DCNews, Jakarta — Di tengah krisis bencana hidrometeorologi yang melumpuhkan tujuh kabupaten/kota di Sumatera Barat, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman mendesak pemerintah daerah mempercepat pendataan kerusakan sebelum masa tanggap darurat berakhir pada 8 Desember 2025. Ia menegaskan, kelengkapan data menjadi kunci agar pemerintah pusat dapat segera mengucurkan bantuan pemulihan pascabencana.
Alex menyebut Presiden Prabowo Subianto telah memberi sinyal kuat bahwa pusat tidak akan meninggalkan Sumbar menghadapi bencana sendirian. “Sekarang saja bantuan telah dikirim Presiden Prabowo menggunakan empat pesawat. Ini sinyal kepedulian yang mesti ditangkap dengan baik oleh para kepala daerah,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Sabtu (28/11/2025).
Menurut Alex, kemampuan fiskal sebagian besar daerah di Sumbar berada pada kategori “sangat rendah”, terlebih tujuh daerah terdampak. Situasi diperparah kebijakan pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang membuat ruang fiskal makin sempit. Karena itu, koordinasi antara pusat dan daerah penting untuk memastikan pemulihan berjalan cepat dan terukur.
“Presiden telah menunjukkan komitmen dengan mengirim empat pesawat dan dua helikopter. Sekarang tinggal bagaimana daerah meresponsnya,” kata Alex.
Sebagai anggota DPR dari Dapil Sumbar I, Alex mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian mitra Komisi IV, termasuk Kementerian Pertanian, KKP, Bulog, Bapanas, dan Kementerian Kehutanan. Ia memastikan sudah ada komitmen bantuan benih dari Dirjen Hortikultura bagi petani yang lahannya rusak akibat banjir dan longsor.
Namun, ia menegaskan bahwa bantuan tersebut membutuhkan data akurat dari pemerintah daerah. “Assessment harus dirampungkan segera, bersamaan dengan upaya penyelamatan korban yang dilakukan semua elemen di Sumbar,” tambahnya.
Alex juga berterima kasih kepada seluruh unsur yang bergerak cepat dalam penanganan bencana, mulai dari TNI/Polri, BPBD, Basarnas, Tagana, kelompok masyarakat, hingga relawan lokal.
Hujan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi pada 22–27 November 2025 menyebabkan banjir dan longsor meluas di Sumbar. Data BNPB hingga 28 November 2025 pukul 16.00 WIB mencatat 69.293 warga mengungsi dan 45.733 orang terdampak. Sebanyak 23 orang meninggal dunia dan 12 lainnya masih hilang.
Kabupaten Padang Pariaman menjadi wilayah dengan dampak terparah, dengan 13 kecamatan terdampak longsor dan 11 kecamatan dilanda banjir. ***

