RRI Diminta Jadi Benteng Literasi dan Penangkal Hoaks di Era Digital

Date:

DCNews, Jakarta — Radio Republik Indonesia (RRI) didorong untuk mengoptimalkan peran strategisnya sebagai media publik yang tidak hanya menyajikan informasi, tetapi juga membangun literasi, memperkuat budi pekerti, serta menanamkan semangat kebangsaan. Desakan itu datang dari Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, dalam keterangan tertulis yang diterima Kamis (11/9/2025).

“Kalau benar-benar serius, RRI bisa menjadi benteng utama bangsa ini dari hoaks dan degradasi moral akibat arus digital yang tak terkendali,” kata Novita seraya menekankan, peran tersebut membutuhkan dukungan nyata, terutama lewat regulasi yang berpihak dan anggaran politik yang memadai.

Dalam kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke RRI Bandung, Jawa Barat, Novita menegaskan bahwa jargon “radio publik” tidak boleh berhenti sebatas slogan. RRI, menurutnya, harus melakukan transformasi digital yang tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi hadir sebagai media edukasi dan penjaga integritas informasi.

Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu mengapresiasi langkah RRI Bandung yang mulai menggarap konten digital untuk merangkul generasi muda. Namun ia menilai, inovasi tersebut masih harus diperluas agar menyentuh berbagai segmen, termasuk anak-anak usia dini.

“RRI bisa menjadi media stimulan yang membacakan dongeng, cerita rakyat dari seluruh nusantara, sekaligus menghadirkan konten edukasi yang membangun budi pekerti anak,” ujarnya sembari mengingatkan, sejak era proklamasi kemerdekaan, RRI memiliki sejarah panjang sebagai corong perjuangan bangsa yang harus terus relevan di tengah gempuran konten instan.

Novita juga menyoroti pentingnya dukungan anggaran agar RRI mampu bertransformasi secara menyeluruh. Infrastruktur digital, katanya, adalah kebutuhan mutlak untuk memperluas akses siaran, terutama di daerah-daerah yang belum terjangkau.

“Isu politik anggaran di Komisi VII untuk RRI harus benar-benar diperhatikan pada tahun 2026. Jangan sampai RRI diminta bertransformasi, tapi tidak diberi dukungan penuh,” pungkasnya..***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kang Dahlan Sebut Program Literasi Keuangan OJK Penting untuk Stabilitas Ekonomi Masa Depan

DCNews, Jakarta — Di tengah meningkatnya kompleksitas ekonomi digital...

OJK: Literasi Keuangan Harus Masuk Kurikulum Demi Masa Depan Finansial Anak Muda

DCNews, Jakarta — Di tengah derasnya arus informasi finansial...

Standar Kinerja Tinggi ala Prabowo: Fahri Hamzah Ungkap Tekanan Hasil Nyata di Dalam Kabinet

DCNews, Jakarta — Di balik ritme kerja pemerintahan yang...

Market Brief 18 April 2026: Emas Stabil, Minyak Menguat, Nasdaq Cetak Rekor Baru Berturut-turut

DCNews, Jakarta – Pasar keuangan global pada Sabtu ini...