DCNews, Jakarta — Harga emas dunia (gold) anjlok tajam lebih dari US$132 pada perdagangan Senin (27/10/2025), menembus di bawah level psikologis US$4.000 per troy ons. Tekanan jual masif dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) setelah meningkatnya optimisme terhadap kesepakatan dagang Amerika Serikat–China.
Namun pada pagi ini, Selasa (28/10/2025), harga emas berbalik menguat di atas US$4.000 per troy ons. Para pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke pengumuman kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan pada akhir pekan ini.
Keputusan The Fed akan menjadi faktor penentu arah harga emas, dolar AS, dan aset berisiko lainnya dalam waktu dekat.
GRAFIK TREN EMAS (XAU/USD) – 7 HARI TERAKHIR
📉 Harga turun 3,1% dari puncak minggu lalu, tapi masih bertahan di atas level psikologis US$4.000.
(Grafik garis: tren menurun dari US$4.132 → US$3.968, rebound tipis ke US$4.015 pada Selasa pagi)
Harga Minyak Dunia Turun Tipis, Sentimen Positif Tetap Terjaga
Harga minyak mentah (oil) melemah tipis pada perdagangan Senin akibat aksi ambil untung.
Meski demikian, sentimen pasar masih positif karena peluang tercapainya kesepakatan dagang AS–China yang dapat memperbaiki proyeksi permintaan energi global.
Analis memperkirakan, jika kesepakatan benar-benar terwujud, harga minyak berpotensi menembus kembali level US$90 per barel pada kuartal IV 2025.
GRAFIK TREN MINYAK (WTI/USD) – 7 HARI TERAKHIR
📊 Pergerakan cenderung stabil dengan volatilitas rendah.
(Grafik candlestick: fluktuasi antara US$87–US$89, dengan rata-rata harga harian US$88,2)
Euro dan Poundsterling Menguat, Dolar AS Melemah Menjelang The Fed
Pasangan mata uang EUR/USD naik untuk hari keempat berturut-turut, menunjukkan investor mulai mengantisipasi penurunan suku bunga The Fed pada Kamis dini hari nanti.
Kondisi ini menekan dolar AS dan mendorong penguatan mata uang utama Eropa.
Sementara itu, GBP/USD berhasil mengakhiri tren penurunan enam hari setelah dolar AS melemah menjelang rapat The Fed. Poundsterling dinilai masih memiliki ruang penguatan terbatas jika keputusan The Fed sesuai ekspektasi pasar.
Yen Sedikit Menguat, Dolar di Bawah Tekanan
Pasangan USD/JPY turun tipis akibat aksi profit taking setelah sempat menyentuh level tertinggi delapan bulan terakhir.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed turut menekan dolar AS, membuat yen Jepang sedikit menguat sebagai safe haven alternatif.
Nasdaq Pecahkan Rekor Tertinggi Baru
Indeks saham Nasdaq melonjak dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Senin.
Optimisme terhadap kesepakatan dagang AS–China serta keyakinan pasar bahwa The Fed akan kembali memangkas suku bunga mendorong euforia di sektor teknologi.
Para analis menilai kombinasi antara perdamaian dagang dan kebijakan moneter longgar bisa memperpanjang rally pasar saham global hingga akhir tahun 2025.
GRAFIK TREN NASDAQ – 7 HARI TERAKHIR
🚀 Indeks naik 4,5% dalam sepekan terakhir, memecahkan rekor tertinggi di 18.720 poin.
(Grafik garis: tren naik konsisten dari 17.900 → 18.720)
📅 Market Summary – Selasa, 28 Oktober 2025
| Instrumen | Harga Terakhir | Perubahan Harian | Sentimen Utama |
|---|---|---|---|
| Gold (XAU/USD) | US$4.015 | +0,9% | Antisipasi keputusan The Fed |
| Oil (WTI) | US$88,2 | -0,4% | Profit taking, optimisme dagang |
| EUR/USD | 1,0890 | +0,2% | Ekspektasi pemangkasan suku bunga |
| GBP/USD | 1,2825 | +0,3% | Dolar AS melemah |
| USD/JPY | 146,8 | -0,2% | Yen menguat tipis |
| Nasdaq | 18.720 | +1,4% | Rekor tertinggi baru |

