Market Brief 5 Maret 2026: Emas Stabil, Minyak Mereda, Saham AS Menguat

Date:

DCNews, Jakarta– Pasar global pada Kamis pagi ini (5/3/2026) menunjukkan pergerakan yang beragam, dengan harga emas yang tetap stabil di level tinggi, harga minyak yang mereda setelah lonjakan sebelumnya, serta indeks saham Amerika Serikat yang kembali menguat didukung data ekonomi yang positif. Sementara itu, pergerakan mata uang utama juga terlihat stabil setelah fluktuasi yang dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Emas (GOLD)

Harga emas dunia tetap stabil pada perdagangan hari ini, dengan harga spot emas diperdagangkan di sekitar $4.615 per ons, turun sedikit sebesar 0,43% dari penutupan sebelumnya namun masih berada di level yang tinggi. Di pasar domestik Indonesia, harga emas batangan 99,99% di IndoGold tercatat sebesar Rp2.786.182 per gram untuk harga beli dan Rp2.686.000 per gram untuk harga jual. Stabilitas harga emas ini dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik yang masih berlanjut di Timur Tengah, yang terus mendorong permintaan aset aman, namun juga tertekan oleh penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Minyak (OIL)

Harga minyak dunia mereda pada perdagangan hari ini, setelah sempat melonjak tajam pada awal pekan ini akibat ketegangan di Timur Tengah dan gangguan pasokan di Selat Hormuz. Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei 2026 stabil di level $81,40 per barel, sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April 2026 naik sedikit sebesar 0,1% menjadi $74,66 per barel. Meredanya harga minyak ini dipengaruhi oleh langkah pemerintah AS yang berupaya mengamankan rute perdagangan energi di kawasan konflik, serta data persediaan minyak mentah AS yang naik lebih tinggi dari ekspektasi pekan lalu.

EUR/USD

Pasangan mata uang EUR/USD tetap stabil pada perdagangan hari ini, dengan diperdagangkan di sekitar 1,1626 setelah sempat tergelincir ke level terendah tiga bulan pada hari Selasa. Stabilitas pasangan mata uang ini dipengaruhi oleh jeda penguatan dolar AS setelah rally dua hari, serta dukungan kecil dari data ekonomi Zona Euro yang optimis. Namun, sentimen pasar tetap rapuh di tengah konflik AS-Iran yang sedang berlangsung, yang masih menjadi risiko bagi pergerakan mata uang ini.

GBP/USD

Pasangan mata uang GBP/USD juga terlihat stabil pada perdagangan hari ini, dengan diperdagangkan di sekitar 1,3371. Pergerakan pasangan mata uang ini dipengaruhi oleh faktor-faktor yang sama dengan EUR/USD, yaitu jeda penguatan dolar AS dan sentimen pasar yang masih dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik. Selain itu, data ekonomi Inggris yang baru-baru ini dirilis juga memberikan sedikit dukungan bagi pound sterling.

USD/JPY

Pasangan mata uang USD/JPY terlihat sedikit melemah pada perdagangan hari ini, dengan diperdagangkan di sekitar 157,07. Pelemahan pasangan mata uang ini dipengaruhi oleh penguatan yen Jepang sebagai aset aman, serta jeda penguatan dolar AS. Namun, pergerakan pasangan mata uang ini masih terbatas di tengah ketidakpastian pasar yang dipicu oleh ketegangan geopolitik.

Nasdaq

Indeks Nasdaq Composite menguat tajam pada perdagangan Rabu (4/3/2026), naik sebesar 1,29% dan ditutup di level 22.807,48. Penguatan indeks ini didukung oleh penguatan saham teknologi, terutama sektor semikonduktor. Micron Technology dan Advanced Micro Devices (AMD) masing-masing melesat lebih dari 5%, sedangkan Broadcom dan Nvidia naik lebih dari 1%. Sentimen investor juga terdongkrak oleh rilis data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan, termasuk data indeks ISM untuk sektor jasa yang naik ke 56,1 dan data tenaga kerja sektor swasta yang menambah 63 ribu lapangan kerja baru, jumlah tertinggi sejak Juli 2025.

Kesimpulan Analisis Pasar

Secara keseluruhan, pasar global pada hari ini menunjukkan pergerakan yang beragam namun cenderung stabil. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar, terutama harga emas dan minyak. Namun, data ekonomi yang positif dari AS memberikan dukungan bagi pasar saham dan mata uang. Di masa depan, pergerakan pasar masih akan dipengaruhi oleh perkembangan ketegangan geopolitik, kebijakan moneter bank sentral utama, serta data ekonomi yang akan dirilis. Investor disarankan untuk tetap waspada dan memantau perkembangan pasar secara teratur untuk mengambil keputusan investasi yang tepat. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Literasi Keuangan Rendah, Kang Dahlan Sebut Jasa Pendampingan Masih Dibutuhkan Masyarakat

DCNews, Jakarta — Stigma negatif yang belakangan melekat pada jasa...

DPR, BI, dan Kemenkeu Satukan Langkah Jaga Rupiah dan Pertumbuhan Ekonomi

DCNews, Jakarta — Pemerintah, Bank Indonesia, dan Dewan Perwakilan...

OJK Panggil Pemegang Saham KoinWorks Usai Tiga Petinggi Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Penyaluran Kredit

DCNews, Jakarta — Kasus dugaan korupsi penyaluran kredit yang menyeret...

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Melonjak di Pegadaian Hari Ini, Antam Tembus Rp2,88 Juta per Gram

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan yang diperdagangkan melalui...