Pinjol Kian Marak, OJK Ingatkan Masyarakat Bijak Berutang Agar Tak Terjerat Debt Collector

Date:

DCNews, Bukittinggi — Kemudahan akses dan proses pencairan yang cepat membuat pinjaman online (pinjol) semakin diminati masyarakat. Namun di balik kepraktisan tersebut, risiko tunggakan hingga penagihan oleh debt collector terus mengintai, terutama bagi peminjam yang tidak cermat mengelola utang.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berulang kali mengingatkan masyarakat agar hanya menggunakan layanan pinjol yang terdaftar dan diawasi secara resmi. Pinjol legal, menurut OJK, wajib mematuhi aturan penagihan yang jelas, transparan, dan menjunjung perlindungan konsumen, berbeda dengan pinjol ilegal yang kerap menggunakan cara-cara intimidatif.

Para pakar keuangan menilai, persoalan utama bukan hanya pada legalitas platform, tetapi juga pada perilaku berutang masyarakat. Salah satu prinsip dasar yang dianjurkan adalah menyesuaikan jumlah pinjaman dengan kemampuan finansial pribadi. Idealnya, total cicilan utang tidak melebihi 30 persen dari penghasilan bulanan agar arus kas rumah tangga tetap sehat dan risiko gagal bayar dapat ditekan.

Selain itu, disiplin dalam penggunaan dana pinjaman menjadi faktor krusial. Pengamat ekonomi menyoroti masih banyak peminjam yang memanfaatkan pinjol untuk kebutuhan konsumtif yang tidak mendesak, mulai dari gaya hidup hingga belanja impulsif. Pola ini dinilai memperbesar peluang terjebak utang karena dana yang seharusnya membantu kebutuhan mendesak justru tidak menghasilkan nilai tambah.

Ketika kesulitan membayar mulai muncul, langkah paling rasional adalah segera berkomunikasi dengan pihak penyedia pinjol. Lembaga perlindungan konsumen menekankan bahwa itikad baik dan komunikasi terbuka dapat membuka ruang negosiasi, termasuk restrukturisasi atau penjadwalan ulang pembayaran, sekaligus meminimalkan risiko penagihan yang agresif.

Maraknya pinjol menjadi cermin tantangan literasi keuangan di tengah masyarakat. Tanpa kehati-hatian dan perencanaan matang, kemudahan akses pinjaman berpotensi berubah menjadi jerat utang yang membebani, bukan solusi keuangan yang menolong. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

KUR Pekerja Migran Rp443,5 Miliar Terserap 84,5 Persen, Pemerintah Cegah CPMI Terjerat Pinjol Ilegal

DCNews, Jakarta – Pemerintah mengoptimalkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat...

Polri Siapkan Sertifikasi Debt Collector, Cegah Intimidasi dan Praktik Premanisme

DCNews, Jakarta – Praktik penagihan utang yang disertai intimidasi,...

DPRD DKI Soroti Permukiman Kumuh, Minta Target Penuntasan Jelas pada 2027

DCNews, Jakarta - Penanganan kawasan permukiman kumuh di Jakarta...

DPR Minta Pemerintah Lindungi Tukang Cukur dan Tukang Pijat dari Beban Pajak, Ini Aturannya

DCNews, Jakarta – Pekerja mandiri berpenghasilan kecil, seperti tukang...