DCNews, Jakarta— Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada perdagangan Jumat (26/12/2025) mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global dan pergerakan nilai tukar. Kenaikan ini memperpanjang tren positif emas domestik dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data laman resmi Logam Mulia Antam, harga emas naik Rp13.000 menjadi Rp2.589.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.576.000 per gram. Sejalan dengan itu, harga jual kembali (buyback) turut meningkat ke level Rp2.448.000 per gram.
Antam menetapkan bahwa setiap transaksi jual beli emas batangan dikenakan pajak sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017. Untuk transaksi penjualan kembali emas batangan dengan nilai di atas Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen bagi non-NPWP. Pajak tersebut dipotong langsung dari nilai transaksi buyback.
Sementara itu, pembelian emas batangan juga dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP, dengan bukti potong pajak disertakan dalam setiap transaksi.
Berikut daftar harga emas batangan Antam pada Jumat:
- 0,5 gram: Rp1.344.500
- 1 gram: Rp2.589.000
- 2 gram: Rp5.118.000
- 3 gram: Rp7.652.000
- 5 gram: Rp12.720.000
- 10 gram: Rp25.385.000
- 25 gram: Rp63.337.000
- 50 gram: Rp126.595.000
- 100 gram: Rp253.112.000
- 250 gram: Rp632.515.000
- 500 gram: Rp1.264.820.000
- 1.000 gram: Rp2.529.600.000
Analisis Pasar
Kenaikan harga emas domestik sejalan dengan sentimen global yang cenderung defensif. Investor masih mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia, volatilitas nilai tukar dolar AS, serta risiko geopolitik yang belum mereda. Dalam kondisi tersebut, emas tetap dipandang sebagai instrumen penyimpan nilai (safe haven) yang relatif stabil.
Di dalam negeri, penguatan harga emas juga dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Ketika rupiah melemah, harga emas cenderung bergerak naik karena menggunakan acuan harga internasional. Ke depan, pergerakan emas diperkirakan tetap volatil, namun memiliki peluang melanjutkan tren penguatan selama ketidakpastian global masih mendominasi pasar keuangan.
Bagi investor ritel, emas tetap relevan sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio, khususnya untuk tujuan perlindungan nilai jangka menengah hingga panjang. ***

