Harga Emas UBS dan Galeri24 Melonjak Dua Hari Beruntun, Investor Beralih ke Aset Safe Haven

Date:

DCNews, Jakarta — Harga emas ritel yang dipasarkan melalui Pegadaian kembali mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Rabu, seiring meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai. Dua produk utama, emas UBS dan emas Galeri24, kompak mengalami kenaikan harga selama dua hari berturut-turut, mencerminkan sentimen positif pasar emas domestik.

Berdasarkan data dari laman resmi Sahabat Pegadaian, harga emas Galeri24 naik Rp58.000 menjadi Rp2.594.000 per gram, dari posisi sebelumnya Rp2.536.000 per gram. Sementara itu, emas UBS mencatatkan kenaikan lebih tinggi, yakni Rp59.000, sehingga diperdagangkan di level Rp2.652.000 per gram, dibandingkan harga sebelumnya Rp2.593.000 per gram.

Penguatan harga ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global, termasuk fluktuasi nilai tukar dolar AS dan ekspektasi kebijakan moneter bank sentral utama dunia, yang mendorong investor kembali melirik emas sebagai safe haven.

Emas Galeri24 tersedia dalam ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram), sedangkan emas UBS dipasarkan dalam ukuran 0,5 gram hingga 500 gram, memberikan fleksibilitas bagi investor ritel maupun pembeli berkapital besar.

Daftar Harga Emas UBS

  • 0,5 gram: Rp1.433.000
  • 1 gram: Rp2.652.000
  • 2 gram: Rp5.263.000
  • 5 gram: Rp13.004.000
  • 10 gram: Rp25.869.000
  • 25 gram: Rp64.547.000
  • 50 gram: Rp128.829.000
  • 100 gram: Rp257.555.000
  • 250 gram: Rp643.697.000
  • 500 gram: Rp1.285.882.000

Daftar Harga Emas Galeri24

  • 0,5 gram: Rp1.361.000

1 gram: Rp2.594.000

  • 2 gram: Rp5.110.000
  • 5 gram: Rp12.682.000
  • 10 gram: Rp25.295.000
  • 25 gram: Rp63.082.000
  • 50 gram: Rp126.064.000
  • 100 gram: Rp252.003.000
  • 250 gram: Rp628.460.000
  • 500 gram: Rp1.256.919.000
  • 1.000 gram: Rp2.513.837.000
Analisis Pasar

Kenaikan harga emas ritel ini sejalan dengan tren penguatan harga emas global yang didorong oleh meningkatnya permintaan aset aman di tengah ketidakpastian arah suku bunga dan dinamika geopolitik. Di dalam negeri, stabilitas permintaan emas fisik tetap terjaga, terutama menjelang akhir tahun ketika kebutuhan lindung nilai dan diversifikasi portofolio cenderung meningkat.

Ke depan, pergerakan harga emas diperkirakan masih berpotensi bertahan di level tinggi selama tekanan global belum mereda. Bagi investor jangka menengah hingga panjang, emas masih relevan sebagai instrumen pelindung nilai inflasi dan penyeimbang risiko portofolio, meski tetap perlu mencermati volatilitas jangka pendek. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Ekonomi Indonesia Dinilai Akan Pulih Bertahap, Kang Dahlan Ajak Masyarakat Tetap Optimistis dengan Prabowo

DCNews, Jakarta — Di tengah meningkatnya kekhawatiran sebagian masyarakat...

OJK dan ILO Luncurkan Sistem ERP, Permudah Akses Pembiayaan bagi 10.000 Peternak Sapi Perah

DCNews, Malang — Upaya memperluas akses pembiayaan formal bagi peternak...

Pinjol Ilegal Kian Meresahkan, DPR Dorong Koperasi Jadi Solusi Pembiayaan Aman bagi UMKM

DCNews, Jakarta — Di tengah kebutuhan masyarakat yang semakin...

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Turun Dua Hari Beruntun, Investor Diminta Cermati Momentum

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan yang dipasarkan melalui Pegadaian...