DCNews, Jakarta– Pasar global hari ini, Minggu (1/3/2016) menunjukkan pergerakan yang beragam, dengan emas tetap stabil di level tinggi, harga minyak mentah naik tajam akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah, sementara mata uang utama dunia bergerak dalam rentang terbatas dan indeks Nasdaq masih dalam tekanan penurunan.
Emas (Gold)
Harga emas spot hari ini tercatat di level $4.479,41 per ons, dengan perubahan kecil sebesar -0,01% dalam 24 jam terakhir. Rentang harian emas berada di antara $4.451,05 hingga $4.492,48. Di pasar lokal Indonesia, harga emas logam mulia 99,99% di platform IndoGold tercatat sebesar Rp2.864.708 per gram untuk harga beli dan Rp2.795.000 per gram untuk harga jual, per pukul 10:10 WIB. Emas tetap menjadi aset aman yang dicari investor di tengah ketidakpastian pasar, meskipun pergerakannya hari ini relatif tenang.
Minyak (Oil)
Harga minyak mentah dunia naik tajam hari ini akibat ketegangan geopolitik yang memanas di Timur Tengah, khususnya terkait ancaman penutupan Selat Hormuz. Harga minyak Brent berjangka Maret 2026 tercatat di level $63,34 per barel, naik sebesar 2,18% atau $1,35 dibandingkan penutupan sebelumnya. Sementara itu, harga minyak WTI berjangka Maret 2026 berada di level $59,76 per barel, naik sebesar 0,74% atau $0,44. Para analis memperingatkan bahwa jika Selat Hormuz benar-benar ditutup, harga minyak bisa melesat di atas $100 per barel.
Mata Uang UtamaÂ
– EUR/USD: Pasangan mata uang euro terhadap dolar AS hari ini bergerak di level 1,1817, dengan perubahan +0,1% dalam 24 jam terakhir. Rentang harian EUR/USD berada di antara 1,1801 hingga 1,1830. Pergerakan euro didukung oleh harapan bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan menjaga suku bunga tetap hingga akhir tahun 2026, sementara pasar masih menunggu keputusan kebijakan moneter Federal Reserve AS.
– GBP/USD: Pound sterling terhadap dolar AS hari ini tercatat di level 1,3483, dengan perubahan +0,00% dalam 24 jam terakhir. Rentang harian GBP/USD berada di antara 1,3483 hingga 1,3483, menunjukkan pergerakan yang sangat terbatas. Pound sterling masih dipengaruhi oleh data ekonomi Inggris yang beragam dan ketidakpastian terkait hubungan perdagangan dengan Uni Eropa.
– USD/JPY: Dolar AS terhadap yen Jepang hari ini bergerak di level 157,07, naik sebesar 0,67% dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan USD/JPY didukung oleh perbedaan kebijakan moneter antara Federal Reserve AS dan Bank of Japan, di mana Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tinggi sementara BOJ masih mempertahankan kebijakan moneter yang longgar.
Indeks NasdaqÂ
Indeks Nasdaq Composite pada penutupan hari Jumat (27 Februari 2026) tercatat di level 22.668,21, turun sebesar 0,92% atau 210,17 poin. Sementara itu, indeks Nasdaq 100 pada penutupan 14 Januari 2026 tercatat di level 25.741,95, turun sebesar 0,18% atau 45,71 poin. Indeks Nasdaq masih dalam tekanan penurunan akibat kekhawatiran investor terhadap pertumbuhan ekonomi AS dan kebijakan moneter Federal Reserve, serta penurunan harga saham teknologi yang menjadi komponen utama indeks ini.
Kesimpulan Analisis Pasar
Secara keseluruhan, pasar global hari ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak, ketidakpastian kebijakan moneter bank sentral utama dunia, dan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global.
Emas tetap menjadi aset aman yang dicari investor, sementara mata uang utama dunia bergerak dalam rentang terbatas. Indeks Nasdaq masih dalam tekanan penurunan, namun para analis memperkirakan bahwa indeks ini bisa pulih jika data ekonomi AS menunjukkan perbaikan dan kebijakan moneter Federal Reserve menjadi lebih akomodatif. Ke depan, investor disarankan untuk memantau perkembangan geopolitik, data ekonomi, dan keputusan kebijakan moneter bank sentral untuk mengambil keputusan investasi yang tepat. ***

