Strategi Kelola Keuangan di Tengah Krisis Global: Waspadai Utang Konsumtif

Date:

KETIDAKPASTIAN ekonomi global yang dipicu oleh gejolak geopolitik, inflasi tinggi, hingga perlambatan pertumbuhan ekonomi di berbagai negara, menuntut masyarakat untuk lebih cermat dalam mengelola keuangan. Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, menekankan pentingnya disiplin finansial, menghindari utang konsumtif, serta menerapkan strategi adaptif agar masyarakat tidak terjebak dalam krisis yang berkepanjangan.

Menurut Asep Dahlan, kondisi krisis global saat ini bukan sekadar ancaman, tetapi juga momentum untuk memperbaiki pola pengelolaan keuangan yang selama ini cenderung konsumtif. Ia menilai banyak masyarakat masih belum memiliki fondasi keuangan yang kuat, seperti dana darurat dan perencanaan jangka panjang.

“Dalam situasi seperti sekarang, hal paling mendasar adalah memastikan arus kas tetap sehat. Jangan sampai pengeluaran lebih besar dari pemasukan, apalagi untuk hal-hal yang tidak prioritas,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Kang Dahlan ini, secara khusus mengingatkan bahaya utang konsumtif, terutama yang digunakan untuk memenuhi gaya hidup seperti pembelian barang non-esensial melalui kredit atau paylater. Menurutnya, kebiasaan ini justru akan memperburuk kondisi finansial, terlebih di tengah ketidakpastian ekonomi.

“Utang konsumtif itu jebakan. Di awal terasa ringan karena cicilan kecil, tapi jika tidak dikontrol, akumulasi bunganya bisa membebani keuangan dalam jangka panjang,” kata dia.

Ia menyarankan masyarakat untuk lebih selektif dalam berutang, dengan membedakan antara utang produktif dan konsumtif. Utang produktif, seperti untuk modal usaha atau investasi yang berpotensi menghasilkan, dinilai masih dapat dipertimbangkan. Sebaliknya, utang untuk gaya hidup sebaiknya dihindari.

Mulai Bangun Dana Darurat

Selain itu, Kang Dahlan mendorong masyarakat untuk mulai membangun dana darurat yang idealnya mencakup kebutuhan hidup selama tiga hingga enam bulan. Dana ini dinilai krusial sebagai bantalan ketika terjadi penurunan pendapatan atau kondisi tak terduga seperti pemutusan hubungan kerja.

Ia juga menekankan pentingnya diversifikasi sumber pendapatan. Ketergantungan pada satu sumber penghasilan dinilai berisiko tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi global. “Mulai cari peluang tambahan, baik dari investasi, usaha sampingan, maupun peningkatan keterampilan yang bisa menghasilkan,” ujarnya.

Investasi: Jangan Tergoda pada Instrumen Berisiko Tinggi

Dalam hal investasi, Kang Dahlan mengingatkan agar masyarakat tidak tergoda pada instrumen berisiko tinggi tanpa pemahaman yang memadai. Ia menyarankan pendekatan konservatif dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing individu. Instrumen seperti emas, deposito, atau reksa dana pasar uang dinilai lebih stabil dalam kondisi pasar yang bergejolak.

Lebih jauh, ia juga menyoroti pentingnya literasi keuangan. Menurutnya, pemahaman yang baik tentang pengelolaan uang akan membantu masyarakat mengambil keputusan yang lebih rasional dan tidak mudah panik saat menghadapi tekanan ekonomi.

“Krisis global ini seharusnya menjadi alarm bagi kita semua. Bukan untuk takut, tapi untuk lebih bijak, lebih disiplin, dan lebih terencana dalam mengelola keuangan,” tuturnya.

Kunci Bertahan Ditengah Krisis

Di akhir, Asep Dahlan menegaskan bahwa kunci bertahan di tengah krisis bukan terletak pada besarnya penghasilan, melainkan pada kemampuan mengelola apa yang dimiliki secara efektif. Ia menambahkan, menghindari utang konsumtif dan memperkuat fondasi keuangan adalah langkah penting agar masyarakat bisa melewati masa sulit dengan lebih aman dan berkelanjutan. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kang Dahlan Sebut Program Literasi Keuangan OJK Penting untuk Stabilitas Ekonomi Masa Depan

DCNews, Jakarta — Di tengah meningkatnya kompleksitas ekonomi digital...

OJK: Literasi Keuangan Harus Masuk Kurikulum Demi Masa Depan Finansial Anak Muda

DCNews, Jakarta — Di tengah derasnya arus informasi finansial...

Standar Kinerja Tinggi ala Prabowo: Fahri Hamzah Ungkap Tekanan Hasil Nyata di Dalam Kabinet

DCNews, Jakarta — Di balik ritme kerja pemerintahan yang...

Market Brief 18 April 2026: Emas Stabil, Minyak Menguat, Nasdaq Cetak Rekor Baru Berturut-turut

DCNews, Jakarta – Pasar keuangan global pada Sabtu ini...