DCNews, Jakarta — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyoroti kerusakan ekonomi yang ditimbulkan aksi demonstrasi di beberapa titik Jakarta pada Senin (1/9/2025). Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, menilai tindakan anarkistis massa—mulai dari pembakaran fasilitas umum hingga kerusuhan di jalanan—telah memicu guncangan serius bagi dunia usaha.
“Demo adalah hak konstitusional. Tapi yang disesalkan adalah munculnya anarki, kerusuhan, dan pembakaran. Demonya oke, tapi anarkisnya no,” kata Bob.
Menurutnya, dampak langsung dari situasi ini sudah terlihat. Sejumlah pusat perbelanjaan memilih menutup operasional lebih awal, transportasi umum terhambat akibat perusakan infrastruktur, dan sebagian perusahaan memberlakukan work from home (WFH).
Kondisi tersebut, ujar Bob, justru paling merugikan pedagang kecil dan pekerja sektor informal. “Yang kasihan pedagang kaki lima dan pekerja harian. Mereka tidak bisa berjualan. Padahal, ekonomi kita 60 persen lebih bertumpu pada sektor informal,” tegasnya. ***

