DCNews, Jakarta — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali terkoreksi pada perdagangan terbaru, meski harga emas di pasar global justru bergerak menguat. Harga emas Antam ukuran 1 gram tercatat Rp2.570.000, turun Rp10.000 dibandingkan posisi sebelumnya Rp2.580.000 per gram.
Harga Rp2.570.000 per gram merupakan pembaruan terakhir yang tersedia di laman resmi Logam Mulia Antam pada 6 Oktober 2026. Sementara harga untuk perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026, masih menunggu pembaruan harian yang biasanya dilakukan sekitar pukul 08.30 WIB.
Dengan demikian, harga Rp2.570.000 per gram masih menjadi acuan terakhir pada pengecekan pagi ini.
Di sisi lain, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam berada di kisaran Rp2.376.000 per gram.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa harga emas domestik belum sepenuhnya mengikuti penguatan harga emas dunia. Pasar emas Indonesia juga dipengaruhi nilai tukar, harga acuan global, serta mekanisme penetapan harga dan biaya transaksi di dalam negeri.
Daftar Harga Emas Antam Terbaru
Berdasarkan pembaruan terakhir yang tersedia di Logam Mulia, harga emas Antam menurut pecahannya adalah:
- 0,5 gram: Rp1.335.000
- 1 gram: Rp2.570.000
- 2 gram: Rp5.080.000
- 3 gram: Rp7.595.000
- 5 gram: Rp12.625.000
- 10 gram: Rp25.195.000
- 25 gram: Rp62.862.000
- 50 gram: Rp125.645.000
- 100 gram: Rp251.212.000
- 250 gram: Rp627.765.000
- 500 gram: Rp1.255.320.000
- 1.000 gram: Rp2.510.600.000
Harga tersebut merupakan harga dasar sebelum memperhitungkan pajak sesuai ketentuan transaksi yang berlaku.
Untuk emas ukuran 1 gram, misalnya, harga dasar Rp2.570.000 menjadi sekitar Rp2.576.425 setelah memperhitungkan PPh 22 sebesar 0,25 persen sesuai ketentuan yang dicantumkan Logam Mulia.
Harga Emas Antam Turun Rp10.000
Koreksi harga terlihat pada sejumlah pecahan emas. Pada 5 Oktober 2026, harga emas Antam ukuran 1 gram berada di Rp2.580.000. Sehari setelahnya, harga turun menjadi Rp2.570.000.
Penurunan juga terjadi pada ukuran yang lebih besar. Harga emas 5 gram turun dari Rp12.675.000 menjadi Rp12.625.000. Sementara emas ukuran 10 gram turun dari Rp25.295.000 menjadi Rp25.195.000.
Koreksi tersebut terjadi ketika harga emas dunia justru kembali menguat. Kondisi itu menunjukkan bahwa pergerakan harga emas domestik tidak selalu bergerak satu banding satu dengan harga spot internasional.
Bagi investor, perbedaan tersebut penting diperhatikan karena keuntungan investasi emas tidak hanya ditentukan oleh kenaikan harga jual, tetapi juga oleh selisih antara harga pembelian dan harga buyback.
Harga Emas Pegadaian Berbeda
Harga emas di Pegadaian juga menunjukkan angka yang berbeda dengan harga emas Antam di laman Logam Mulia.
Berdasarkan data terbaru yang tersedia, harga emas Antam ukuran 1 gram di Pegadaian berada di sekitar Rp2.609.000. Sementara emas UBS ukuran 1 gram berada di kisaran Rp2.534.000 dan emas Galeri 24 sekitar Rp2.510.000.
Perbedaan harga tersebut merupakan hal yang wajar karena masing-masing penyedia memiliki struktur harga, biaya distribusi, serta mekanisme penjualan yang berbeda.
Karena itu, calon investor sebaiknya tidak hanya melihat harga jual ketika hendak membeli emas. Harga buyback juga perlu menjadi pertimbangan karena menentukan besarnya selisih ketika emas nantinya dijual kembali.
Harga Emas Dunia Menguat
Di pasar global, emas justru bergerak positif pada perdagangan Selasa waktu Amerika Serikat.
