DCNews, Jakarta – Harga emas batangan yang dipasarkan Pegadaian mengalami koreksi cukup dalam pada perdagangan Selasa (14/7/2026). Penurunan terjadi pada dua merek logam mulia yang diperdagangkan, yakni Galeri 24 dan UBS, setelah sehari sebelumnya berada di level yang lebih tinggi.
Berdasarkan informasi resmi Pegadaian, emas Galeri 24 ukuran 1 gram turun Rp26.000 menjadi Rp2.608.000 per gram dari sebelumnya Rp2.634.000. Sementara itu, emas UBS ukuran 1 gram terkoreksi lebih dalam, yakni Rp27.000, menjadi Rp2.620.000 dari posisi Rp2.647.000 per gram.
Koreksi harga tersebut mencerminkan penyesuaian mengikuti dinamika pasar emas global serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang turut memengaruhi harga logam mulia di dalam negeri.
Daftar Harga Emas Galeri 24 di Pegadaian Selasa, 14 Juli 2026
Berikut rincian harga emas Galeri 24:
- 0,5 gram: Rp1.368.000
- 1 gram: Rp2.608.000
- 2 gram: Rp5.153.000
- 5 gram: Rp12.787.000
- 10 gram: Rp25.508.000
- 25 gram: Rp63.425.000
- 50 gram: Rp126.750.000
- 100 gram: Rp253.374.000
- 250 gram: Rp631.878.000
- 500 gram: Rp1.263.756.000
- 1.000 gram: Rp2.527.510.000
Daftar Harga Emas UBS di Pegadaian Selasa, 14 Juli 2026
Sementara itu, harga emas UBS tercatat sebagai berikut:
- 0,5 gram: Rp1.416.000
- 1 gram: Rp2.620.000
- 2 gram: Rp5.200.000
- 5 gram: Rp12.850.000
- 10 gram: Rp25.565.000
- 25 gram: Rp63.786.000
- 50 gram: Rp127.310.000
- 100 gram: Rp254.518.000
- 250 gram: Rp636.407.000
- 500 gram: Rp1.270.721.000
Penurunan harga pada kedua produk tersebut menjadi perhatian pelaku pasar dan investor ritel yang menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai maupun investasi jangka panjang.
Analisis Dahlan Consultant
Konsultan keuangan sekaligus Pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, menilai koreksi harga emas merupakan bagian dari siklus pasar yang lazim terjadi dan tidak serta-merta mengubah prospek emas sebagai aset investasi jangka panjang.
Menurutnya, fluktuasi harga emas umumnya dipengaruhi oleh kombinasi faktor global, seperti pergerakan dolar Amerika Serikat, ekspektasi suku bunga bank sentral, serta permintaan investor terhadap aset aman (safe haven). Di tingkat domestik, nilai tukar rupiah juga turut menentukan harga emas yang dijual di pasar Indonesia.
Asep mengatakan, bagi investor jangka panjang, penurunan harga justru dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan pembelian secara bertahap (averaging), dibandingkan mencoba menebak titik harga terendah. Strategi tersebut dinilai lebih efektif untuk mengurangi risiko akibat volatilitas pasar.
“Emas tetap memiliki fungsi utama sebagai instrumen pelindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Karena itu, investor sebaiknya tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan pergerakan harga harian, melainkan menyesuaikannya dengan tujuan keuangan dan horizon investasi masing-masing,” ujar Asep Dahlan. ***

