HP Jadi Pintu ke Rekening Bank, Ini Cara Melindunginya dari Kejahatan Siber

Date:

Oleh: Asep Dahlan (Konsultan Keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant)

PONSEL kini bukan sekadar alat komunikasi. Di dalam satu perangkat, masyarakat menyimpan data pribadi, email, nomor telepon, aplikasi belanja, dompet digital hingga akses ke rekening bank. Karena itu, ketika ponsel tidak diamankan dengan baik, risikonya bukan hanya kehilangan data, tetapi juga dapat merembet ke keamanan keuangan.

Ancaman tersebut tidak selalu datang melalui serangan yang rumit. Kebiasaan sehari-hari seperti menggunakan WiFi publik, membiarkan Bluetooth aktif, memasang aplikasi dari sumber tidak resmi atau membuka tautan mencurigakan dapat meningkatkan risiko keamanan perangkat.

Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) dalam panduan Mobile Device Best Practices merekomendasikan sejumlah langkah dasar untuk mengurangi risiko pada perangkat seluler. Di antaranya memperbarui sistem operasi dan aplikasi, menggunakan PIN atau kata sandi layar yang kuat, membatasi percobaan memasukkan kode, memasang aplikasi dari sumber tepercaya serta tidak menghubungkan perangkat ke komputer atau periferal yang tidak dikenal.

NSA juga mengingatkan adanya risiko pada koneksi nirkabel di ruang publik. Bluetooth, WiFi publik dan teknologi koneksi jarak dekat seperti NFC dapat menjadi sasaran pelaku untuk mengakses perangkat atau data. Karena itu, fitur konektivitas yang tidak sedang digunakan sebaiknya dimatikan. Untuk jaringan publik, NSA menyarankan pengguna menghindarinya bila memungkinkan dan menggunakan jaringan pribadi yang memiliki pengamanan lebih baik.

WiFi Publik Bukan Berarti Aman

WiFi gratis di kafe, pusat perbelanjaan, stasiun atau bandara memang praktis. Namun, pengguna perlu memahami bahwa jaringan publik tidak selalu berada dalam kendali mereka. Karena itu, transaksi yang sangat sensitif, termasuk aktivitas perbankan, sebaiknya dilakukan menggunakan jaringan seluler pribadi atau jaringan yang benar-benar dipercaya.

Jika terpaksa menggunakan WiFi publik, jangan sembarangan memasukkan informasi sensitif. Pastikan pula perangkat tidak otomatis terhubung ke jaringan yang pernah tersimpan tetapi ternyata tidak lagi terpercaya.

Jangan Abaikan Bluetooth

Bluetooth juga perlu diperlakukan sebagai fitur yang digunakan ketika diperlukan. Setelah selesai menghubungkan perangkat dengan headset, kendaraan atau perangkat lain, pengguna dapat mematikannya kembali.

Langkah ini bukan berarti Bluetooth selalu berbahaya, tetapi mengurangi jumlah koneksi yang terbuka ketika fitur tersebut memang tidak diperlukan. NSA secara khusus merekomendasikan agar WiFi, Bluetooth dan NFC dinonaktifkan ketika tidak digunakan.

Hati-hati Mengisi Daya di Tempat Umum

Mengisi daya ponsel di fasilitas umum juga membutuhkan perhatian. NSA merekomendasikan pengguna tidak menghubungkan perangkat ke stasiun pengisian, komputer, televisi atau perangkat lain yang tidak dikenal, dan menggunakan pengisi daya milik sendiri atau sumber yang dipercaya.

Karena itu, membawa adaptor dan kabel sendiri merupakan langkah sederhana untuk mengurangi risiko ketika baterai ponsel hampir habis di perjalanan.

Jangan Menunggu Ponsel Bermasalah untuk Memperbaruinya

Pembaruan sistem operasi dan aplikasi bukan sekadar menghadirkan tampilan baru atau fitur tambahan. Pembaruan juga dapat memperbaiki kelemahan keamanan yang telah ditemukan.

NSA memasukkan pembaruan sistem operasi dan aplikasi sebagai salah satu langkah dasar perlindungan perangkat.

Pengguna sebaiknya mengaktifkan pembaruan otomatis jika tersedia dan tidak menunda pembaruan keamanan tanpa alasan yang jelas.

