DCNews, Jakarta — Euforia kemenangan telak membuka lembaran baru bagi Timnas Indonesia. Di tengah optimisme yang menguat, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa keberhasilan tim tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang kini mulai dibangun di bawah arahan pelatih John Herdman.
Erick memuji pernyataan Herdman yang menekankan pentingnya kesabaran dalam membangun kekuatan tim nasional. Hal itu disampaikan Herdman dalam konferensi pers prapertandingan perdananya, sebelum laga FIFA Series 2026 yang berujung kemenangan 4-0 atas Saint Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat kemarin (27/3/2026).
“John menyampaikan bahwa membangun tim nasional bukan sesuatu yang instan, tetapi membutuhkan proses panjang. Komitmen itu sudah beliau tunjukkan, dan sekarang tugas kita adalah mendukung,” ujar Erick dalam ajang PSSI Awards di Jakarta, Sabtu (28/3/2026).
Ia menambahkan, dinamika performa tim nasional adalah hal yang wajar dalam sepak bola. Karena itu, konsistensi dukungan publik dan program pembinaan yang terarah menjadi kunci utama.
“Tim nasional bisa naik turun, itu biasa. Yang penting kita punya program yang baik dan terus mendukung,” kata Erick.
Herdman sendiri menegaskan bahwa fondasi tim sedang dibangun secara bertahap. Sejak ditunjuk dua bulan lalu, ia telah menyiapkan peta jalan jangka panjang, dengan target ambisius membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030.
Kemenangan atas Saint Kitts and Nevis dinilai Erick sebagai langkah awal yang menjanjikan dalam era baru Timnas Garuda. Hasil tersebut sekaligus membangkitkan kembali harapan setelah kegagalan lolos ke edisi Piala Dunia sebelumnya.
Selanjutnya, Indonesia akan menghadapi tantangan lebih berat melawan Bulgaria dalam laga penutup FIFA Series di SUGBK, Senin malam. Bulgaria datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menang telak 10-2 atas Kepulauan Solomon.
Secara peringkat, Bulgaria berada di posisi 87 dunia, jauh di atas Indonesia yang kini menghuni peringkat 122. Meski demikian, Erick menilai laga ini sebagai momentum penting untuk menguji mental dan kualitas tim.
“Ini kesempatan bagus melawan tim dengan ranking lebih tinggi. Kita harus berani dan tampil maksimal, apalagi sebagai tuan rumah,” ujarnya.
Pertandingan melawan Bulgaria dipandang bukan sekadar uji coba, melainkan bagian dari proses panjang membentuk identitas dan daya saing Timnas Indonesia di level internasional. ***

