorong naik meski harga emas dunia stagnan. Sebaliknya, penguatan rupiah dapat menahan laju kenaikan harga.
Dengan harga yang relatif tinggi mendekati Rp3 juta per gram, sebagian investor cenderung melakukan aksi tunggu (wait and see) sembari memantau sinyal kebijakan moneter global. Namun, bagi investor jangka panjang, stabilitas saat ini masih dianggap sebagai momentum akumulasi bertahap, terutama untuk lindung nilai (hedging) terhadap potensi ketidakpastian ekonomi global di semester pertama 2026. ***

