DCNews, Jakarta — Harga emas di Pegadaian kompak turun tajam pada Jumat pagi (10/4/2026), memicu perhatian pelaku pasar di tengah dinamika global yang masih bergejolak. Data dari laman Sahabat Pegadaian per pukul 07.36 WIB menunjukkan penurunan signifikan pada tiga produk utama—Antam, UBS, dan Galeri24—dibandingkan posisi sehari sebelumnya.
Harga emas Antam tercatat turun ke Rp2.964.000 per gram dari Rp3.016.000, UBS melemah ke Rp2.879.000 dari Rp2.923.000, sementara Galeri24 turun ke Rp2.865.000 dari Rp2.908.000 per gram. Penurunan serempak ini menandai koreksi harian yang cukup dalam di pasar emas domestik.
Pergerakan harga emas di Pegadaian memang bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti fluktuasi harga global serta nilai tukar rupiah. Untuk emas Antam, pembaruan harga resmi di laman Logam Mulia biasanya dilakukan setelah pukul 08.30 WIB.
Secara rinci, harga emas Galeri24 tersedia mulai dari pecahan 0,5 gram hingga 1 kilogram. Sementara itu, UBS dijual dalam rentang 0,5 gram hingga 500 gram, dan Antam ditampilkan dari 0,5 gram hingga 100 gram di platform Pegadaian.
Rincian Harga Emas di Pegadaian (10 April 2026):
Galeri24
- 0,5 gram: Rp1.503.000
- 1 gram: Rp2.865.000
- 2 gram: Rp5.662.000
- 5 gram: Rp14.049.000
- 10 gram: Rp28.023.000
- 25 gram: Rp69.680.000
- 50 gram: Rp139.251.000
- 100 gram: Rp278.363.000
- 250 gram: Rp694.198.000
- 500 gram: Rp1.388.396.000
- 1.000 gram: Rp2.776.790.000
Antam
- 0,5 gram: Rp1.534.000
- 1 gram: Rp2.964.000
- 2 gram: Rp5.866.000
- 3 gram: Rp8.773.000
- 5 gram: Rp14.586.000
- 10 gram: Rp29.115.000
- 25 gram: Rp72.657.000
- 50 gram: Rp145.231.000
- 100 gram: Rp290.381.000
UBS
- 0,5 gram: Rp1.556.000
- 1 gram: Rp2.879.000
- 2 gram: Rp5.713.000
- 5 gram: Rp14.117.000
- 10 gram: Rp28.085.000
- 25 gram: Rp70.077.000
- 50 gram: Rp139.866.000
- 100 gram: Rp279.620.000
- 250 gram: Rp698.844.000
- 500 gram: Rp1.396.048.000
Analisis Dahlan Consultant: Koreksi Sehat atau Sinyal Tekanan Lanjutan?
Konsultan keuangan sekaligus pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan—yang akrab disapa Kang Dahlan—menilai penurunan harga emas ini lebih mencerminkan koreksi jangka pendek ketimbang perubahan tren jangka panjang.
Menurut Kang Dahlan, harga emas global saat ini masih sangat dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral utama seperti The Fed, serta pergerakan dolar AS. “Ketika dolar menguat dan imbal hasil obligasi naik, emas biasanya tertekan. Namun ini bukan berarti tren bullish emas berakhir,” ujarnya.
Ia menambahkan, bagi investor ritel di Indonesia, kondisi ini justru dapat dimanfaatkan sebagai momentum akumulasi bertahap. “Strateginya bukan membeli sekaligus, tetapi mencicil saat harga turun. Emas tetap relevan sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian global,” kata Kang Dahlan.
Meski demikian, ia mengingatkan agar investor tidak berspekulasi jangka pendek di instrumen emas fisik karena karakteristiknya lebih cocok untuk investasi jangka menengah hingga panjang.
“Volatilitas harian seperti ini wajar. Yang penting adalah disiplin dalam strategi dan tujuan investasi,” ujarnya. ***

