OJK Jateng Cetak Duta Literasi Keuangan dari Kader Fatayat NU, Perkuat Edukasi hingga Tingkat Desa

Date:

DCNews, Semarang — Upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan tidak lagi hanya mengandalkan kampanye publik, tetapi juga menggandeng organisasi masyarakat yang memiliki jaringan hingga ke akar rumput. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah bersama Radio Idola 92,6 FM meluncurkan program pembentukan Duta Literasi dan Inklusi Keuangan (DILAN) dari kalangan kader Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah sebagai bagian dari strategi memperluas edukasi keuangan di masyarakat.

Sebanyak 80 kader Fatayat NU mengikuti Training of Trainers (ToT) DILAN yang dirancang untuk mencetak agen edukasi keuangan. Para peserta dipersiapkan agar mampu memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi finansial.

Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, mengatakan program tersebut merupakan wujud komitmen OJK dalam memperluas akses edukasi keuangan melalui kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan yang memiliki jaringan kuat hingga tingkat keluarga dan komunitas. Pernyataan itu disampaikan melalui siaran pers pada Senin (13/7/2026).

Menurut Hidayat, Fatayat NU memiliki posisi strategis karena para kadernya aktif mendampingi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, pemberdayaan perempuan, pendidikan keluarga, dan dakwah.

“Kader Fatayat NU memiliki peran strategis dalam memperluas edukasi keuangan karena memiliki kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan organisasi, dakwah, pendampingan keluarga, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui program DILAN, kami ingin mencetak kader Fatayat NU sebagai penggerak literasi dan inklusi keuangan yang mampu menyampaikan edukasi secara sederhana, relevan, dan mudah dipahami masyarakat,” ujar Hidayat.

Ia berharap kehadiran para Duta Literasi dan Inklusi Keuangan mampu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak, memilih produk keuangan sesuai kebutuhan, serta menghindari berbagai risiko seperti investasi ilegal, pinjaman online ilegal, maupun praktik penipuan berkedok layanan keuangan.

Di sisi lain, Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Tengah, Tazkiyatul Mutmainnah, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, peningkatan literasi keuangan merupakan bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, terutama bagi perempuan yang berperan besar dalam mengatur keuangan rumah tangga.

“Pelatihan ini sejalan dengan komitmen Fatayat NU dalam memberdayakan perempuan, termasuk meningkatkan kecakapan finansial keluarga. Kami siap menjadi mitra strategis OJK untuk menyebarluaskan edukasi keuangan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan organisasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas,” katanya.

Kolaborasi OJK dan Fatayat NU diharapkan menjadi model edukasi keuangan berbasis komunitas yang mampu menjangkau kelompok masyarakat secara lebih luas. Dengan memanfaatkan jaringan organisasi yang tersebar hingga tingkat desa, program ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan literasi dan inklusi keuangan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di Jawa Tengah. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

DPN Desak Kemendikdasmen Perkuat Perlindungan Guru dan Murid dari Pinjol Ilegal serta Judi Online

DCNews, Jakarta – Meningkatnya paparan pinjaman online (pinjol) ilegal...

Kasus Dugaan Pemerkosaan Remaja di Sampang, Nurul Arifin: Sanksi Hukum Tegas untuk Pelaku

DCNews, Jakarta – Dugaan kasus pemerkosaan terhadap seorang remaja...

Status Anak Gunung Kerakatau Siaga, Puan Maharani: Minta Tingkatkan Kesiapsiagaan Nasional

DCNews, Jakarta – Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau...

OJK Terbitkan Kebijakan Baru Pembayaran Manfaat Pensiun Usai Putusan MK

DCNews, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan kebijakan...