DCNews, Surabaya – Setelah sempat menjadi buronan selama sehari, debt collector yang diduga membacok dua petugas valet di sebuah tempat hiburan malam di kawasan Embong Kaliasin, Surabaya, akhirnya menyerahkan diri kepada kepolisian. Penyerahan diri itu menjadi perkembangan terbaru dalam kasus kekerasan yang memicu ketegangan di pusat Kota Surabaya dan sempat memancing kemarahan warga.
Insiden tersebut sebelumnya memicu keresahan publik setelah dua petugas valet mengalami luka akibat serangan senjata tajam. Aksi itu juga memicu berkumpulnya massa yang diduga hendak mendatangi markas kelompok debt collector di kawasan Jalan Teuku Umar sebagai bentuk pelampiasan amarah.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto membenarkan bahwa terduga pelaku telah menyerahkan diri kepada penyidik.
“Sudah, pelaku pembacokan inisial S menyerahkan diri hari Minggu kemarin,” kata Edy saat dikonfirmasi, Selasa (28/7/2026).
Meski pelaku telah berada dalam penguasaan polisi, penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mengungkap secara utuh motif di balik aksi pembacokan tersebut, termasuk rangkaian peristiwa yang berujung pada kekerasan.
Kronologi Berawal dari Penarikan Kendaraan
Kasus ini bermula pada Sabtu (25/7/2026) malam ketika dua orang yang diduga merupakan debt collector mendatangi salah seorang pegawai kafe di kawasan Taman Apsari, Surabaya, untuk melakukan penarikan sepeda motor yang disebut mengalami tunggakan kredit.
Situasi yang semula berlangsung biasa berubah menjadi ricuh. Dalam keributan itu, dua petugas valet menjadi korban serangan menggunakan senjata tajam hingga mengalami luka.
Peristiwa tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu kemarahan masyarakat. Sejumlah warga kemudian berkumpul di Jalan Teuku Umar dan diduga hendak mendatangi markas kelompok debt collector. Aparat Polrestabes Surabaya turun ke lokasi untuk mencegah bentrokan yang lebih luas.
Polisi Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Kekerasan
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M. Luthfie sebelumnya menegaskan bahwa kepolisian akan menindak tegas seluruh pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
“Segera cari pelakunya. Yang pelaku pembacokan itu segera tangkap, termasuk kelompok yang menyerang yang barusan. Kami akan lakukan tindakan hukum. Kegiatan-kegiatan anarkis ini tidak ada toleransi,” tegas Luthfie.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terpancing melakukan aksi balasan dan menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada kepolisian.
“Saya minta untuk semua pihak menahan diri. Kita yakinkan bahwa Polrestabes Surabaya mengambil langkah-langkah tegas terhadap para pelaku yang melakukan penganiayaan dan pembacokan. Tentu kita akan lakukan tindakan hukum,” ujarnya.
Saat pelaku masih dalam pengejaran, Luthfie juga sempat meminta agar yang bersangkutan menyerahkan diri secara sukarela. Menurutnya, kepolisian tetap akan memburu pelaku apabila tidak menunjukkan itikad baik.
“Saya minta kerja samanya untuk para pelaku, saya minta secara sportif segera melaporkan kepada kita atau kita tetap akan mencari. Yakinkan untuk yang lain tetap menjaga situasi kondusif. Jangan mengambil langkah-langkah sendiri karena tentu akan menjadi kontraproduktif dan berpotensi memicu keributan yang lebih besar,” katanya.
Ia menegaskan bahwa aparat akan memastikan proses hukum berjalan secara profesional sekaligus menjaga keamanan Kota Surabaya.
“Kami yakinkan Surabaya tetap aman. Semua menahan diri dan percayakan kepada Polrestabes Surabaya untuk mengambil langkah-langkah penegakan hukum,” pungkasnya. ***

