DCNews, Jakarta – Pasar keuangan global pada Jumat (17/4/2026) menunjukkan dinamika beragam, didorong oleh membaiknya sentimen risiko pasca kesepakatan gencatan senjata sementara dan sinyal negosiasi ulang antara AS dan Iran. Indeks saham utama Amerika Serikat mencetak rekor baru, sementara harga komoditas dan mata uang utama bergerak berlawanan arah seiring perubahan ekspektasi kebijakan moneter dan kondisi geopolitik.
Komoditas
Emas (Gold)
Harga emas spot tercatat turun sebesar 0,97% menjadi $4.723,60 per ons troi pada perdagangan hari ini. Penurunan ini terjadi karena penurunan permintaan aset aman seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Meskipun demikian, logam mulia masih berada di bawah level tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada akhir Januari lalu, yaitu sekitar $5.500 per ons..
Minyak Mentah (Oil)
Sebaliknya, harga minyak mentah NYMEX melonjak signifikan sebesar 8,12% menjadi $104,41 per barel . Kenaikan ini dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global akibat konflik yang masih berlangsung, meskipun ada upaya negosiasi damai. Sementara itu, harga minyak Brent juga terpantau bergerak positif meski mengalami fluktuasi seiring perkembangan situasi di kawasan tersebut
Pasar Valuta Asing
EUR/USD
Pasangan mata uang euro terhadap dolar AS melemah menjadi 1,1782. Meskipun ekonomi zona euro menunjukkan tanda-tanda pemulihan, tekanan inflasi yang masih ada membuat Bank Sentral Eropa (ECB) tetap berhati-hati dalam menentukan kebijakan moneter, yang memengaruhi pergerakan nilai tukar euro.
GBP/USD
Pound sterling juga mengalami penurunan terhadap dolar AS, berada di level 1,3526 . Meskipun data pertumbuhan PDB Inggris pada bulan Februari menunjukkan kenaikan sebesar 0,5% secara bulanan, prospek ekonomi negara tersebut masih terancam oleh guncangan harga energi yang meningkat lebih dari 20% dan tekanan pada daya beli masyarakat.
USD/JPY
Dolar AS menguat terhadap yen Jepang dan berada di angka 159,16 . Penguatan ini didukung oleh posisi dolar sebagai mata uang cadangan dunia yang masih diminati investor, meskipun ada kekhawatiran potensi intervensi dari otoritas Jepang jika nilai tukar mendekati level 162-165.
Pasar Saham
Nasdaq
Indeks teknologi Nasdaq mencatatkan kenaikan sebesar 0,36% dan menutup perdagangan di level 24.102,70, mencapai rekor baru. Penguatan ini didorong oleh kinerja positif saham-saham teknologi dan perusahaan berbasis kecerdasan buatan (AI), yang dianggap lebih tahan terhadap dampak konflik geopolitik. Selain itu, data ekonomi AS yang tetap tangguh dengan inflasi inti yang lebih rendah dari perkiraan serta konsumsi dan manufaktur yang membaik juga memberikan dukungan bagi pasar saham.
Analisis Kesimpulan Dahlan Consultant: Dinamika Pasar Dipengaruhi Dua Faktor
Menurut Konsultan Keuangan dan Pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, dinamika pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama: perkembangan situasi geopolitik dan kondisi fundamental ekonomi global. “Meredanya ketegangan di Timur Tengah telah mengurangi permintaan aset aman seperti emas, namun kekhawatiran terhadap pasokan energi masih membuat harga minyak tetap berfluktuasi naik,” ujarnya.
Untuk pasar valuta asing, pria yang akrab disapa Kang Dahlan itu menilai bahwa pergerakan mata uang utama masih akan dipengaruhi oleh perbedaan kebijakan moneter antara bank sentral besar. “Dolar AS masih memiliki kekuatan karena ekonomi yang relatif lebih tangguh, namun mata uang lain seperti euro dan pound sterling juga memiliki potensi untuk bergerak positif jika data ekonomi menunjukkan perbaikan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, untuk pasar saham, khususnya indeks Nasdaq, ia menyarankan investor untuk tetap waspada terhadap potensi koreksi jangka pendek namun tetap melihat peluang jangka panjang pada sektor-sektor yang memiliki fundamental kuat. “Sektor teknologi dan AI masih menjadi primadona karena pertumbuhan bisnis yang menjanjikan, namun penting untuk melakukan diversifikasi portofolio guna mengurangi risiko,” tutup Kang Dahlan. ***