Gunakan Pengunci Layar yang Sulit Ditebak

Pengunci layar merupakan lapisan pertahanan pertama ketika ponsel hilang atau berpindah tangan. NSA merekomendasikan PIN atau kata sandi dengan panjang minimal enam karakter dan membatasi jumlah percobaan memasukkan kode.

Namun, pengaturan penghapusan data setelah sejumlah percobaan yang gagal berbeda-beda antara Android dan iPhone. Karena itu, pengguna sebaiknya memeriksa fitur keamanan yang tersedia pada perangkat masing-masing daripada menganggap semua ponsel memiliki pengaturan yang sama.

Hindari kombinasi yang mudah ditebak seperti tanggal lahir, 123456 atau pola sederhana. Jika tersedia, aktifkan pula autentikasi biometrik sebagai lapisan tambahan.

Instal Aplikasi dari Sumber Resmi

Aplikasi sebaiknya dipasang melalui toko aplikasi resmi seperti Google Play Store atau Apple App Store. Hindari memasang aplikasi dari tautan yang dikirim melalui pesan, email atau situs yang tidak dikenal.

Aplikasi yang tidak lagi digunakan juga sebaiknya dihapus, terutama jika aplikasi tersebut memiliki akses terhadap kamera, mikrofon, kontak, lokasi, SMS atau penyimpanan perangkat yang sebenarnya tidak diperlukan.

Pengguna juga perlu memperhatikan izin aplikasi. Jika sebuah aplikasi meminta akses yang tidak relevan dengan fungsi utamanya, pertimbangkan kembali apakah izin tersebut memang diperlukan.

Jangan Klik Tautan dan Lampiran Secara Sembarangan

Pesan yang meminta pengguna segera mengklik tautan, membuka lampiran atau mengunduh aplikasi patut dicurigai, terutama jika dikirim dari pengirim yang tidak dikenal.

Modus penipuan digital sering memanfaatkan kepanikan. Pesan dapat dibuat seolah-olah berasal dari bank, perusahaan kurir, marketplace atau lembaga resmi.

Jangan mengambil keputusan hanya karena pesan tersebut menggunakan logo, nama perusahaan atau bahasa yang terlihat resmi. Jika informasi menyangkut rekening atau transaksi, lakukan verifikasi melalui kanal resmi perusahaan atau bank.

Lindungi PIN, Password dan OTP

Keamanan perangkat harus berjalan beriringan dengan keamanan rekening. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menempatkan keamanan data dan transaksi nasabah sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan layanan digital perbankan. Regulasi OJK juga mengatur penerapan pengamanan data dan transaksi nasabah pada layanan digital bank.

Karena itu, PIN, password, OTP, CVV/CVC dan data autentikasi lainnya harus diperlakukan sebagai informasi rahasia.

Jangan memberikan kode tersebut kepada orang yang mengaku sebagai petugas bank. BNI, misalnya, secara tegas mengingatkan bahwa pihaknya tidak meminta PIN, OTP, password maupun data pribadi melalui telepon, SMS atau media lainnya.

Periksa Transaksi Sebelum Menekan Konfirmasi

Kesalahan dalam transaksi digital sering terjadi karena pengguna terburu-buru. Sebelum menekan tombol konfirmasi, periksa kembali nama penerima, nomor rekening atau tujuan pembayaran serta nominal transaksi.

Setelah transaksi dilakukan, perhatikan notifikasi dari bank. Jika terdapat transaksi yang tidak pernah dilakukan, segera hubungi bank melalui kanal resmi.

Jangan mencari nomor layanan bank secara sembarangan melalui mesin pencari jika sedang panik. Nomor atau akun palsu dapat dibuat menyerupai layanan resmi. BNI bahkan telah mengingatkan masyarakat mengenai modus nomor call center palsu yang muncul di situs atau hasil pencarian internet.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Ponsel atau SIM Hilang?

Jika ponsel atau kartu SIM hilang, jangan menunggu sampai muncul transaksi mencurigakan.

Segera amankan akun yang terhubung dengan perangkat tersebut. Hubungi operator seluler untuk menangani nomor yang hilang dan hubungi bank melalui kanal resmi untuk meminta bantuan pengamanan rekening jika nomor tersebut terhubung dengan layanan perbankan.

Jika ponsel berpindah tangan, pastikan perangkat telah keluar dari seluruh akun dan data pribadi telah dihapus sebelum diberikan atau dijual kepada orang lain.

