DCNews, Jakarta — Video yang memperlihatkan dua orang diduga debt collector atau mata elang (matel) masuk ke kolong sebuah mobil di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, viral di media sosial. Polisi kini menyelidiki aktivitas keduanya, termasuk dugaan upaya mengambil foto nomor rangka kendaraan.
Video tersebut memicu perhatian karena salah seorang pria terlihat masuk ke bagian bawah mobil yang sedang terparkir. Sementara itu, seorang lainnya berada di sekitar kendaraan.
Dalam narasi yang menyertai video, kedua pria tersebut diduga hendak mengambil gambar nomor rangka kendaraan. Aktivitas itu kemudian dikaitkan dengan dugaan modus penipuan.
Namun, polisi belum memastikan tujuan maupun identitas kedua orang tersebut. Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui secara utuh aktivitas yang terekam dalam video serta memastikan apakah terdapat unsur tindak pidana.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, pihaknya bersama Polres Metro Jakarta Pusat tengah menganalisis video yang beredar di media sosial.
“Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat tengah menganalisis video yang beredar untuk mengetahui aktivitas dua orang di kolong kendaraan serta memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana,” kata Budi kepada wartawan, Kamis (20/8/2026).
Polisi Telusuri Aktivitas Dua Orang
Budi mengatakan, proses analisis diperlukan untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai peristiwa tersebut. Polisi juga akan memastikan konteks aktivitas kedua orang yang terekam dalam video sebelum menarik kesimpulan.
Dengan demikian, dugaan bahwa keduanya merupakan debt collector dan adanya upaya pengambilan nomor rangka kendaraan masih menjadi bagian dari informasi yang tengah didalami aparat.
Polisi belum menyampaikan hasil penyelidikan maupun memastikan apakah terdapat laporan pidana yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian karena pengambilan informasi identitas kendaraan tanpa sepengetahuan pemilik dapat menimbulkan kekhawatiran, terutama ketika aktivitas tersebut dilakukan oleh pihak yang belum diketahui identitas dan kepentingannya.
Hingga kini, kepolisian masih mengumpulkan informasi untuk memastikan fakta di balik video viral tersebut. ***

