Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Turun Hari Ini, 7 Maret 2026: UBS Rp3,073 Juta per Gram

Date:

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan yang diperdagangkan di Pegadaian mengalami penurunan pada perdagangan Sabtu pagi, 7 Maret 2026. Penurunan ini terjadi pada dua produk emas populer, yakni UBS dan Galeri24, sebagaimana dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian pada pukul 07.10 WIB.

Harga emas UBS tercatat sebesar Rp3.073.000 per gram, turun Rp23.000 dibandingkan harga sebelumnya yang berada di level Rp3.096.000 per gram. Sementara itu, harga emas Galeri24 juga melemah menjadi Rp3.058.000 per gram, turun Rp22.000 dari posisi sebelumnya Rp3.080.000 per gram.

Perubahan harga tersebut mencerminkan dinamika pasar logam mulia yang bergerak mengikuti fluktuasi harga emas global serta pergerakan nilai tukar rupiah. Pegadaian juga mencatat bahwa harga jual emas UBS dan Galeri24 dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar.

Emas Galeri24 di Pegadaian tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau setara 1 kilogram. Adapun emas UBS dijual dalam ukuran 0,5 gram hingga 500 gram.

Sementara itu, harga emas produksi Antam di laman Logam Mulia biasanya diperbarui setelah pukul 08.30 WIB setiap hari perdagangan.

Berikut daftar harga emas Galeri24 di Pegadaian per Sabtu pagi:

Galeri24
  • 0,5 gram: Rp1.604.000
  • 1 gram: Rp3.058.000
  • 2 gram: Rp6.043.000
  • 5 gram: Rp14.996.000
  • 10 gram: Rp29.912.000
  • 25 gram: Rp74.379.000
  • 50 gram: Rp148.639.000
  • 100 gram: Rp297.132.000
  • 250 gram: Rp741.004.000
  • 500 gram: Rp1.482.007.000
  • 1.000 gram: Rp2.964.012.000
UBS
  • 0,5 gram: Rp1.661.000
  • 1 gram: Rp3.073.000
  • 2 gram: Rp6.098.000
  • 5 gram: Rp15.069.000
  • 10 gram: Rp29.980.000
  • 25 gram: Rp74.802.000
  • 50 gram: Rp149.296.000
  • 100 gram: Rp298.473.000
  • 250 gram: Rp745.964.000
  • 500 gram: Rp1.490.175.000

Di pasar global, harga emas beberapa hari terakhir bergerak fluktuatif seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, arah kebijakan suku bunga bank sentral, serta dinamika nilai dolar Amerika Serikat. Bagi investor ritel di Indonesia, koreksi harga seperti ini kerap dimanfaatkan sebagai momentum akumulasi, terutama bagi mereka yang melihat emas sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) terhadap inflasi dan gejolak pasar keuangan. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

OJK Tegaskan Hoaks Pasar Modal Bisa Dipidana, Denda Administratif Tembus Rp2,23 Triliun

DCNews, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan penyebaran...

Aisyiyah Tanggul Jember Edukasi Warga soal Pinjol, dari Jeratan Utang hingga Teror Penagihan

DCNews, Jember — Utang yang awalnya ditujukan untuk memenuhi...

Bank NTB Syariah Ajak Warga Dompu Melawan Pinjol Ilegal dan Rentenir

DCNews, Dompu – Bank NTB Syariah mendorong masyarakat Kabupaten...

Harga Emas Antam Stabil di Rp2,54 Juta per Gram pada 26 Oktober 2026, Simak Daftar Lengkapnya

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan PT Aneka Tambang...