DCNews, Jakarta – Setelah sempat melonjak tajam sehari sebelumnya, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami koreksi signifikan. Pada perdagangan Jumat (7/8/2026), harga emas Antam turun Rp29.000 menjadi Rp2.650.000 per gram, mencerminkan tingginya volatilitas pasar logam mulia dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data resmi Logam Mulia Antam, penurunan tersebut terjadi setelah harga emas pada Kamis (6/8/2026) melonjak Rp50.000 hingga menyentuh Rp2.679.000 per gram. Pergerakan yang berbalik arah dalam waktu singkat menunjukkan bahwa pasar emas masih dipengaruhi oleh dinamika global, mulai dari pergerakan dolar Amerika Serikat, ekspektasi suku bunga bank sentral, hingga aksi ambil untung (profit taking) investor.
Meski mengalami penurunan cukup tajam hari ini, harga emas Antam masih berada sekitar 6,51 persen lebih tinggi dibandingkan posisi awal tahun 2026 yang berada di level Rp2.488.000 per gram. Di sisi lain, harga saat ini masih sekitar 16,35 persen di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) sebesar Rp3.168.000 per gram yang tercatat pada 29 Januari 2026.
Sejalan dengan turunnya harga jual, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga mengalami penyesuaian. Pada Jumat (7/8/2026), harga buyback dipangkas Rp29.000 menjadi Rp2.461.000 per gram.
Bagi masyarakat yang berencana menjual kembali emas ke Antam, transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen bagi non-NPWP. Potongan pajak tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017 dan dipotong langsung dari total nilai transaksi.
Sementara itu, pembelian emas batangan juga dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 0,45 persen bagi pembeli yang memiliki NPWP dan 0,9 persen bagi pembeli non-NPWP.
Rincian Harga Emas Antam Jumat, 7 Agustus 2026
Berikut daftar harga emas batangan Antam yang tercatat di laman Logam Mulia, belum termasuk pajak:
- 0,5 gram: Rp1.375.000
- 1 gram: Rp2.650.000
- 2 gram: Rp5.240.000
- 3 gram: Rp7.835.000
- 5 gram: Rp13.025.000
- 10 gram: Rp25.995.000
- 25 gram: Rp64.862.000
- 50 gram: Rp129.645.000
- 100 gram: Rp259.212.000
- 250 gram: Rp647.765.000
- 500 gram: Rp1.295.320.000
- 1.000 gram: Rp2.590.600.000
Analisis Dahlan Consultant: Koreksi Harga Jadi Momentum Akumulasi Jangka Panjang
Konsultan keuangan sekaligus Pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, menilai koreksi harga emas setelah lonjakan tajam sehari sebelumnya merupakan fenomena yang wajar di tengah tingginya volatilitas pasar global. Menurutnya, penurunan ini lebih mencerminkan aksi ambil untung investor jangka pendek daripada perubahan fundamental prospek emas.
“Investor tidak perlu panik melihat penurunan harian. Justru koreksi seperti ini dapat dimanfaatkan sebagai momentum melakukan akumulasi secara bertahap, terutama bagi investor yang memiliki horizon investasi jangka menengah hingga panjang,” ujar Kang Dahlan, sapaan akrab Ketua Yayasan Hijrah Financial Indonesia itu..
Ia menjelaskan, ketidakpastian ekonomi global, tensi geopolitik, serta arah kebijakan suku bunga bank sentral dunia masih menjadi faktor yang menopang daya tarik emas sebagai aset lindung nilai (safe haven). Karena itu, fluktuasi harian dinilai tidak mengubah prospek emas dalam jangka panjang.
Kang Dahlan juga mengingatkan masyarakat agar tidak membeli emas hanya karena mengikuti tren kenaikan harga. Menurutnya, strategi pembelian secara berkala (dollar cost averaging) jauh lebih efektif dibandingkan mencoba menebak titik harga terendah maupun tertinggi.
“Emas sebaiknya ditempatkan sebagai instrumen untuk menjaga nilai kekayaan, bukan sebagai sarana mencari keuntungan cepat. Dengan disiplin membeli secara bertahap, investor dapat mengurangi risiko akibat volatilitas harga yang tinggi,” katanya. ***

