DCNews, Jakarta – Pasar keuangan global pada Selasa (9/12/2025) bergerak menguat moderat seiring meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve, yang mendorong harga emas, memperkuat mata uang utama terhadap dolar AS, serta mengangkat indeks teknologi Nasdaq.
GOLD – Emas Menguat Tipis
M, Menunggu Keputusan The Fed
Harga emas spot terus mencatat penguatan. Per data pukul 09.44 WIB, emas berada di sekitar US$ 4.189,2 per ounce, setara sekitar Rp 2,247,2 juta/gram.
Kenaikan harga ini didorong oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memotong suku bunga dalam pertemuan mendatang, kondisi yang biasanya melemahkan dolar AS dan mendorong daya tarik logam mulia.
OIL – Minyak Stabil di Tengah Sentimen Geopolitik & Fed
Harga minyak dunia relatif stabil pada Selasa setelah penurunan di sesi sebelumnya. Brent crude bertransaksi di kisaran US$ 62,4 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar US$ 58,7 per barel.
Stabilitas ini terjadi di tengah harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed + ketidakpastian geopolitik, antara lain terkait proses perdamaian di Ukraina.
Forex – Dolar Tertekan, EUR/USD & GBP/USD Menguat, USD/JPY Tertekan
- EUR/USD menunjukkan penguatan, mencerminkan pelemahan dolar.
- GBP/USD juga naik, didorong ekspektasi bahwa suku bunga AS akan turun.
- Sementara USD/JPY melemah terhadap yen, didorong oleh spekulasi kenaikan suku bunga di Jepang dan potensi penurunan imbal hasil dolar.
Pasar mata uang tampak memosisikan diri menjelang keputusan The Fed, banyak pelaku pasar memangkas posisi dolar mereka, sebagai antisipasi terhadap suku bunga acuan yang lebih rendah.
Nasdaq – Indeks Teknologi AS Menguat, Optimisme Tekan Volatilitas
Indeks Nasdaq Composite kembali menguat, terdorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang dapat menjadi katalis bagi saham teknologi.
Sentimen optimis juga muncul setelah aliran dana kembali mengalir ke ekuitas global, termasuk ke saham-saham AS, menjelang keputusan moneter global.
Kesimpulan & Analisis
Secara keseluruhan, pasar global pada 9 Desember 2025 menunjukkan pola berhati-hati namun optimistis menjelang keputusan suku bunga The Fed, yang diperkirakan memangkas suku bunga. Ini tercermin dari melemahnya dolar, menguatnya emas dan komoditas safe-haven, serta reli di saham teknologi.
Untuk investor, emas tetap menarik sebagai aset pelindung (safe-haven) jika ketidakpastian global atau geopolitik meningkat.
Minyak bakal tetap rentan terhadap faktor geopolitik dan keputusan produksi global, potensi rebound ada jika pasokan terganggu atau permintaan membaik.
Di forex, pasangan seperti EUR/USD dan GBP/USD kemungkinan terus menguat bila dolar makin tertekan; sedangkan USD/JPY layak diamati karena Jepang bisa memberi kejutan kebijakan suku bunga.
Saham teknologi (Nasdaq) bisa mendapat suntikan lagi jika The Fed memangkas bunga, tapi investor sebaiknya tetap waspada terhadap volatilitas tinggi bila data ekonomi mengejutkan.
Secara umum, minggu ini bisa menjadi sangat penting bagi arah pasar jangka pendek, keputusan The Fed jadi momen kunci. ***

