Buntut Debt Collector Intimidasi Warga Timor Leste, Wagub NTT Desak Polisi Tangkap Pelakunya

Date:

DCNews, Kupang — Di tengah upaya memperkuat  hubungan ekonomi dan pariwisata lintas batas antara Indonesia dan Timor Leste, dugaan aksi intimidasi terhadap warga negara tetangga mencuat di Nusa Tenggara Timur. Pemerintah Provinsi NTT meminta aparat kepolisian segera bertindak setelah menerima laporan adanya oknum debt collector yang diduga menahan kendaraan berpelat Timor Leste di wilayah tersebut.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menilai praktik tersebut tidak hanya meresahkan wisatawan dan warga asing, tetapi juga berpotensi mencoreng citra daerah sebagai kawasan perbatasan yang terbuka terhadap kerja sama internasional. Dugaan penahanan kendaraan itu disebut dapat mengganggu hubungan baik antara masyarakat NTT dan Timor Leste yang selama ini terjalin erat melalui aktivitas perdagangan, pariwisata, dan hubungan sosial ekonomi.

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengatakan laporan tersebut diterima saat pertemuan delegasi Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL) dengan Pemerintah Provinsi NTT di Kupang, Jumat (8/5/2026).

Pertemuan itu awalnya membahas penguatan kerja sama bilateral di sektor pariwisata, perdagangan, perindustrian, pertanian, dan peternakan. Namun di sela pembahasan, delegasi Timor Leste menyampaikan keluhan terkait dugaan praktik debt collector yang membuntuti kendaraan asal Timor Leste dan menghentikannya ketika berada di wilayah NTT.

“Dalam pertemuan dengan delegasi RDTL terkait kerja sama NTT-Timor Leste di berbagai sektor, saya menerima laporan terkait dugaan penahanan kendaraan itu,” kata Johni.

Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah daerah, kendaraan berpelat Timor Leste diduga ditahan secara ilegal dengan tujuan meminta sejumlah uang kepada pengunjung asal negara tersebut.

Menurut Johni, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan karena menimbulkan rasa tidak aman bagi warga negara asing yang datang ke NTT. Ia menegaskan pemerintah daerah tidak ingin insiden semacam itu merusak iklim investasi dan hubungan lintas batas yang selama ini dibangun bersama Timor Leste.

Sebagai provinsi yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, NTT dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas hubungan kedua wilayah. Karena itu, pemerintah daerah berupaya memastikan seluruh tamu dan investor asing memperoleh perlindungan serta rasa aman selama berada di NTT.

“Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh tamu maupun investor yang datang ke daerah,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemprov NTT akan melaporkan persoalan tersebut kepada Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur agar dilakukan penyelidikan dan penindakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemerintah daerah juga mengimbau seluruh masyarakat menjaga ketertiban dan mendukung hubungan harmonis antara NTT dan Timor Leste di tengah meningkatnya kerja sama lintas batas di kawasan timur Indonesia. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Emas Antam Hari Ini 3 Agustus 2026 Stabil di Rp2,603 Juta per Gram

DCNews, Jakarta — Pergerakan harga emas batangan PT Aneka...

Ramai Mal Dipagari, Antara Kekhawatiran Publik dan Penjelasan Apindo

DCNews, Jakarta  — Pagar-pagar yang belakangan berdiri di sejumlah...

Modus Penipuan Pinjol dan Investasi Ilegal Kian Canggih, OJK Tutup 951 Entitas Ilegal saat Outstanding Tembus Rp102 Triliu

DCNewa, Jakarta — Di balik pesatnya pertumbuhan industri pinjaman...

Konten Vape Libatkan Anak Viral, Kemkomdigi Minta YouTube Bertindak Cepat dalam 3 Hari

DCNews, Jakarta - Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap maraknya...