Harga Emas Galeri24 dan UBS Masih Tertahan, Pasar Tunggu Arah Global

Date:

DCNews, Jakarta — Harga emas ritel yang dipasarkan Pegadaian pada awal pekan ini bergerak stagnan. Data dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Senin (26/1/2026), menunjukkan harga emas produksi Galeri24 dan UBS tidak mengalami perubahan dibandingkan hari sebelumnya, mencerminkan sikap pasar yang masih menunggu kepastian arah ekonomi global.

Emas Galeri24 tercatat stabil di level Rp2.925.000 per gram. Senada, emas UBS juga bertahan di posisi Rp2.974.000 per gram. Pergerakan datar ini terjadi di tengah fluktuasi harga emas dunia yang belum menemukan momentum baru, seiring pelaku pasar mencermati sinyal kebijakan moneter Amerika Serikat dan dinamika geopolitik global.

Dari sisi produk, Galeri24 menawarkan emas batangan dengan variasi ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau setara 1 kilogram. Sementara itu, emas UBS tersedia dalam rentang 0,5 gram hingga 500 gram, menyasar investor ritel dengan kebutuhan investasi beragam.

Berikut rincian harga emas Galeri24 di Pegadaian:

  • 0,5 gram: Rp1.534.000
  • 1 gram: Rp2.925.000
  • 2 gram: Rp5.762.000
  • 5 gram: Rp14.299.000
  • 10 gram: Rp28.523.000
  • 25 gram: Rp71.132.000
  • 50 gram: Rp142.152.000
  • 100 gram: Rp284.162.000
  • 250 gram: Rp708.661.000
  • 500 gram: Rp1.417.320.000
  • 1.000 gram: Rp2.834.640.000

Adapun harga emas UBS tercatat sebagai berikut:

  • 0,5 gram: Rp1.608.000
  • 1 gram: Rp2.974.000
  • 2 gram: Rp5.901.000
  • 5 gram: Rp14.582.000
  • 10 gram: Rp29.010.000
  • 25 gram: Rp72.383.000
  • 50 gram: Rp144.468.000
  • 100 gram: Rp288.823.000
  • 250 gram: Rp721.843.000
  • 500 gram: Rp1.441.992.000
Analisis pasar:

Stabilnya harga emas ritel mencerminkan fase wait and see di kalangan investor domestik. Tekanan dari potensi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama di AS masih menahan laju kenaikan emas, sementara faktor lindung nilai (safe haven) belum cukup kuat untuk mendorong lonjakan harga. Dalam jangka pendek, harga emas diperkirakan bergerak terbatas hingga muncul katalis baru, baik dari kebijakan bank sentral global, data inflasi utama, maupun eskalasi risiko geopolitik yang signifikan. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kang Dahlan Sebut Program Literasi Keuangan OJK Penting untuk Stabilitas Ekonomi Masa Depan

DCNews, Jakarta — Di tengah meningkatnya kompleksitas ekonomi digital...

OJK: Literasi Keuangan Harus Masuk Kurikulum Demi Masa Depan Finansial Anak Muda

DCNews, Jakarta — Di tengah derasnya arus informasi finansial...

Standar Kinerja Tinggi ala Prabowo: Fahri Hamzah Ungkap Tekanan Hasil Nyata di Dalam Kabinet

DCNews, Jakarta — Di balik ritme kerja pemerintahan yang...

Market Brief 18 April 2026: Emas Stabil, Minyak Menguat, Nasdaq Cetak Rekor Baru Berturut-turut

DCNews, Jakarta – Pasar keuangan global pada Sabtu ini...