DCNews, Jakarta — Harga emas batangan Antam di Pegadaian kembali melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Kamis (6/8/2026), seiring kenaikan harga emas global yang dipicu meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat. Kenaikan ini membuat harga emas Antam ukuran 1 gram kembali mendekati level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir, sekaligus memperkuat daya tarik logam mulia sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Berdasarkan data terbaru Galeri 24 Pegadaian, harga emas Antam ukuran 1 gram naik Rp27.000 dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya. Jika pada Rabu (5/8/2026) diperdagangkan di level Rp2.708.000, kini harganya menjadi Rp2.735.000 per gram.
Kenaikan juga terjadi pada harga buyback atau harga pembelian kembali emas Antam. Pegadaian menetapkan buyback emas Antam ukuran 1 gram sebesar Rp2.419.000 per gram, lebih tinggi dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Penguatan harga juga merata pada berbagai ukuran. Emas Antam ukuran 0,5 gram kini dijual Rp1.420.000 dengan harga buyback Rp1.209.000. Sementara ukuran 2 gram dipasarkan Rp5.406.000 dengan buyback Rp4.838.000.
Untuk ukuran 3 gram, harga jual tercatat Rp8.083.000 dengan buyback Rp7.258.000. Adapun emas Antam ukuran 5 gram dijual Rp13.437.000 dan dapat dijual kembali ke Pegadaian pada harga Rp12.097.000.
Pada ukuran yang lebih besar, emas Antam 10 gram dipasarkan Rp26.817.000 dengan harga buyback Rp24.194.000. Sementara ukuran 25 gram dijual Rp66.911.000 dan buyback sebesar Rp60.187.000.
Pegadaian juga mencatat harga emas Antam ukuran 50 gram berada di level Rp133.739.000, sedangkan ukuran 100 gram dipasarkan Rp267.397.000. Adapun emas Antam ukuran 250 gram, 500 gram, dan 1.000 gram masih belum tersedia dalam pembaruan harga hari ini.
Daftar Harga Emas Antam di Pegadaian Kamis, 6 Agustus 2026
Harga jual:
- 0,5 gram: Rp1.420.000
- 1 gram: Rp2.735.000
- 2 gram: Rp5.406.000
- 3 gram: Rp8.083.000
- 5 gram: Rp13.437.000
- 10 gram: Rp26.817.000
- 25 gram: Rp66.911.000
- 50 gram: Rp133.739.000
- 100 gram: Rp267.397.000
Harga buyback:
- 0,5 gram: Rp1.209.000
- 1 gram: Rp2.419.000
- 2 gram: Rp4.838.000
- 3 gram: Rp7.258.000
- 5 gram: Rp12.097.000
- 10 gram: Rp24.194.000
- 25 gram: Rp60.187.000
- 50 gram: Rp120.375.000
- 100 gram: Rp240.751.000
Harga Emas Dunia Menguat
Penguatan harga emas domestik berlangsung seiring kenaikan harga emas dunia. Pada perdagangan Kamis pagi, harga emas di pasar internasional diperdagangkan di kisaran 4.287,28 dollar AS per ons.
Data Trading Economics menunjukkan harga emas global menguat sekitar 0,94 persen dalam sehari, naik 2,46 persen sepanjang bulan berjalan, dan telah melonjak sekitar 26,67 persen dalam satu tahun terakhir.
Kenaikan tersebut dipicu oleh pelemahan data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang meningkatkan keyakinan pelaku pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) memiliki ruang lebih besar untuk melonggarkan kebijakan moneternya. Prospek suku bunga yang lebih rendah biasanya memperkuat daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga sehingga menjadi lebih kompetitif dibandingkan instrumen berbasis suku bunga.
Analisis Dahlan Consultant: Momentum Emas Masih Menarik, tetapi Jangan Abaikan Selisih Buyback
Konsultan keuangan sekaligus Pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, menilai kenaikan harga emas Antam mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global dan perubahan ekspektasi kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
Menurut Kang Dahlan, investor jangka panjang masih memiliki peluang memperoleh keuntungan apabila membeli emas secara bertahap (average cost averaging), bukan mengejar kenaikan harga dalam jangka pendek.
“Emas tetap menjadi instrumen yang efektif untuk menjaga nilai kekayaan saat volatilitas pasar meningkat. Namun, masyarakat juga harus memperhatikan selisih antara harga jual dan buyback yang masih cukup lebar. Karena itu, emas lebih tepat dijadikan investasi jangka menengah hingga panjang, bukan untuk mencari keuntungan dalam waktu singkat,” ujar Kang Dahlan.
Ketua Yayasan Hijrah Financial Indonesia itu juga mengingatkan agar masyarakat menyesuaikan pembelian emas dengan kondisi keuangan pribadi serta menjadikan logam mulia sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio, bukan satu-satunya instrumen investasi. ***

