DCNews, Jakarta — Harga emas kembali reli selama dua hari berturut-turut, mengirim sinyal kuat bahwa logam mulia ini semakin menjadi tumpuan investor di tengah ketidakpastian ekonomi Amerika Serikat. Reli tersebut terjadi menjelang rilis risalah rapat terakhir Federal Reserve (The Fed), yang dinilai pasar sebagai petunjuk arah kebijakan moneter pada bulan-bulan mendatang.
Emas batangan menanjak hingga 0,8% pada perdagangan Selasa, memperpanjang kenaikan di tengah pekan yang sarat agenda ekonomi penting bagi AS. Investor juga menunggu laporan kinerja Nvidia Corp—salah satu saham dengan valuasi paling panas terkait perkembangan kecerdasan buatan (AI)—yang akan dirilis Rabu (19/11/2025) waktu setempat. Hasilnya diperkirakan menjadi penentu sentimen risiko global.
Harga emas kini bergerak di kisaran US$4.090 per troy ons, meski tekanan sempat datang dari pelemahan pasar saham global yang memicu aksi jual paksa pada posisi leverage. Namun menurut Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank A/S, tekanan tersebut mulai terserap oleh investor jangka panjang serta bank sentral. Konsolidasi ini, katanya, akan “membangun fondasi” kenaikan lanjutan pada 2026.
Reli tahun ini terbilang spektakuler. Emas sudah melompat sekitar 55% sepanjang 2025, berpotensi mencetak tahun terbaiknya sejak 1979, ditopang oleh pembelian agresif bank sentral serta derasnya aliran dana dari investor yang mencari perlindungan terhadap risiko utang negara dan pelemahan mata uang.
Survei Bank of America Corp menunjukkan emas diperkirakan menjadi aset dengan imbal hasil terbaik kedua pada 2026, hanya kalah dari yen Jepang. Sentimen ini muncul di tengah minimnya rilis data ekonomi akibat penutupan (shutdown) pemerintah AS—yang menjadi yang terpanjang dalam sejarah—membuat pasar bergerak dalam ruang spekulasi yang lebih luas.
Sementara itu, ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed kembali meredup pekan ini setelah komentar pejabat bank sentral mengisyaratkan sikap yang lebih berhati-hati. Kontrak swap kini memperlihatkan peluang 50-50 untuk pemangkasan suku bunga pada Desember, berbalik dari proyeksi kenaikan seperempat poin hanya dua pekan lalu.
Pasar akan kembali mendapatkan petunjuk arah ekonomi pada Kamis (20/11/2025), ketika Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) merilis data ketenagakerjaan September—laporan yang tertunda akibat shutdown. Meski tidak sepenuhnya aktual, data tersebut dinilai penting untuk membaca kembali kondisi fundamental ekonomi terbesar dunia itu.
Pada saat yang sama, risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) untuk periode 28–29 Oktober yang dirilis malam ini menjadi fokus utama investor. Dokumen tersebut dapat memberikan informasi baru mengenai kemungkinan The Fed memperluas neraca melalui pembelian manajemen cadangan, yang berpotensi menyuntikkan lebih banyak likuiditas ke sistem keuangan—kabar baik bagi harga emas.
Hingga pukul 09.36 pagi di London, harga emas naik 0,6% menjadi US$4.090,64 per troy ons. Indeks Dolar Spot Bloomberg menguat 0,1%. Komoditas lain seperti perak, paladium, dan platinum juga terkerek lebih dari 1%. ***

