Tarik Paksa Kendaraan oleh Debt Collector Marak, DPR Dorong Revisi UU Perlindungan Konsumen dan Fidusia

Date:

DCNews, Jakarta — Maraknya aksi penarikan paksa kendaraan oleh debt collector di jalan umum kembali menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Praktik penagihan yang disertai kekerasan, tanpa dokumen sah, dan kerap viral di media sosial dinilai mencerminkan lemahnya perlindungan hukum bagi konsumen serta ketertinggalan regulasi yang berlaku saat ini.

Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Umbu Kabunang, menegaskan bahwa konflik berulang antara konsumen dan debt collector tidak bisa dilepaskan dari ketidakjelasan aturan hukum yang mengatur mekanisme penagihan utang di sektor pembiayaan.

“Insiden seperti ini terus terjadi karena regulasi yang ada sudah tidak relevan dengan perkembangan di lapangan,” kata Umbu dalam rapat kerja Komisi XIII DPR RI bersama Kementerian Hukum di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/1/2026)

Umbu mendorong DPR dan pemerintah segera melakukan peninjauan ulang terhadap Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen serta Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. Menurutnya, kedua regulasi tersebut belum memberikan perlindungan maksimal bagi konsumen sekaligus kepastian hukum bagi pelaku industri pembiayaan.

“Undang-undangnya perlu direvisi. Debt collector memang dibutuhkan dalam sistem pembiayaan, tetapi yang menjadi persoalan adalah cara penagihannya yang kerap melanggar hukum dan rasa keadilan,” ujar Umbu.

Ia juga mengusulkan agar ke depan terdapat kewajiban sertifikasi resmi bagi debt collector, termasuk mekanisme pendaftaran dan pengawasan ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), guna mencegah praktik penagihan yang sewenang-wenang.

Komisi XIII DPR RI menilai, penguatan regulasi, kejelasan prosedur penagihan, serta sistem pengawasan yang tegas merupakan kunci untuk melindungi hak konsumen, menekan potensi konflik di lapangan, dan menciptakan iklim usaha pembiayaan yang sehat serta berkeadilan di Indonesia. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Legislator PDIP Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal di Bandar Lampung

DCNews, Bandar Lampung — Ancaman penyalahgunaan narkoba, maraknya judi online,...

Literasi Keuangan Rendah, Kang Dahlan Sebut Jasa Pendampingan Masih Dibutuhkan Masyarakat

DCNews, Jakarta — Stigma negatif yang belakangan melekat pada jasa...

DPR, BI, dan Kemenkeu Satukan Langkah Jaga Rupiah dan Pertumbuhan Ekonomi

DCNews, Jakarta — Pemerintah, Bank Indonesia, dan Dewan Perwakilan...

OJK Panggil Pemegang Saham KoinWorks Usai Tiga Petinggi Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Penyaluran Kredit

DCNews, Jakarta — Kasus dugaan korupsi penyaluran kredit yang menyeret...