Korban Banjir–Longsor Agam Butuh Hunian Layak, Bukan Sekadar Bantuan Darurat

Date:

DCNews, Padang — Dua pekan setelah banjir dan longsor melanda Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kebutuhan paling mendesak bagi ribuan warga terdampak bukan lagi makanan atau pakaian, melainkan tempat tinggal yang layak. Rumah-rumah warga hancur, infrastruktur rusak, dan sebagian penyintas masih bertahan di pengungsian dengan ketidakpastian masa depan.

Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rezki Pratama mengatakan, pemulihan pascabencana harus segera bergeser dari fase tanggap darurat menuju pembangunan hunian tetap dan perbaikan infrastruktur dasar. Menurutnya, banyak warga kehilangan seluruh aset hidup akibat bencana tersebut.

“Yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini adalah hunian. Mereka sudah tidak punya apa-apa lagi. Rumah hancur akibat banjir dan longsor, sehingga tanpa rumah, sulit bagi mereka memulai kembali kehidupan,” kata Ade Rezki Pratama di Padang, Minggu (13/12/2025).

Politisi Partai Gerindra itu menyebut pemerintah dan pemangku kepentingan tengah melakukan pendataan untuk pembangunan rumah di sejumlah wilayah terdampak, termasuk Kecamatan Palembayan, kawasan Maninjau, dan beberapa daerah lain di Kabupaten Agam. Namun, proses tersebut masih menunggu validasi data agar pembangunan tepat sasaran.

“Kami sedang mendata lokasi dan jumlah hunian yang akan dibangun. Data yang akurat sangat penting agar bantuan tidak salah sasaran,” ujarnya.

Selain kebutuhan fisik, Ade Rezki menekankan pentingnya penanganan dampak psikologis yang dialami para penyintas. Menurutnya, trauma akibat bencana masih membekas, terutama pada anak-anak dan kelompok rentan yang mengalami kehilangan anggota keluarga maupun tempat tinggal.

“Kami sudah meminta Wakil Menteri Kesehatan agar dilakukan pemulihan trauma bagi masyarakat terdampak. Penanganan ini melibatkan IDI, dokter militer, dan tenaga medis dari kepolisian,” kata Ade Rezki.

Meski demikian, ia mengakui kondisi di lapangan mulai menunjukkan perbaikan dibandingkan dua minggu sebelumnya. Sejumlah daerah yang sempat terisolasi kini sudah dapat dijangkau setelah akses jalan yang tertutup longsor mulai dibuka.

“Alhamdulillah, daerah-daerah yang sebelumnya terisolasi sudah bisa kami datangi. Hingga hari ini, penyaluran bantuan logistik seperti sembako, pakaian, selimut, dan obat-obatan masih terus berjalan,” ujarnya.

Desakan pembangunan hunian layak juga datang dari parlemen. Sebelumnya, anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani meminta pemerintah pusat segera membangun rumah bagi korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Negara harus hadir membangun rumah layak huni bagi korban bencana. Meski sederhana, rumah adalah fondasi utama agar mereka bisa bangkit kembali,” kata Irma.

Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dalam beberapa pekan terakhir kembali menegaskan tantangan besar pemulihan pascabencana di Indonesia—bahwa bantuan darurat hanya solusi sementara, sementara hunian layak dan pemulihan jangka panjang menjadi kunci keberlanjutan hidup para penyintas. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kang Dahlan Dukung Kritik DPR soal Skema Tadpole Pindar: Jangan Sampai Pinjaman Online Tambah Beban Nasabah

DCNews, Jakarta - Kritik Anggota Komisi XI DPR RI...

Hj Nabilah Ingatkan Warga Jakarta Tak Sebarkan Hoaks soal Gunung Anak Krakatau

DCNews, Jakarta– Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari...

Harga Emas Antam Turun Rp10.000, Harga 1 Gram Jadi Rp2,627 Juta

DCNews, Jakarta — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk...

OJK Hentikan 951 Pinjol Ilegal hingga Agustus 2026, Aduan Masyarakat Tembus 30.328

DCNews, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menghentikan 951...