Serangan Drone Jarak Jauh Kian Dalam ke Rusia: Sistem Pertahanan Moskwa Diuji Hingga Siberia

Date:

DCNews, Kyiv — Rusia melaporkan peningkatan signifikan serangan drone di wilayah dalam negerinya, beberapa di antaranya mencapai hampir 2.000 kilometer dari perbatasan Ukraina. Eskalasi ini menandai babak baru dalam perang yang kian memperluas jangkauan dan menguji efektivitas sistem pertahanan udara Moskwa.

Drone dilaporkan terdeteksi di pusat industri penting di Pegunungan Ural dan wilayah penghasil minyak Tyumen, Siberia. Serangan-serangan tersebut menandakan bahwa kemampuan drone Ukraina—yang sebelumnya disebut mampu menjangkau hingga 1.800 kilometer—kini semakin efektif menembus pertahanan Rusia.

Meski demikian, otoritas Rusia belum secara resmi menuduh Ukraina sebagai pelaku di balik serangan-serangan terbaru ini. Kyiv juga tidak mengklaim tanggung jawab atas sebagian besar serangan di wilayah Rusia, sehingga menambah lapisan misteri terhadap eskalasi yang terjadi jauh dari garis depan.

“Rudal-rudal drone jarak jauh Ukraina menunjukkan efektivitas yang semakin meningkat,” ujar Presiden Volodymyr Zelenskiy dalam unggahan di media sosial usai bertemu Kepala Dinas Keamanan Vasyl Maliuk. “Kami juga mencapai hasil signifikan dalam menghancurkan sistem pertahanan udara Rusia.”

Di wilayah Sverdlovsk—sekitar 1.700 kilometer di timur Moskwa—otoritas lokal menerapkan langkah-langkah antisipatif terhadap ancaman serangan drone, termasuk evakuasi pekerja industri dan pembatasan akses internet seluler. Belum ada konfirmasi apakah ledakan atau serangan benar-benar terjadi di area tersebut.

Sementara di Tyumen, sekitar 2.000 kilometer dari perbatasan Ukraina, pejabat setempat melaporkan tiga drone berhasil dihancurkan di area industri. Media lokal menyebut sistem pertahanan udara aktif di sekitar kilang minyak utama kota tersebut.

Menurut Douglas Barrie, Peneliti Senior Bidang Dirgantara Militer di Institut Internasional untuk Studi Strategis, perluasan jangkauan serangan drone membuka peluang bagi Ukraina untuk menargetkan aset strategis di jantung industri Rusia.

“Semakin jauh drone menembus wilayah Rusia, semakin besar tantangan Moskwa dalam mempertahankan keutuhan sistem pertahanan udaranya,” kata Barrie.

Sejak pertengahan September, beberapa insiden serupa juga dilaporkan di wilayah Perm, termasuk di pabrik produsen amonium nitrat di Berezniki dan fasilitas kimia Metafrax di Gubakha—dua aset penting industri bahan peledak Rusia.

Denis Fedutinov, pakar pesawat nirawak berbasis di Moskwa, memperkirakan jangkauan seperti itu mungkin bisa dicapai dari wilayah Ukraina, namun tidak menutup kemungkinan drone diluncurkan dari lokasi lain di luar Ukraina.

Serangan lintas jarak jauh bukan hal baru bagi Kyiv. Pada Juni lalu, Ukraina melancarkan operasi besar menggunakan 117 drone yang dilaporkan dikendalikan dari dalam wilayah Rusia sendiri. Serangan itu menargetkan pangkalan udara strategis hingga wilayah Siberia Timur, menandai lompatan kemampuan teknologi drone dalam konflik yang terus berevolusi. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Diduga Debt Collector Leasing Rampas Mobil Warga di Gorontalo, Polisi Amankan Satu Unit Kendaraan

DCNews, Gorontalo — Aparat Polsek Mananggu, Kabupaten Pohuwato, mengamankan satu...

Aria Bima Tegaskan Pilkada Langsung Amanat Konstitusi yang Tak Bisa Ditawar

DCNews, Jakarta — Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari...

Gugatan ke MK: Celah Persetujuan Data Pribadi Dinilai Picu Penyalahgunaan Pinjol

DCNews, Jakarta— Ketika negara berupaya membangun perlindungan data pribadi...

Desa Pondasi Bangsa, Habib Aboe: Harus Jadi Subjek Pembangunan

DCNews, Jakarta — Anggota DPR RI dari Fraksi Partai...