Market Brief Hari Ini: Emas Stabil di Level Tinggi, Minyak Tertekan, Indeks Teknologi AS Menguat

Date:

DCNews, Jakarta – Pasar keuangan global pada Jumat ini (10/4/2026), menunjukkan dinamika yang beragam, dengan emas yang tetap bertahan di level tinggi meski mengalami fluktuasi, minyak mentah yang tertekan oleh harapan penurunan ketegangan geopolitik, serta pergerakan mata uang utama yang masih dipengaruhi oleh kebijakan moneter dan data ekonomi.

Sementara itu, indeks teknologi Nasdaq kembali mencatat kenaikan yang signifikan didorong oleh kinerja saham-saham sektor teknologi.

Emas (Gold)

Harga emas spot pada perdagangan hari ini bergerak dalam rentang yang stabil, sempat menembus level US$4.800 per ons sebelum kembali terkoreksi sedikit ke sekitar US$4.785 per ons pada pukul 08.00 WIB. Pergerakan emas ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor, termasuk kekuatan dolar AS yang masih relatif stabil serta kekhawatiran inflasi yang masih membayangi ekonomi global.

Meskipun demikian, permintaan aset aman masih cukup tinggi akibat ketidakpastian situasi geopolitik di berbagai wilayah dunia, yang menjadi penopang utama harga logam mulia ini.

Minyak Mentah (Oil)

Harga minyak mentah WTI tercatat turun ke sekitar US$108 per barel, sementara Brent berada di level US$112 per barel. Penurunan ini terjadi setelah muncul harapan bahwa ketegangan di Timur Tengah dapat mereda, terutama dengan adanya upaya negosiasi gencatan senjata antara beberapa negara di wilayah tersebut.

Selain itu, kekhawatiran terhadap permintaan energi yang mungkin melambat akibat pertumbuhan ekonomi global yang tidak terlalu kuat juga memberikan tekanan pada harga minyak.

Pasar Valuta Asing

– EUR/USD: Pasangan mata uang ini masih bergerak dalam rentang konsolidasi di sekitar level 1.14-1.15. Tekanan pada euro masih terasa akibat perbedaan kebijakan moneter antara Bank Sentral Eropa (ECB) dan Federal Reserve AS, di mana The Fed masih mempertahankan suku bunga yang relatif tinggi.

Selain itu, ketergantungan Eropa pada impor energi juga membuat mata uang ini rentan terhadap pergerakan harga minyak.

– GBP/USD: Poundsterling bergerak di sekitar level 1.31-1.32 terhadap dolar AS. Pergerakan mata uang Inggris ini dipengaruhi oleh data ekonomi domestik serta ekspektasi kebijakan Bank of England.

Meskipun ada tanda-tanda pemulihan ekonomi yang moderat, ketidakpastian terkait situasi politik dan ekonomi global masih menjadi faktor yang mempengaruhi sentimen pasar terhadap poundsterling.

– USD/JPY: Dolar AS menguat sedikit terhadap yen Jepang dan berada di sekitar level 159.50, mendekati ambang batas kritis 160.00. Penguatan dolar ini didorong oleh data tenaga kerja AS yang solid serta sentimen risiko pasar yang cukup baik, yang membuat investor lebih cenderung memegang aset berdenominasi dolar.

Yen Jepang yang masih berperan sebagai mata uang aman juga mengalami tekanan akibat penurunan permintaan aset aman secara sementara.

Indeks Nasdaq

Indeks teknologi Nasdaq kembali mencatat kenaikan yang signifikan, melonjak sekitar 4,4% pada perdagangan minggu ini dan terus menunjukkan tren positif pada hari ini.

Kenaikan ini didorong oleh kinerja saham-saham perusahaan teknologi besar seperti Nvidia dan Intel, yang mendapatkan dukungan dari permintaan yang kuat terhadap produk dan layanan teknologi, serta harapan terhadap perkembangan inovasi di sektor ini. Selain itu, kondisi pasar saham AS yang secara umum membaik juga memberikan dorongan bagi indeks teknologi ini.

Analisis dan Kesimpulan

Menurut Kang Dahlan, konsultan keuangan dan pendiri Dahlan Consultant, dinamika pasar keuangan saat ini masih sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti situasi geopolitik, kebijakan moneter bank sentral utama dunia, serta data ekonomi yang dirilis secara berkala.

“Emas masih menjadi aset yang menarik untuk dipertahankan dalam portofolio investasi sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian pasar, meskipun fluktuasi harga akan tetap terjadi. Untuk minyak mentah, kita perlu terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah karena hal itu akan sangat mempengaruhi arah harga ke depannya,” ujar Kang Dahlan.

Terkait pasar valuta asing, ia menambahkan bahwa dolar AS masih memiliki kekuatan yang cukup besar akibat kebijakan moneter The Fed yang masih ketat, namun pergerakan mata uang lain juga akan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik masing-masing negara.

“Untuk Nasdaq, tren kenaikan masih terlihat kuat didorong oleh sektor teknologi yang terus berkembang, namun investor juga perlu waspada terhadap risiko koreksi yang mungkin terjadi jika ada perubahan sentimen pasar secara tiba-tiba,” tutupnya.

Secara keseluruhan, pasar keuangan global masih akan terus bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi dalam waktu dekat. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk selalu melakukan analisis yang mendalam, memantau perkembangan berita terkini, dan menyesuaikan strategi investasi mereka sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi masing-masing. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Literasi Keuangan Rendah, Kang Dahlan Sebut Jasa Pendampingan Masih Dibutuhkan Masyarakat

DCNews, Jakarta — Stigma negatif yang belakangan melekat pada jasa...

DPR, BI, dan Kemenkeu Satukan Langkah Jaga Rupiah dan Pertumbuhan Ekonomi

DCNews, Jakarta — Pemerintah, Bank Indonesia, dan Dewan Perwakilan...

OJK Panggil Pemegang Saham KoinWorks Usai Tiga Petinggi Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Penyaluran Kredit

DCNews, Jakarta — Kasus dugaan korupsi penyaluran kredit yang menyeret...

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Melonjak di Pegadaian Hari Ini, Antam Tembus Rp2,88 Juta per Gram

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan yang diperdagangkan melalui...