Market Brief 2 Desember 2025: Emas Rebound, Minyak Terkoreksi Tajam, Dolar Melemah Selektif, Nasdaq Fokus pada Arah Yield

Date:

DCNews, Jakarta Pasar global pada Selasa (2/12/2025) bergerak dalam pola risk-off terbatas, dipengaruhi penurunan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun, moderasi inflasi, serta prospek pemangkasan suku bunga The Fed pada semester I/2026. Pergerakan di komoditas dan pasar valas mencerminkan reposisi portofolio menjelang rilis data ketenagakerjaan AS (Non-Farm Payrolls/NFP) akhir pekan ini.

Berikut update teknisnya:

GOLD (Emas)

Emas menguat setelah dolar AS menunjukkan pelemahan dan US Treasury Yield turun ke area support mingguan.
Sentimen teknis:

  • Harga emas menembus resistance minor di sekitar US$ 2.040 per troy ounce.
  • Indikator Relative Strength Index (RSI) bergerak menuju area 60, mengindikasikan momentum bullish masih berlanjut.
  • Pelaku pasar menilai peluang Fed Rate Cut pada kuartal II/2026 sebesar 68–70%.

Katalis pendukung: perlambatan inflasi inti AS dan naiknya minat terhadap safe haven.

OIL (Minyak)

Minyak terkoreksi setelah data permintaan global menunjukkan pelemahan, terutama dari Tiongkok dan India.
Faktor teknis:

  • Harga WTI bergerak turun mendekati support US$ 71 per barel.
  • Stok minyak mentah AS mencatat kenaikan di atas ekspektasi analis.
  • Moving Average (MA50) mulai memotong MA20 dari atas, memberi sinyal potensi tren bearish jangka pendek.

Pasar menunggu arah kebijakan OPEC+ untuk memastikan konsistensi pemangkasan produksi.

EUR/USD

Pasangan EUR/USD menguat secara teknikal setelah memperoleh dukungan dari komentar hawkish ringan pejabat ECB.
Catatan teknis:

  • Euro bertahan di atas 1.0850, menjadi level support baru.
  • MACD menunjukkan sinyal bullish crossover.
  • Investor menunggu data CPI AS untuk menentukan arah breakout di kisaran 1.0850–1.0920.

GBP/USD

Pound melemah moderat karena investor memilih menunggu rilis data tenaga kerja dan inflasi Inggris.
Level teknis penting:

  • GBP/USD bergerak di kisaran 1.2660–1.2700.
  • Tekanan jual muncul saat harga gagal melewati resistance 1.2740.
  • BOE diperkirakan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu lebih lama dibandingkan ECB dan The Fed, tetapi prospek pertumbuhan lemah menahan penguatan pound.

USD/JPY

Dolar menguat terhadap yen setelah BOJ mempertahankan kebijakan ultra-longgar.
Fokus teknis:

  • USD/JPY bergerak naik menuju resistance 152.00, level psikologis yang sering memicu intervensi pemerintah Jepang.
  • Yen tetap tertekan karena yield spread AS–Jepang masih lebar.
  • Namun, ekspektasi pemangkasan suku bunga AS membatasi potensi penguatan dolar ke depan.

Nasdaq

Nasdaq bergerak mixed pada sesi Asia dan Eropa, menunggu arahan dari pergerakan yield AS.
Gambaran teknis:

  • Indeks berada dekat resistance 17.900, titik yang belum berhasil ditembus selama tiga sesi terakhir.
  • Saham teknologi mega-cap mencatat profit-taking setelah reli kuat.
  • Sektor AI dan semikonduktor tetap menjadi penopang utama dengan volume transaksi relatif tinggi.

Investor kini fokus pada arah US Treasury 10-year Yield yang menjadi penentu sentimen Nasdaq dalam jangka pendek. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Puan Buka Masa Sidang DPR, Tekankan Mitigasi Bencana dan Penerapan KUHP Baru

DCNews, Jakarta — Ketua DPR RI Puan Maharani membuka Masa...

Pemerintah Blokir Sementara Grok di Platform X, DPR Desak Moderasi Ketat Konten AI

DCNews, Jakarta — Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan...

Fahri Hamzah Buka Dapur Kekuasaan: Dari DPR ke Eksekutif, Prabowo Dinilai Presiden Paling Mandiri

DCNews, Jakarta — Perpindahan Fahri Hamzah dari dunia parlemen...

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Kompak, Galeri24 dan UBS Melonjak hingga Rp65 Ribu per Gram

DCNews, Jakarta — Harga emas yang diperdagangkan di Pegadaian...