DCNews, Jakarta — Sebuah tragedi kembali menyoroti tekanan finansial akibat utang pinjaman online. Seorang wanita berinisial DN (44) ditemukan tewas dalam kondisi tragis di sebuah rumah sitaan bank di Cileungsi, Kabupaten Bogor. Polisi menduga DN mengakhiri hidupnya setelah lama bergulat dengan utang pinjol dan pinjaman perorangan.
Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, menyampaikan bahwa jasad DN—warga Depok yang hilang kontak sejak Juli 2024, ditemukan pada Kamis (27/11/2025) sekitar pukul 14.00 WIB. Kondisi jasad yang telah menjadi tengkorak membuat identifikasi awal menggantung pada penelusuran ponsel korban, yang kemudian mengarah ke suaminya, AD.
“Korban meninggalkan rumah dan tidak memberikan kabar sejak bulan Juli 2024,” ujar Edison, sebagaimana dikutip DCNews, Sabtu (29/11/2025).
Keluarga sebelumnya telah melaporkan kehilangan DN ke Polsek Cimanggis, Polres Depok. Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan indikasi kuat bahwa DN tertekan oleh tumpukan utang, baik dari pinjaman online maupun utang pribadi kepada teman dan tetangganya.
“Benar, korban terlilit masalah utang, baik pinjol maupun perorangan,” kata Edison.
Rumah tempat jasad DN ditemukan ternyata merupakan rumah milik korban yang telah disita bank, menambah dugaan bahwa tekanan ekonomi menjadi faktor utama tragedi ini.
Meski demikian, keluarga DN memilih untuk tidak membawa kasus ini ke ranah hukum. Mereka menilai kejadian ini sebagai musibah dan menyatakan tidak akan menuntut pihak mana pun. Keluarga juga meminta agar polisi tidak melakukan otopsi demi mempercepat proses pemakaman.
“Jenazah akan dibawa keluarga setelah pemusaran dan pengkafanan oleh RS Polri Kramat Jati,” ujar Edison.
Kasus ini menambah daftar panjang tekanan psikologis akibat utang pinjol yang berujung pada tragedi, sekaligus menggarisbawahi urgensi perlindungan konsumen dan edukasi finansial yang lebih kuat. ***

