DCNews, Jakarta — Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) turun Rp4.000 menjadi Rp2.550.000 per gram pada Kamis (22/10/2026), berdasarkan data yang dipantau dari laman resmi Logam Mulia pukul 09.19 WIB. Penurunan harga jual tersebut diikuti koreksi harga pembelian kembali (buyback) menjadi Rp2.365.000 per gram, mempersempit nilai yang dapat diterima investor apabila menjual kembali emasnya kepada Antam.
Pergerakan harga ini menjadi perhatian bagi investor yang menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Meski demikian, perubahan harga harian tidak serta-merta mencerminkan perubahan prospek emas dalam jangka panjang. Keputusan membeli atau menjual tetap perlu mempertimbangkan tujuan investasi, kebutuhan likuiditas, serta selisih antara harga beli dan harga jual kembali.
Harga Emas Antam Turun, Selisih Harga Beli dan Buyback Perlu Dicermati
Harga emas Antam dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan harga yang ditetapkan perusahaan. Bagi investor ritel, perbedaan antara harga pembelian emas dan harga buyback menjadi faktor penting karena memengaruhi potensi keuntungan ketika emas dijual kembali.
Dengan harga jual Rp2.550.000 per gram dan harga buyback Rp2.365.000 per gram, terdapat selisih Rp185.000 per gram. Artinya, investor yang membeli emas pada harga tersebut dan langsung menjualnya kembali pada harga buyback yang sama akan menghadapi selisih nilai sebesar Rp185.000 per gram, sebelum memperhitungkan pajak dan biaya lain yang mungkin berlaku.
Selisih tersebut lazim disebut spread. Semakin besar spread, semakin besar kenaikan harga yang dibutuhkan agar investor mencapai titik impas ketika menjual kembali emasnya.
Ketentuan Pajak Pembelian dan Buyback Emas Antam
Transaksi penjualan kembali emas Antam dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen sesuai ketentuan yang dicantumkan dalam informasi harga Logam Mulia. Pajak tersebut dipotong langsung dari nilai transaksi buyback.
Sementara itu, pembelian emas batangan Antam dikenakan PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar yang tertera di laman resmi. Investor sebaiknya memperhitungkan ketentuan pajak yang berlaku saat melakukan transaksi karena nilai bersih yang diterima atau total biaya pembelian dapat berbeda dari harga dasar yang diumumkan.
Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Berdasarkan Berat
Berikut daftar harga dasar emas batangan Antam yang tercantum dalam data pada Kamis:
| Berat emas | Harga dasar |
|---|---|
| 0,5 gram | Rp1.325.000 |
| 1 gram | Rp2.550.000 |
| 2 gram | Rp5.040.000 |
| 3 gram | Rp7.535.000 |
| 5 gram | Rp12.525.000 |
| 10 gram | Rp24.995.000 |
| 25 gram | Rp62.362.000 |
| 50 gram | Rp124.645.000 |
| 100 gram | Rp249.212.000 |
| 250 gram | Rp622.765.000 |
| 500 gram | Rp1.245.320.000 |
| 1.000 gram (1 kilogram) | Rp2.490.600.000 |
Harga tersebut merupakan data yang dipantau pada waktu yang disebutkan dan dapat berubah mengikuti pembaruan resmi. Calon pembeli disarankan memeriksa kembali harga dan ketentuan transaksi sebelum melakukan pembelian.
Dahlan Consultant: Investor Perlu Memperhitungkan Spread dan Tujuan Investasi
Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, yang akrab disapa Kang Dahlan, menilai investor perlu melihat harga emas secara menyeluruh, bukan hanya berpatokan pada kenaikan atau penurunan harian.
Menurut analisis keuangan, penurunan Rp4.000 per gram pada harga jual Antam perlu ditempatkan dalam konteks strategi investasi dan jangka waktu kepemilikan. Investor yang membeli emas untuk tujuan jangka panjang sebaiknya tidak mengambil keputusan secara terburu-buru hanya karena koreksi harian, sedangkan investor yang membutuhkan dana dalam waktu dekat perlu memperhitungkan harga buyback, pajak, dan selisih transaksi sebelum menjual asetnya.
Kang Dahlan juga menekankan pentingnya memahami spread sebelum membeli emas. Dengan selisih harga jual dan buyback sebesar Rp185.000 per gram berdasarkan data tersebut, investor membutuhkan kenaikan harga yang cukup untuk menutup selisih transaksi sebelum memperoleh keuntungan bersih. Karena itu, perencanaan waktu pembelian, penentuan tujuan keuangan, dan pengelolaan likuiditas menjadi bagian penting dalam strategi investasi emas.
Bagi investor pemula, emas dapat dipertimbangkan sebagai salah satu instrumen diversifikasi portofolio, bukan satu-satunya tempat menyimpan seluruh dana. Dana darurat tetap perlu tersedia dalam bentuk yang mudah dicairkan, sementara pembelian emas sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan keuangan dan jangka waktu investasi.
Pada akhirnya, koreksi harga emas Antam pada Kamis menjadi pengingat bahwa emas tetap memiliki risiko perubahan harga dan biaya transaksi. Investor perlu membandingkan harga jual dengan harga buyback, memahami ketentuan pajak, serta mengevaluasi kebutuhan keuangan sebelum menentukan langkah berikutnya. ***