Checklist Sederhana Mengamankan HP
  1. Gunakan PIN atau password layar yang kuat, minimal enam karakter jika didukung perangkat.
  2. Aktifkan penguncian otomatis dalam waktu singkat.
  3. Gunakan biometrik jika tersedia.
  4. Perbarui sistem operasi dan aplikasi secara berkala.
  5. Instal aplikasi hanya dari sumber resmi.
  6. Periksa izin aplikasi dan cabut izin yang tidak diperlukan.
  7. Matikan Bluetooth, WiFi dan NFC ketika tidak digunakan.
  8. Hindari transaksi sensitif melalui jaringan WiFi publik.
  9. Gunakan charger dan kabel milik sendiri ketika mengisi daya di tempat umum.
  10. Jangan membuka lampiran atau tautan mencurigakan.
  11. Jangan melakukan root atau jailbreak karena dapat mengurangi sejumlah perlindungan keamanan bawaan perangkat.
  12. Jangan menyimpan PIN, password atau kode rahasia dalam bentuk catatan atau foto yang mudah diakses dari perangkat.
  13. Aktifkan fitur pencarian, penguncian atau penghapusan perangkat dari jarak jauh jika tersedia.
  14. Jika ponsel hilang, segera amankan akun dan hubungi bank serta operator seluler.
Checklist Aman Saat Mobile Banking

Sebelum bertransaksi, pastikan aplikasi yang digunakan merupakan aplikasi resmi bank.

Saat transaksi berlangsung, jangan berikan OTP, PIN, password atau kode keamanan kepada siapa pun. Periksa tujuan dan nominal transaksi sebelum melakukan konfirmasi.

Setelah selesai, pastikan aplikasi tidak dibiarkan dalam kondisi terbuka dan perangkat kembali terkunci. Yang terpenting, jangan mengikuti instruksi pihak yang mengaku petugas bank hanya karena mereka mengetahui sebagian data pribadi Anda.

Nomor Kontak Resmi Beberapa Bank

Nomor layanan dapat berubah, sehingga nasabah tetap disarankan memeriksa kanal resmi bank. Berdasarkan informasi resmi bank yang tersedia saat ini:

  • Bank Mandiri: 14000.
  • BRI: 14017 atau 1500017.
  • BNI: 1500046.
  • BCA: 1500888.

Jika menemukan transaksi yang tidak dikenal, jangan menunggu sampai masalah membesar. Segera gunakan kanal pengaduan resmi bank dan siapkan informasi transaksi seperti waktu, nominal serta bukti transaksi untuk memudahkan proses penanganan. Bank Mandiri, misalnya, meminta informasi seperti nomor rekening atau kartu, waktu transaksi, nominal dan kronologi ketika nasabah menyampaikan pengaduan.

Pada akhirnya, keamanan digital bukan hanya persoalan teknologi. Perangkat secanggih apa pun tetap membutuhkan kebiasaan pengguna yang disiplin.

Mematikan koneksi yang tidak diperlukan, memperbarui sistem, menggunakan aplikasi resmi, memeriksa kembali transaksi dan menjaga kerahasiaan PIN serta OTP merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.

Satu prinsip penting yang perlu diingat: bank tidak membutuhkan PIN, password atau OTP Anda untuk membantu menyelesaikan masalah. Jika seseorang meminta kode rahasia tersebut, berhenti berkomunikasi dan verifikasi melalui kanal resmi bank. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Hillary Lasut Desak OJK Perketat Pengawasan Penagihan dan Lindungi Konsumen

DCNews, Jakarta — Ketika urusan kredit dan pembiayaan masuk...

OJK Buka Jalan Danantara, BI, dan Kemenkeu Jadi Pemegang Saham BEI

DCNews, Jakarta — Struktur kepemilikan Bursa Efek Indonesia (BEI)...

Harga Emas Antam Turun Rp10.000 Jadi Rp2,628 Juta, Ini Daftar Harga Lengkap 21 September 2026

DCNews, Jakarta — Harga emas Antam kembali bergerak turun...

Ada Isu Pinjaman Online di Film “Lobang Buaya”, Ini Penjelasan Hanung Bramantyo

DCNews, Jember — Sutradara Hanung Bramantyo menjadikan kelompok Tujuh...