Harga emas spot naik sekitar 0,7 persen menjadi US$4.168,33 per troy ounce. Kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Desember juga menguat sekitar 0,7 persen menjadi US$4.187,10 per ounce.
Penguatan tersebut antara lain ditopang pelemahan dolar Amerika Serikat dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Pelemahan dolar cenderung membuat emas lebih menarik bagi pemegang mata uang lain karena harga logam mulia tersebut ditetapkan dalam dolar AS. Sementara penurunan imbal hasil obligasi mengurangi sebagian biaya peluang bagi investor yang memilih memegang emas, yang tidak memberikan imbal hasil bunga.
Pasar juga mencermati risalah pertemuan Federal Reserve untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga AS berikutnya.
Arah kebijakan The Fed menjadi salah satu faktor penting bagi pasar emas. Suku bunga yang tinggi cenderung memberikan tekanan terhadap emas, sementara ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dapat meningkatkan daya tarik logam mulia.
Ketidakpastian Global Menjadi Penopang
Selain faktor moneter Amerika Serikat, emas masih memperoleh dukungan dari permintaan terhadap aset safe haven.
Volatilitas pasar obligasi Eropa, kekhawatiran terhadap tingginya utang pemerintah di sejumlah negara, serta ketidakpastian geopolitik membuat sebagian investor tetap mempertahankan emas sebagai bagian dari portofolio.
Analis pasar Jim Wyckoff menyebut permintaan terhadap aset aman meningkat di tengah gejolak pasar obligasi Prancis dan kekhawatiran terhadap pasar surat utang Amerika Serikat.
Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS mulai turun setelah sebelumnya berada di level tinggi. Perubahan tersebut memberikan ruang bagi harga emas untuk kembali menguat.
Namun, arah harga emas tetap rentan berubah. Pergerakan dolar AS, ekspektasi suku bunga, inflasi, kondisi pasar obligasi, dan perkembangan geopolitik menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan investor.
Analisis Dahlan Consultant: Investor Jangan Hanya Mengejar Harga Naik
Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, yang akrab disapa Kang Dahlan, menilai koreksi harga emas domestik di tengah penguatan emas global perlu dilihat sebagai bagian dari dinamika pasar, bukan semata-mata sebagai sinyal bahwa tren emas telah berbalik.
Menurut analisisnya, investor perlu melihat emas sebagai instrumen penyimpan nilai dalam kerangka jangka menengah dan panjang. Karena itu, keputusan membeli sebaiknya tidak hanya didasarkan pada pergerakan harga harian, tetapi juga pada tujuan investasi, kemampuan keuangan, serta kebutuhan likuiditas.
Perbedaan antara harga jual dan buyback juga perlu diperhitungkan sejak awal. Selisih tersebut membuat investor membutuhkan kenaikan harga tertentu sebelum investasi emas memberikan hasil yang benar-benar menguntungkan setelah memperhitungkan biaya transaksi.
Dalam kondisi harga emas masih tinggi dan pergerakannya dinamis, strategi pembelian secara bertahap dapat menjadi pertimbangan bagi investor yang memiliki tujuan jangka panjang. Pendekatan tersebut membantu mengurangi risiko membeli seluruh emas pada satu titik harga.
Kang Dahlan juga menekankan pentingnya membandingkan harga dari penyedia emas yang berbeda, sekaligus memperhatikan aspek keaslian, biaya transaksi, dan kemudahan menjual kembali emas.
Dengan harga emas global yang kembali menguat sementara harga Antam masih berada pada posisi koreksi, investor kini menghadapi pasar yang sangat sensitif terhadap perubahan sentimen global. Pembaruan harga Antam pada Rabu pagi menjadi penting untuk melihat apakah penguatan harga emas dunia mulai diteruskan ke pasar domestik atau justru masih tertahan oleh faktor lainnya.
Hingga harga terbaru diterbitkan, Rp2.570.000 per gram masih menjadi acuan terakhir harga emas Antam, dengan buyback sekitar Rp2.376.000 per gram. ***

